
Ibu Yuta sedang tak dalam kondisi kesehatan yang baik, setelah mengetahui bahwa putranya mengalami kecelakaan, meskipun wanita tua itu kelelahan, ia masih datang ke rumah sakit dan tak bisa menahan air matanya saat melihat kondisi putranya.
Olivia ingin menghibur ibu Yuta, tapi ia tak tahu harus berkata apa, ia hanya mengeluarkan tisu dan menyerahkannya kepada ibu Yuta.
Sementara itu, Ibu Yuta menatapnya sambil menghela nafas. "Sebelum Yuta bangun, pergi obati lukamu. Meskipun Yuta koma, putraku terus memanggil namamu, jadi jika Yuta melihatmu baik-baik saja setelah bangun nanti, putraku akan merasa jauh lebih baik. "
Olivia menggelengkan kepalanya. "Saya baik-baik saja, Tante. Ini hanya luka kecil."
"Kamu sebaiknya mengobati lukamu untuk menghindari infeksi," sambung Ayah Yuta.
Olivia akhirnya pergi untuk mengobati lukanya.
Sebenarnya, setelah Olivia putus dengan Yuta, ia tak pernah bertemu orang tua Yuta selama bertahun-tahun.
Saat berita kehamilannya menyebar, Olivia mengira orang tua Yuta akan memandangnya rendah seperti yang dilakukan orang lain, tapi ia tak menyangka bahwa mereka akan memperlakukannya dengan ramah seperti sebelumnya.
Itu membuat Olivia merasa lebih baik dan tak terlalu malu.
Ketika Olivia menerima perawatan atas lukanya itu, ia teringat janjinya dengan Alio hari ini dan menatap ke arah jam di dinding.
Oh my god, sekarang sudah jam 8 lewat!
__ADS_1
Olivia mencari-cari handphonenya dan ingin menelpon Alio untuk menjelaskan.
Tapi, betrai hpnya habis!
Sepertinya ... aku harus meminjam charger.
Sementara Olivia memikirkan hal itu, seseorang mendorong pintu dari luar hingga terbuka. "Olivia, Yuta sudah bangun! Ayo temui dia! "
"Ah! Oke!"
Perhatian Olivia tiba-tiba teralihkan, wanita itu meletakkan handphonenya yang habis betrai di sakunya dan bergegas ke ruangan Yuta.
Yuta sedang demam dan belum sepenuhnya sadar.
Sebelum Olivia menyadari apa yang sedang terjadi, tangannya sudah di tautkan ke tangan Yuta oleh ibu pria itu.
Kemudian, Yuta menggenggam tangan Olivia dengan erat.
"Apa Mama bilang? Mama bilang Olivia baik-baik saja, kan? Yang perlu kamu lakukan sekarang adalah memulihkan kesehatanmu, jangan khawatir dengan hal lain!" ucap Ibu Yuta sambil menyeka air matanya.
Olivia menyadari bahwa Yuta mengkhawatirkannya begitu pria itu bangun, ia merasa sangat terharu dan tersentuh.
__ADS_1
Tangan Yuta dingin karena terlalu banyak pendarahan, Olivia menepuk punggung tangan pria itu dengan lembut. "Percayalah, aku baik-baik saja dan tidak mengalami cedera, jadi jangan khawatir!"
"Ma-mafkan aku," ucap Yuta dengan Bibir kering dan pucat, napasnya pun terdengar lemah. "Hari ini ... aku seharusnya mengajakmu mengunjungi Ayahmu."
Yuta berusaha keras untuk berbicara.
"Berhentilah bicara dan istirahatlah! Dokter bilang kalau beberapa tulang rusukmu patah dan kamu harus menjalani operasi besok," bisik Olivia membasahi kapas dan melembabkan bibir pria itu.
Yuta merasa jauh lebih nyaman setelah bibirnya dilembabkan.
Melihat Olivia merawatnya dengan hati-hati, Yuta merasa sangat senang.
Ini mungkin yang disebut ... mendapatkan berkah dari sebuah musibah
— Bersambung —
***
Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~
Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~
__ADS_1
Thankyou so much and see you next chapter~