Melahirkan Anak Untuk Presiden

Melahirkan Anak Untuk Presiden
Part 295


__ADS_3

Suara Olvi terdengar sedikit keras dan semua maid yang ada di ruangan itu mendengarnya.


Meskipun suara anak-anaknya terdengar lucu, para maid hampir tak bisa menahan diri untuk tidak tertawa.


Alio merasa sangat kesal, lalu ia pun melepas dasinya dan melemparnya ke samping.


"Kamu jangan membuat Papa marah dan naik ke atas lalu tidur!"


"Papa, ada apa?" tanya Olvi lalu menatap sang ayah dengan tatapan bertanya.


"Mamamu bilang ... kalau dia akan melupakan Papa, nanti coba kamu tanyakan padanya."


"Karena Papa terus menyakiti Mama, mungkin itulah alasan kenapa Mama mengatakan itu!?" ceramah Olvi.


"Olvi, kamu harus ingat! Meski Olivia ibumu ... tapi aku tetap Ayahmu!"


Olvi pun terdiam lalu tiba-tiba—matanya mulai berkaca-kaca karena kecewa.


"Aku dengar kalau Papa akan menikahi wanita lain, ternyata itu benar?" tanya Olvi sedih.


Mendengar itu, Alio langsung menatap kepala pelayan dengan tatapan tajam.


Lalu, Alio pun memalingkan wajahnya ke arah putranya.


"Laki-laki sejati itu takkan menangis semudah ini, hapus air matamu sekarang!" perintah Alio memberikan pendidikan yang keras pada Olvi.


Melihat putranya yang menangis, Alio teringat dengan Olivia dan dadanya terasa sesak, rasa bersalah terus menghantui Alio.


Setelah mengatakan itu, Olvi langsung berlari ke atas secepat mungkin.

__ADS_1


Dan beberapa saat kemudian, Alio hanya bisa mendengar tangisan putranya yang keras dari lantai atas.


Olvi memang sengaja menangis keras, karena ia takut kalau ayahnya tak bisa mendengarnya dari bawah.


Rasa sakit di dada Alio semakin dalam saat ia mendengar tangisan putranya.


Alio tidak tahu, betapa sedihnya perasaan Olvi saat ini.


Meski Alio tak bisa memahami perasaan anak itu sepenuhnya, tapi ia tahu kalau putranya itu menginginkan sebuah keluarga kecil bahagia, yang tinggal bersama!


Alio pun duduk di sofa dalam keheningan, lalu menyalakan sebatang rokok yang Alio biarkan terbakar tanpa diisap.


Alio tahu bahwa ia harus mengambil tindakan untuk menenangkan putranya yang bersedih.


Dan beberapa saat kemudian—suara tangisan sang putra sudah tak terdengar lagi.


Alio memerintahkan salah satu pelayan untuk memeriksa keadaan Olvi dengan harapan Olvi sudah tertidur dan tenang.


Alio mengisap rokok, lalu ia menghembuskan asapnya ke udara. Alio membiarkan asap dari rokoknya melayang diantara keheningan yang menghampiri.


Alio pun merenungkan masa depannya, yang penuh dengan ketidakpastian.


Alio bertanya-tanya dalam hatinya, apakah dia mampu melepas wanita yang sudah memberi warna pada kehidupannya.


Namun, perkataan ayahnya—tiba-tiba terlintas di benak Alio. Alio jangan pernah memberikan seorang wanita harapan tanpa dasar kalau tak bisa menikahnya!


Bagaikan sebuah tamparan keras Alio sadar—kalau perkataan ayahnya itu benar!


Alio merasa sangat bersalah karena Alio telah memberikan Olivia harapan tanpa dasar.

__ADS_1


Alio menyadari, bahwa masalah yang ia alami, merupakan akibat dari keputusannya, ia harus bertanggung jawab dan mencari jalan keluar!


Tanpa menyakiti Olivia dan semua orang yang terlibat!


...—oOo—...


Lucas mengangkat telepon lalu ia mendengar suara Hansel dari seberang telepon.


"Dimana kau!?" tanya Hansel tanpa basa-basi.


"Aku ada di lampu merah sekarang, ada apa!?" jawab Lucas cepat.


"Dimana wanita itu? Apa kau bersama wanita itu?" tanya Hansel kembali sedikit tidak sabar.


Lucas sempat ragu sejenak, lalu ia menjawab, "Wanita itu dijemput Alio Wilson dan ceritanya panjang," jawabnya sambil menjelaskan.


Hansel terdiam sejenak, lalu akhirnya berkata, "Kembali ke acara amal sekarang juga, jemput Nyonya Obella!"


"Nyonya sangat menyukaimu! Dan kau jangan sampai membuatnya kecewa!" lanjut Hansel.


Lucas mengangguk meskipun dia tahu bahwa Hansel tidak bisa melihatnya.


Lucas merasa sedikit bersalah—karena sudah membuat Nyonya Obella menunggu lama dan ia bertekad untuk tidak mengecewakannya!


...— Bersambung —...


...***...


...Kalau kalian suka dengan cerita ini, jangan lupa like, komen dan tambahkan ke favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya :)...

__ADS_1


...Thankyou so much and see you next part~...


__ADS_2