
"Aku? Memang ... aku kenapa?" tanya Olivia yang tak terlalu mengerti maksud dari perkataan Julia.
"Maksudku ... mengenai Ayah dari anakmu, Kak. Saat Kakak hamil lima tahun yang lalu ... apakah sampai sekarang Kakak masih belum tahu siapa Ayah dari anakmu itu?" jelas Julia dengan wajah sok polos.
Julia sengaja berbicara dengan suara keras agar pembicaraan mereka terdengar oleh orang lain.
Dan benar, dalam sekejap mata ... mereka bertiga langsung menjadi pusat perhatian.
"Sekarang ... anak itu sudah berusia empat tahun, kan?" tanya Julia kembali—dengan ekspresi yang sok polos dan tanpa dosa.
"Ayah dari anak itu ... apakah sudah ketemu atau belum?" lanjut Julia bertanya terlihat tidak peduli dengan perasaan Olivia dan tatapan orang-orang terhadap mereka.
"Loh, bukankah dia Olivia, putri pertama keluarga stein?"
"Dengar-dengar, wanita itu hamil diluar nikah saat berusia 18 tahun? Apakah benar?"
"Oh ... jadi dia wanita yang sering digosipkan karena menjadi aib keluarga Stein?"
"Benar, banyak rumor yang mengatakan kalau dia adalah wanita yang tidak benar!"
"Iya, dia memang wanita yang tidak benar karena tidur dengan pria lain sampai hamil lagi!"
"Apalagi, saat itu dia masih bertunangan dengan Tuan muda Yuta!"
"Wow, jadi, sedang apa dia disini? Sungguh tidak tahu malu!"
"Berani-beraninya dia datang dengan wajah tebal tanpa dosa seperti itu!?"
Mendengar semua hinaan untuk Olivia, Julia pun menundukkan kepalanya lalu tersenyum samar.
Beberapa saat kemudian ... Julia mendongakkan kepalanya dan berkata dengan wajah sok polos.
__ADS_1
"Semuanya, mohon tenang! Bagaimanapun juga Kak Olivia tetap Kakak saya!" seru Julia sok baik.
"Meski Kakak pernah membuat kami sekeluarga kecewa, tapi Kakak berhak ada disini karena Kak Olivia adalah bagian dari keluarga Stein!"
Lagi-lagi, Julia mencari kesempatan dalam kesempitan untuk semakin mempermalukan Olivia.
"Julia, apa yang sedang kamu lakukan!?" tanya Yuta lalu menarik tangan Julia dengan ekspresi tak senang.
"Maaf Kak, aku hanya mengatakan fakta, apakah aku salah?"
Julia balik bertanya sambil memasang ekspresi sok merasa bersalah.
Meskipun Yuta marah pada Julia, namun saat ia melihat wanita itu ia tidak bisa menyalahkannya dan lebih memilih mengalah.
Olivia sudah sangat muak dengan sikap palsu Julia, tapi ia hanya diam saja sambil menahan dirinya.
Kenapa selama ini Olivia terus menahan dirinya?
Yuta Shiro.
Jika bukan karena pria itu ... Olivia mungkin akan menampar Julia sekarang!
"Aku terlihat sangat menyedihkan, lebih baik aku pergi dari sini," ucap Olivia tak ingin berpamitan.
Setelah meletakkan gelas winenya ... Olivia pun berbalik dan melangkah pergi keluar hotel.
Sepertinya, tanpa Olivia sadari ... ia sudah minum terlalu banyak dan hasilnya, ia mabuk karena saat ini kepalanya terasa sangat pusing.
Sepanjang jalan ... semua tamu menyoroti setiap langkahnya sambil berbisik-bisik.
"Kak Olivia, tunggu! Apakah Kakak marah?" tanya Julia yang masih belum puas.
__ADS_1
Lalu, Julia mengikuti Olivia sampai ia keluar hotel.
Setelah Olivia dan Julia berada di luar hotel, ternyata Yuta juga mengikuti mereka.
"Maaf, tapi aku harus pulang karena sepertinya ... aku sudah meninggalkan anakku sendirian terlalu lama," ucap Olivia dengan nada dingin.
"Kak Olivia, kami tidak bisa mengantar Kakak pulang sampai ke rumah karena acaranya masih berlangsung dan kami tidak bisa meninggalkan acara itu...," jelas Julia kembali merasa sok bersalah.
"Tapi aku sudah memesankan Kakak taksi online, tidak apa-apa, kan?" lanjut Julia kemudian.
Sikap Julia yang bermuka dua sungguh membuat Olivia ingin muntah!
Olivia akhirnya sadar, kalau ternyata ... semua ini adalah rencana Julia dan Jesi!
Dua wanita ular itu ingin mempermalukan Olivia—dengan cara mengungkit masa lalunya!
Benar-benar licik!
"Hm," balas Olivia malas.
"Olivia, biar aku antar kamu pulang!" timpal Yuta yang tiba-tiba menawarkan dirinya.
— Bersambung —
***
Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~
Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~
Thankyou so much and see you next chapter~
__ADS_1