
Begitu Alio melihat foto itu, wajahnya menjadi sedingin es dan matanya yang tajam hampir menembus handphone.
Alio mengepalkan tangannya.
Atmosfer di dalam ruang kerja Alio mendingin dalam sekejap dan udara yang menegangkan membuat Arnold sulit bernafas.
Di foto itu, Olivia berada di pelukan Yuta dan mereka tampak seperti pasangan yang serasi.
"Apakah kita akan menjemput kak Olivia sekarang?" tanya Arnold memecahkan keheningan. Pria itu tak tahu apa yang Alio pikirkan dan bersuara dengan takut setelah beberapa saat.
"Kenapa repot-repot, mereka terlihat serasi, kan?" jawab Alio dengan dingin dan melemparkan handphone kembali ke Arnold. "Kau tidurlah! Jangan pedulikan wanita itu!"
"..." Arnold menangkap handphonenya dan keluar dari ruang kerja pribadi Kakaknya dengan perasaan ragu.
Bisakah Kak Alio benar-benar mengabaikan kak Olivia?
Benar saja, sebelum Arnold meninggalkan kediaman Presiden, seseorang memanggilnya.
...—oOo—...
Di area luar gedung apartemen.
Julia menatap Yuta dengan berlinangan air mata. "Apa yang kamu katakan? Katakan lagi!"
"Maafkan aku, Julia. Mari kita membatalkan pertunangan kita."
__ADS_1
"Hanya untuk Olivia? Kak Yuta, aku menolak! Jika kamu marah kepadaku karena aku baru saja menamparnya, aku akan meminta maaf. Aku … aku benar-benar tidak tahu dia sakit," ucap Julia sambil memegang lengan Yuta seolah-olah ia tak ingin berpisah.
Yuta menarik tangannya kembali. "Maaf, Julia. Sebenarnya, itu tidak ada hubungannya dengan masalah hari ini. Aku sudah mencoba untuk memberitahumu sejak lama, tapi aku belum bisa menemukan waktu yang tepat," balas Yuta menjelaskan.
"Kak Yuta, kamu tidak bisa melakukan ini padaku," isak Julia memohon pada Yuta.
Sementara itu, cahaya terang datang dari kejauhan.
Mereka berdua refleks melihat kesana tanpa sadar dan cahaya itu menyilaukan mata mereka.
Lalu…
Beberapa mobil mewah perlahan melewati gerbang area apartemen dan berhenti di depan mereka.
Lalu, Alio keluar dari mobil dengan mantel abu-abu.
Malam hari ini, angin dingin bertiup dan pakaian Alio berkibar. Pria itu berdiri disana dan menatap dua orang disampingnya dengan sikap mendominasi.
Yuta kagum, bukan, sebenarnya ia terkejut. "Pak... Pak Presiden?"
Alio melirik Yuta dan wajahnya yang tanpa ekspresi membuat Yuta merasa terintimidasi.
"Kau yakin dia ada di sini?" Alio berbalik dan bertanya pada Arnold dengan suara pelan.
Arnold mengangguk dan berbisik. "Iya, Kak Olivia ada di apartment Yuta Shiro."
__ADS_1
Alio sekali lagi menatap Yuta, lalu berjalan ke lift.
Yuta perlahan sadar dari keterkejutannya. "Aku akan naik ke atas dulu," pamitnya pada Julia.
Setelah itu, Yuta mengikuti pria di depannya dan naik lift.
Julia berdiri disana sendirian dan memikirkan semua hal ini dengan iri.
Sekali lagi, Yuta maupun Pak Presiden memperebutkan Olivia, seorang wanita yang sudah melahirkan seorang anak diluar nikah! Apa yang wanita itu miliki sehingga bisa membuat mereka berdua tergila-gila padanya?
...—oOo—...
Setelah beberapa saat, mereka tiba di pintu masuk.
Sebelum Yuta menekan pin untuk membuka pintu, seseorang dari dalam menariknya hingga terbuka.
— Bersambung —
***
Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~
Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~
Thankyou so much and see you next chapter~
__ADS_1