Melahirkan Anak Untuk Presiden

Melahirkan Anak Untuk Presiden
Part 53


__ADS_3

Kemudian, Olivia memutuskan untuk melakukan itu sebagai perintah.


Olivia mengambil alat pengupas dan mulai membuka kepiting.


Tampak mudah dan nyaman baginya mengeluarkan daging kepiting dengan alat pengupas.


Tapi tak disangka-sangka, Angela Scarlett memalingkan wajahnya ke arah Olivia dan berkata. "Kalau seperti itu, kamu akan membuat kami menunggu. Buka cangkangnya dengan kedua tanganmu!"


Hah? Dengan tangan kosong?


Olivia agak terkejut saat Nona Scarlett menyuruhnya membuka cangkang kepiting besar itu hanya dengan tangan kosong.


Apakah dia sengaja melakukan itu?


Olivia mengeluh diam-diam dan melirik Alio, lalu ia menggertakan giginya dan mengupas kepiting itu dengan tangan.


Dia pikir itu lebih baik daripada diusir.


Dengan banyak keringat di wajah Olivia, ia mengupas kepiting dan mengambil dagingnya dengan segala upaya, tapi hanya mendapatkan sepiring kecil daging kepiting.


Namun, saat Olivia menarik satu kaki kepiting, jarinya tiba-tiba tertusuk oleh cangkang kepiting yang tajam.


"Akh!"


Olivia refleks berteriak pelan karena kesakitan dan jarinya mengeluarkan beberapa tetes darah.

__ADS_1


Alio berhenti bermain catur, menolehkan kepalanya dan dengan kening yang mengkerut pria itu bertanya. "Apa yang terjadi?"


"Ti-tidak apa-apa, Pak Presiden. Maafkan saya." Olivia menggelengkan kepalanya dan menyembunyikan tangannya ke belakang.


Kenapa pria itu mengerutkan kening? Apakah dia menyalahkanku karena mengganggu mereka bermain catur?


Angela Scarlett duduk di sana mengamati Alio dan Olivia secara diam-diam.


Pada saat yang sama, Angela perlahan-lahan mencengkeram bidak catur di tangannya.


Wanita selalu sangat sensitif.


"Apakah kamu benar baik-baik saja?" Angela juga bertanya pada Olivia.


"Ya, saya baik-baik saja." Olivia menjawab.


Saat Angela Scarlett menoleh ke Alio, suaranya menjadi sangat lembut dan manis.


Olivia diam-diam melirik Alio, mata pria itu semakin tajam dan otot-otot wajahnya menegang.


Pria itu tampak sangat tak senang. Sepertinya…Olivia sudah berani memprovokasi pria itu.


Tapi itu bukan salah Olivia, karena ia tak pernah mengupas kepiting untuk orang lain kecuali untuk Olvi di waktu tertentu!


Jika bukan karena kesempatan tinggal bersama Olvi untuk waktu yang lama, ia tak akan pernah melakukan pekerjaan ini tak peduli siapa Nona Scarlett sekalipun.

__ADS_1


Jarinya sangat sakit.


Karena itu, berurusan dengan cangkang kepiting menjadi lebih sulit bagi Olivia.


Alio sedikit mengangkat pandangannya dan ia melihat Olivia kesal setengah mati.


Dengan mata birunya, pria itu meletakkan bidak catur dan berjalan lurus menuju Olivia.


Sementara Olivia membuka kepiting dengan penuh perhatian dan hati-hati, bayangan Alio menutupi dirinya.


Dia mendongak dengan cepat dan mendapati Alio sudah berdiri di depannya.


"Tunjukkan tanganmu!" ucap Alio dingin.


Olivia terlalu terkejut untuk bereaksi dan Alio tampak tak sabar setelah melihat sekilas, pria itu langsung menarik tangan Olivia tanpa ekspresi.


Olivia tak menyadarinya sampai ia menyentuh ujung jari Alio dan jantungnya berdetak kencang ketika jarinya bergetar.


"Saya baik-baik saja." Olivia sedikit gugup hingga bulu matanya bergetar seperti sayap kupu-kupu, sementara suaranya menjadi lembut. "Ini hanya luka kecil..."


— Bersambung —


***


Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~

__ADS_1


Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~


Thankyou so much and see you next chapter~


__ADS_2