Melahirkan Anak Untuk Presiden

Melahirkan Anak Untuk Presiden
Part 221


__ADS_3

20 menit kemudian...


Olivia pun akhirnya tiba di area apartemennya.


Setelah keluar dari lift, Olivia pun melihat seorang pria tampan yang sedang bersandar di depan pintu apartemennya sambil memainkan handphone.


"Sedang apa kamu disini?" tanya Olivia saat melihat Lucas.


"Aku sudah menunggu kamu dari tadi, kenapa kamu baru pulang? Bukannya kamu sudah pulang lebih awal?"


"Aku tadi mampir ke suatu tempat membeli sesuatu, kenapa kamu tidak menelponku?" tanya Olivia.


"Aku pikir kamu akan langsung pulang ke apartemen setelah pulang bekerja," jawab Lucas santai.


Olivia pun mengeluarkan kunci lalu membuka pintu. Namun, tiba-tiba ia menyadari sesuatu.


"Tunggu, bagaimana kamu tahu kalau aku sekarang tinggal di sini?"


"Menurutmu?" Lucas tak menyembunyikan apa pun. "Mudah saja bagiku untuk mengetahui alamatmu."


Lucas melepas sepatunya lalu berjalan tanpa alas kaki seolah-olah ia sudah pernah kesini sebelumnya.


"Apa? Kenapa kamu sampai repot mencari alamatku segala? Jika kamu ingin tahu, kamu bisa meneleponku." Olivia tak mungkin marah pada pria nakal ini.

__ADS_1


Tapi Lucas tampak kesal hari ini, ia melihat tas belanjaan yang di bawa Olivia. "Apa yang kamu beli?"


"Dasi."


Lucas pun duduk di sofa, lalu bertanya sambil menatap Olivia. "Untuk Alio?"


Olivia tersentak kaget, lalu ia menatap Lucas dengan tatapan curiga.


"Apalagi yang kamu ketahui tentang aku?" tanya Olivia dengan tatapan menyelidiki.


Olivia tak menyembunyikan apapun tentang kehidupan pribadinya.


Namun, Olivia tahu kalau Alio pasti tak akan menyukainya. 


Alio bisa menyuruh Olivia menjauh dari Lucas.


"Jangan khawatir, aku tidak ingin tahu lebih banyak tentang kalian berdua," ucap Lucas menatap Olivia dan melangkah ke arah wanita itu. "Olivia, apakah aku temanmu?"


"Tentu saja," balas Olivia mengangguk. 


Olivia punya beberapa teman pria, tapi Lucas menarik dan ia merasa nyaman berbicara dengan pria itu. 


Tentu saja, mereka adalah teman.

__ADS_1


"Sebagai temanmu, aku harus memberitahumu. Jangan konyol lagi!"


Olivia terkejut.


"Apakah kamu tahu siapa Alio?" tanya Lucas.


Olivia tak menjawab.


"Apakah kamu tahu bagaimana Alio menjadi Presiden pada usia yang begitu muda? Berapa biaya yang dikeluarkan untuk menjadi Presiden? Kamu bahkan tidak tahu berapa banyak orang yang mati karenanya. Olivia, orang-orang seperti Alio dan saudaraku berbeda dari orang kaya dan orang-orang terhormat yang lain. Orang-orang seperti ayahmu hanyalah boneka bagi mereka, mereka bisa mengontrol segalanya dengan mudah. Tapi sulit untuk tetap bertahan dalam posisi tinggi, apa pun yang diperlukan, mereka harus naik lebih tinggi atau mereka sendiri bisa mati secara diam-diam! Atau bahkan kamu juga bisa terlibat," lanjut Lucas menjelaskan panjang lebar.


"Apa yang mau kamu bicarakan?" tanya Olivia bingung.


"Apakah kamu tahu? Saudaraku mencintai seorang wanita. Tapi, saudaraku bisa melakukan apa saja kecuali menikahi wanita itu. Pernikahannya digunakan untuk memastikan posisinya, bahkan pernikahanku sendiri adalah untuk tujuan politiknya. Apa pendapatmu tentang pernikahan Alio? Dia tidak punya pilihan. Bahkan jika dia sendiri tidak ingin menikahi seseorang, dia harus melakukannya. Olivia, bagaimana bisa kau begitu konyol memainkan permainan ini dengannya? kamu pasti akan terluka."


Lucas mengucapkan beberapa kalimat terakhir dengan penekanan dan kemudian mengeluarkan selembar kartu undangan merah.


— Bersambung —


***


Kalau kalian suka dengan cerita ini, jangan lupa like, komen dan tambahkan ke favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya :)


Thankyou so much and see you next part~

__ADS_1


__ADS_2