Melahirkan Anak Untuk Presiden

Melahirkan Anak Untuk Presiden
Part 201


__ADS_3

"Bisakah, aku menginap disini malam ini saja, hm?" tanya Olivia yang terlihat sangat lelah.


Rena memeriksa barang bawaan Olivia, lalu ia menjawab. "Sepertinya, kamu tidak berencana untuk menginap disini malam ini saja, kan?"


Olivia tidak menjawab pertanyaan Rena lalu ia berjalan masuk ke dalam apartemennya Rena setelah Rena membukakan pintu.


Olivia langsung berjalan menuju dapur, lalu ia membuka lemari dan mengeluarkan beberapa mie instan dari dalam sana.


"Ren, apa kamu sudah makan malam?" tanya Olivia yang berusaha mengalihkan topik.


"Belum...," jawab Rena sambil menggelengkan kepala lalu ia menatap sahabatnya itu dengan tatapan heran.


"Oke, aku akan memasak makan malam untuk kita," ucap Olivia lalu terdiam sejenak.


"Besok aku akan mencari tempat tinggal baru, apa kamu punya rekomendasi tempat?" lanjut Olivia dengan suara pelan.


Rena yang baru saja kembali ke dapur setelah meletakkan koper Olivia didalam kamar lalu ia bertanya dengan tatapan heran.


"Olivia, bukannya sekarang kamu itu tinggal di kediaman Presiden, ya?" tanya Rena heran.


Saat air di dalam panci mulai mendidih, entah kenapa, perkataan Rena barusan itu—berhasil menusuk ke jantung Olivia.


"Ren, dari awal tempat itu bukan rumahku jadi cepat atau lambat aku harus pergi dari sana."

__ADS_1


"Lebih baik, aku sadar diri dan pergi dari sana lebih cepat, lagian aku ini tak terbiasa dengan kehidupan mewah di sana, aku takut lupa diri."


Rena mengamati gerak-gerik Olivia kemudian bertanya.


"Kenapa aku malah ngerasa kalau maksudmu adalah perasaanmu terhadap Pak Presiden?"


Setelah Olivia mengetahui kalau dia tidak bisa bersama dengan Alio, instingnya mengatakan untuk pergi dari sana secepat mungkin!


Sebelum Olivia terjebak dengan pria itu dan ia terluka semakin dalam!


Olivia terdiam sejenak, lalu menyangkal. "Apa maksudmu?"


Rena menghela nafas, lalu ia bertanya sambil menatap Olivia. "Apakah kalian bertengkar?"


"Lalu, kenapa lagi?"


Olivia terdiam sejenak, lalu ia menjawab. "Apa kamu melihat, Pak Presiden berdansa dengan Nona Scarlett di pesta ulang tahun kemarin?"


"Yes...," jawab Rena sembari menganggukkan kepalanya.


"Mereka berdua pasangan yang sangat serasi, kan?" tanya Olivia lalu tersenyum hambar.


"Ya, mereka berdua berasal dari keluarga yang setara. Mungkin, karena itulah, mereka terlihat serasi?" jawab Rena jujur.

__ADS_1


"Ren, kamu pasti sudah mendengar beritanya, kan? Berita kalau mereka berdua, akan segera bertunangan?" tanya Olivia kembali.


Rena menghela nafasnya, lalu menjawab. "Iya, itulah yang dikatakan Pak Wakil Presiden saat berbicara dengan Nona Alea Wilson."


Ternyata Olivia sudah tahu, batin Rena lalu dia berhenti sejenak, ia mengamati ekspresi sang sahabat sebelum melanjutkan.


"Mereka terus membahas pertunangan Nona Angela Scarlett dengan Pak Presiden dan aku juga mendengar, katanya semakin cepat lebih baik."


Rena merasa bersalah, setelah ia mengatakan hal itu pada Olivia dan setelah mendengar itu, Olivia berusaha untuk tetap tersenyum, walau hatinya terasa sangat sakit.


"Ren, aku tidak bisa tetap tinggal di tempat itu, sampai wanita itu masuk lalu mengusirku, iya, kan?"


"Tentu saja! T-tapi—" sahut Rena, lalu menatap Olivia dengan tatapan ragu.


"Apakah kamu yakin kalau kamu tak pergi dari sana hanya karena kamu cemburu?" lanjutnya yang membuat Olivia tersentak kaget.


— Bersambung —


***


***Kalau kalian suka dengan cerita ini, jangan lupa like, komen dan tambahkan ke favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya*** :)


__ADS_1


***Thankyou so much and see you next part***~


__ADS_2