
"Tentu saja! Pikirkan saja hubunganku dengan Papa. Bagaimana mungkin aku tidak punya?" jawab anak kecil itu tampak sangat bangga.
Hanya sedikit orang yang tahu nomor telpon pribadi Pak Presiden alias Papanya!
Detik berikutnya Olvi menatap Olivia dan bertanya. "Mama, sampai sekarang kamu bahkan tidak punya nomor Papa, kan?"
"Hmmm … tidak," jawab Olivia mengangguk perlahan.
"Bukankah Papa sudah memberikannya pada Mama?" tanya Olvi lagi dengan alis mengerinyit.
Olivia menggeleng. "Tidak ada."
"Oke, Papa terlalu lambat, ingin mengejar Mama tapi tidak memberikan nomor telpon, bagaimana itu bisa berhasil?" Olvi menggerutu.
Olivia merasa malu saat mendengar itu. "Jangan bicara yang enggak-enggak! Cepat beri Mama nomor telepon Papamu! Ada sesuatu yang ingin Mama tanyakan padanya."
Olvi mengambil handphone Olivia dan menggunakannya dengan jari-jarinya yang putih dan kecil selama beberapa saat.
Tak lama kemudian, nomor Alio disimpan anak itu, Olivia melihat nama kontaknya, lalu menepuk kepala kecil putranya tanpa ragu. "Olvi!" tegurnya.
Si kecil benar-benar menyimpan nomor pria itu sebagai 'Suami Masa Depan' Olivia!
__ADS_1
Olivia ingin segera mengubahnya tapi gagal, karena tak peduli bagaimanapun ia mencoba, fungsi pengeditan tak akan berfungsi.
"Apa yang terjadi?" tanya Olivia bingung dengan alis yeng mengerut.
Apakah handphonenya error atau sesuatu? batin Olivia bertanya-tanya.
"Jangan di ubah! Ini adalah ID yang paling tepat," jawab Olvi tersenyum licik. "Mau bagaimanapun, dengan IQ Mama tidak akan bisa mengubahnya."
Olivia mengerti. "Kamu mengutak-atik handphone Mama dan membuat beberapa program disini, kan?"
"Bingo! Sepertinya … Mama tidak bodoh atau Mama tidak memiliki bakat genius sepertiku," tawa Olvi merasa sangat percaya diri.
Anak itu tak mau mengubah nama kontak itu untuk Olivia dan langsung berlari ke lantai atas.
Jadi, bahkan seorang anak kecil pun bisa memperdaya Olivia sekarang?
Apakah Alio dan putranya yang merencanakan hal ini?
...—oOo—...
Olivia mencoba menelepon Alio, melihat 'Suami Masa Depan' yang berkedip di layar handphonenya, ia masih merasa malu.
__ADS_1
Olivia takut orang lain akan mengetahuinya, jadi ia memegang handphonenya erat-erat agar tak terlihat, ia benar-benar tak bisa membayangkan apa yang akan Alio pikirkan tentangnya jika pria itu tahu ini.
Olivia ingat apa yang Alio katakan padanya tadi malam 'jika kau ingin kencan buta, setidaknya kau harus memilih pria yang cocok. Apakah kau pikir mungkin orang seperti Lucas menikah denganmu?'
Wanita itu menatap ke handphonenya dan cahaya di matanya menjadi redup, bisa dibayangkan kalau nama kontak 'Suami Masa Depan' ini akan membuat Alio merasa konyol.
Alio tak menjawab telepon.
Olivia menelepon pria itu dua kali, pertama di pagi hari dan yang kedua di siang hari, tapi Alio tak menjawab kedua telpon itu.
Alio pasti sangat sibuk.
Olivia tak bersikeras menelepon, tapi ia memeriksa handphonenya dari waktu ke waktu, menunggu pria itu menelepon kembali.
Saat itu hampir jam 1 siang dan istirahat makan siang Olivia akan segera berakhir dan tiba-tiba ... handphonenya berbunyi.
— Bersambung —
***
Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~
__ADS_1
Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~
Thankyou so much and see you next chapter~