
Bagaimana mungkin Olivia tak gugup? Olivia belum pernah melakukan ini sebelumnya!
"Sekarang setelah kau mabuk, tunjukkan betapa beraninya kau."
Keengganan Olivia entah kenapa membuat Alio marah. Pria itu mencoba mengendalikan emosinya. "Lihat aku!"
Jari-jari Alio yang dingin meraih rak buku.
Sambil menarik nafas dalam, Olivia menatap pria itu dengan mata lembab, mungkin karena ia gugup, ia tampak seperti kucing yang ketakutan karena ada singa di hadapannya.
Alio pasti akan membiarkannya pergi di lain waktu, tapi tak sekarang, tak malam ini.
Sekarang tatapan itu hanya membuat Alio marah, jelas Olivia ketakutan dan siapa pun bisa mengatakan bahwa wanita itu tak ingin melakukannya.
Tapi Olivia masih di sini, tapi Olivia masih datang kepada Alio, apa yang diinginkannya bukan hanya membawa anak itu pergi, tapi juga membuat perbedaan yang jelas di antara mereka.
Alio menjadi lebih marah saat ia berpikir seperti itu, ia hampir kehilangan kesabarannya. "Olivia! Puaskan aku!"
Olivia terkejut.
Olivia hanya berdiri di sana dan tak tahu harus berbuat apa.
"Bukankah kau sudah minum? Apakah kau tidak berani sekarang? Sekarang setelah kau datang kepadaku, puaskan aku!"
Olivia ingin menangis. "Aku memang berani, tapi ... aku tidak tahu apa yang harus dilakukan," ucapnya gugup dan sangat malu.
__ADS_1
Bagaimana Olivia tahu cara memuaskan pria? Olivia hanya pernah tidur dengan Alio. Di mana lagi Olivia bisa belajar cara memuaskan pria?
"Jadi aku akan mengajarimu sampai kau memahaminya!"
Tiba-tiba Alio mulai menciumnya dengan sangat agresif.
Ciuman yang tiba-tiba itu membuat Olivia takut, tanpa sadar Olivia berusaha melarikan diri. .
Olivia mendorong Alio, wanita itu berusaha memastikan apakah Alio masih ingin menepati kata-katanya. "Apakah kamu akan menepati apa yang kamu janjikan? Jika aku tidur denganmu malam ini, apakah kamu akan membiarkan Olvi ikut denganku dan tidak akan mencoba mengambilnya dariku lagi?"
Olvi! Yang Olivia pedulikan hanyalah anak itu!
Terus berbicara tentang membawa anak iru pergi? Kemana Olivia bisa pergi?
Sosok Alio yang ganas menjadi lebih menakutkan. "Bagaimana Jika aku bilang tidak? Sekarang kau sudah di sini, apakah kau pikir kau bisa pergi begitu saja?"
Apakah Alio ingin menarik kata-katanya?!
"Jawabannya sederhana, maksudku adalah ... apa pun yang terjadi, aku akan tidur denganmu malam ini. "
Bibir Alio cukup lama berada di dekat telinga Olivia dengan dirty talk.
Olivia merasa wajah dan telinganya akan terbakar.
Bahkan sebelum Olivia bisa mengetahui apa yang terjadi, sesuatu mengikat pergelangan tangannya.
__ADS_1
Alio mengangkat tangan Olivia dan memegang tangan wanita itu di atas kepalanya sehingga Olivia bisa melihat dasi yang mengikat tangannya.
Dasi yang Olivia berikan kepada Alio sebagai hadiah ulang tahun pria itu.
"A-apa yang ingin kamu lakukan?" tanya Olivia menjadi lebih takut.
"Olivia, kau memberikan aku hadiah yang bagus, jadi tentu saja aku akan menggunakannya."
"..." Olivia terdiam. Apakah aku memberi pria itu dasi untuk mengikatku? "Dasar bajingan!"
"Sekarang kau akan segera tahu seperti apa bajingan itu." Alio memelankan suaranya dan berbisik di telinga Olivia.
Bibir yang dingin dan nafas yang panas membuat Olivia merinding.
Ciuman Alio dimulai dari telinga Olivia, lalu turun, turun, turun dan turun.
"A-aku tidak mau melakukannya, ja-jadi tolong lepaskan aku!"
Apa yang terjadi? batin Olivia yang tak pernah merasa seperti ini sebelumnya.
"Olivia, sekarang giliranmu," ucap Alio tak bisa menahan diri lagi.
— Bersambung —
***
__ADS_1
Kalau kalian suka dengan cerita ini, jangan lupa like, komen dan tambahkan ke favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya :)
Thankyou so much and see you next part~