
Olivia hanya meliriknya dan tak melihatnya lagi. Cahaya itu terlalu terang untuk mobilnya dan orang-orang di luar, sehingga sulit untuk melihat dengan jelas.
"Mama merasa ngantuk?" tanya Olvi.
"Iya, sedikit..." jawab Olivia.
"Mama mau tidur sekarang? Aku akan membangunkan Mama nanti ketika film sudah selesai," tawar Olvi.
Olivia menyentuh wajah putra dengan sedikit menyesal, "Maaf, Mama tidak menonton sampai habis bersamamu. Kamu tidak marah, kan?"
"Tidak, aku baik-baik saja. Tidurlah, im okay," balas Olvi sambil membelai wajahnya seperti menghibur seorang anak.
Olivia merasakan kehangatan di hatinya.
Belakangan ini, Olivia kesulitan tidur dengan nyenyak. Saat ia memejamkan matanya, terpikir seseorang dalam benaknya. Malam itu, ketika Olivia tidur di pelukan Alio, ia masih merasa gelisah dan trauma. Namun, dengan kehadiran Alio di sisinya, hatinya akhirnya bisa merasa tenang.
Saat Olivia mulai merasakan kantuk, teriakan orang-orang tiba-tiba membangunkannya, ia terkejut dan segera menoleh ke arah keributan itu.
Ternyata, di luar sana, seseorang yang sangat dikenalnya telah datang dengan bodyguardnya.
Angin malam yang kencang membuat setelan jas dan mantel abunya berkibar.
__ADS_1
Itu adalah Alio Wilson, orang yang telah menyebabkan keributan tersebut!
Olivia terperanjat tak percaya. Dia sama sekali tidak menyangka bahwa Alio, pria sibuk yang jarang memiliki waktu untuk bertemu dengannya, berada di sini.
Meskipun Alio adalah penyebab keributan, pria itu tetap berjalan dengan tenang, memancarkan keberwibawaan dan ketampanan yang membuat hati Olivia berdegup kencang.
Oh, satu lagi! Pria itu juga terlihat seksi.
Dalam kegelapan yang dipicu oleh film yang masih diputar, Alio terlihat seperti bayangan tampan yang hanya tersinari cahaya dari layar.
Ketika mata mereka bertemu, mereka saling menatap dan terdiam cukup lama. Tatapan mereka mulai memanas, detak jantung Olivia menjadi kacau balau. Entah kenapa, Olivia tak bisa berhenti menatap Alio.
Tentu saja, Alio selalu sibuk dengan urusan negara. Sehingga, mereka jarang bertemu akhir-akhir ini.
Olivia menggelengkan kepala dengan cepat, lalu menampar pipinya dengan kedua tangan. Bangun! Kamu sudah berlebihan dalam berharap! batin Olivia.
Olivia merasa malu ketika menyadari bahwa ia sedang bertatapan dengan Alio. Olivia berbalik dan duduk tegak, berusaha mengendalikan pikiran dan perasaannya yang kacau.
Suasana yang sebelumnya sunyi dan tenang tiba-tiba menjadi ramai dan tak terkendali karena kedatangan orang-orang yang ingin melihat Presiden terhormat.
Olvi, yang sangat tertarik pada film, tak terganggu sama sekali oleh keributan di belakangnya. Dia sangat fokus menonton dan mempelajari alur ceritanya dengan teliti.
__ADS_1
Meskipun Olivia berusaha keras untuk memusatkan perhatiannya pada film yang sedang ditonton, namun setelah beberapa upaya, ia merasa tak mampu untuk menahannya.
Kehadiran Alio yang begitu kuat membuatnya sulit bernapas dan rasa tak tenang dengan mudah menyerang pikirannya
Tanpa sengaja, Olivia memalingkan kepalanya dan melihat Alio yang sedang berjalan menuju ke arahnya dan Olvi.
Bola mata Olivia membesar karena merasa khawatir.
Olivia menggeleng keras memberi kode kepada Alio. "Nonono! Jangan datang kemari!"
Semakin dekat Alio mendekat, semakin berkurang pula oksigen bagi Olivia. Dia tidak bisa membendung kepanikan dalam dirinya,
No way! Nonono!
Olivia masih terus menggelengkan kepalanya dengan kuat sambil mengeluarkan suara lantang dalan hatinya.
Noooooooooooooooo!!!!
— Bersambung —
***
__ADS_1
Kalau kalian suka dengan cerita ini, jangan lupa like, komen dan tambahkan ke favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya :)
Thankyou so much and see you next part~