Melahirkan Anak Untuk Presiden

Melahirkan Anak Untuk Presiden
Part 193


__ADS_3

Alea mencengkram gelas winenya semakin erat dan berhenti sejenak sebelum membalas. "Departemen keamanan kami telah melakukan penyebaran yang sangat ketat. Aku akan menemuinya secara langsung besok."


"Banyak saudara laki-lakinya mati di tanganmu sebelumnya, dia memandangmu sebagai—," Alio berhenti sejenak. "Yang jelas, kamu harus sangat waspada tentang betapa berbahayanya situasi besok."


Alea meminum winenya dan kemudian berkata. "Tenanglah! Bahkan jika itu berbahaya, tidak ada pihak yang benar-benar berani melancarkan serangan."


Alio mengangguk. "Kamu hanya perlu mencari tahu untuk apa dia datang dan apa yang akan dia lakukan kali ini, jadi kamu tidak perlu menghadapinya secara langsung."


"Aku tahu."


Siapakah Night Owl?


Dia dulunya adalah Bos tentara bayaran. Saat ini, statusnya setara dengan Bos Mafia di kalangan internasional. 


Anggota Night Owl dan senjatanya cukup kuat untuk bersaing dengan seluruh pasukan suatu negara dan mereka juga sudah pernah membunuh Presiden negara lain, sehingga semua negara takut padanya.


Jika Alio dan departemen keamanan bertempur besok, itu benar-benar akan menjadi pertempuran antara kedua pasukan dan konsekuensinya sulit dibayangkan.


"Kamu harus melaporkan kepadaku tentang situasi besok!"


"Oke," balas Alea meletakkan gelas winenya dan bersiap untuk pergi. 


Setelah beberapa langkah, wanita itu berhenti dan menatap Alio. "Ngomong-ngomong, seorang wanita baru saja menelponmu, aku memintanya untuk menelepon kembali sepuluh menit kemudian."

__ADS_1


Alio mengangkat alisnya, melempar handuknya, lalu meraih handphonenya dan mengetikkan kata sandi.


Itu Olivia.


Bagus, sepertinya wanita itu belum sepenuhnya melupakannya.


"Olivia...," Alea menggumamkan nama itu. "Jika aku tidak salah, dia adalah ibu keponakan kecilku, kan?"


"Hmm."


Alea sedikit mengangguk dan melirik Alio, lalu berkata dengan penuh arti. "Dion Scarlett tertarik dengan pernikahan baru-baru ini, manfaatkan kesempatan itu dan jangan biarkan Hansel Taylor mengambil kesempatan itu!"


"Pergilah tidur!" sahut Alio mengusir Alea dengan mata yang tampak gelap dan tak tertebak, pria itu tak menanggapi saran kembarannya. 


Alea yakin kalau Alio tahu bagaimana mempertimbangkan keuntungan dan kerugian, jadi tanpa banyak bicara, wanita itu membuka pintu dan kembali ke kamarnya sendiri.


Sembilan menit telah berlalu.


Alio meletakkan handphonenya dan duduk dengan santai di sofa, memeriksa email dengan iPadnya sambil menunggu telpon dari Olivia.


Tapi...


Dua puluh menit sudah berlalu, Alio melirik handphonenya yang tak kunjung berdering lagi.

__ADS_1


Akhirnya, Alio kehilangan kesabaran, pria itu melemparkan iPadnya ke samping, meraih handphonenya dan berjalan menuju kamar putranya.


Nyonya Wilson terlalu tua untuk begadang sampai tengah malam, jadi ia meletakkan buku cerita dan bersiap untuk tidur. 


Saat itu, Alio tiba-tiba masuk.


Olvi terbangun karena Alio terlalu berisik, kemudian anak itu bertanya. "Papa, kenapa Papa belum tidur?"


"Hmm."


"Aku baru saja bertemu tanteku."


Saat berbicara tentang Alea yang cantik, bocah lelaki itu menjadi sedikit malu.


"Tante memujiku karena tampan dan dia juga sangat cantik! Papa, bisakah Papa membawaku untuk bertemu tante lebih sering di kemudian hari?"


Alio melirik putranya dan berkata tanpa ampun. "Kalian berdua tidak cocok!"


— Bersambung —


***


Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~

__ADS_1


Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~


Thankyou so much and see you next chapter~


__ADS_2