
Mereka tak berani menyinggung orang berpengaruh sesuka hati.
"Sekarang, apa kalian tidak mau mendengarkan perintahku?"Angela tertawa. "Aku ini Angela Scarlett!!" Angela sangat marah sehingga ia mengangkat tangannya lagi untuk benar-benar menampar Olivia.
"Hentikan!" perintah suara dingin dari belakang Angela sebelum tangannya mendarat.
Tangan Angela terhenti di udara.
Para tamu undangan yang melihat kedatangan orang berpengaruh, secara otomatis menundukkan kepala mereka sebagai tanda penghormatan.
Di antara mereka, terdengar sapaan untuk Alea.
"Nona Alea, selamat malam."
Olivia juga menundukkan kepalanya dan menyapa Alea. "Selamat malam, Nona Alea."
"Panggil saja aku Alea," ucap Alea dengan suara lemah lembut.
Semua orang terkejut.
Alea dikenal karena temperamennya yang dingin seperti Alio.
__ADS_1
Biasanya, orang-orang memanggilnya Nona Alea. Ada rasa takut dan juga lega di antara para tamu undangan karena tadi tak menyinggung Olivia.
Muncul pertanyaan dibenak mereka, siapakah wanita ini dan apakah dia bisa disebut sebagai saudari dari Nona Alea?
Faktanya, Olivia merasa heran dengan suara Alea, tapi ia berhasil menutupi perasaannya dengan baik.
Olivia sangat bersyukur atas kedatangan Alea pada waktu yang tepat, ia tahu bahwa Alea sengaja datang ke sini, meskipun sebenarnya Alea bisa saja mengabaikannya.
"Nona Olivia hanya mengenakan gaun yang sangat biasa. Apakah layak bagi Anda semua untuk mengusirnya hanya karena Anda tidak menyukainya? Dia juga seorang tamu di sini," ucap Alea.
Kata-kata Alea bukan hanya untuk Angela Scarlett, tapi Alea juga menatap orang-orang di sekitarnya dengan tatapan dingin.
Kali ini, mereka tahu situasi ini sangat tidak menguntungkan bagi mereka, mun salah satu dari mereka memberanikan diri untuk mendekati Alea dan memberikan penjelasan. "Nona Alea, kami tidak tahu bahwa Nona ini adalah teman Anda. Selain itu, kami juga tidak ingin menyinggung Nona Angela Scarlett."
"Baik, Nona Alea."
Angela menyadari bahwa perkataan Alea membela Olivia, tapi ia tak bisa bertindak lebih jauh karena itu akan merusak harga diri dan reputasinya. Angela merasa sial karena bertemu dengan Alea.
Namun, Alea menambahkan. "Jika Nona Angela benar-benar menyukai gaun dengan permata seperti itu, saya akan mengirim seseorang ke rumah Anda besok. Mereka akan membawa semua gaun dengan permata terbaik di negara ini untuk Anda."
"Aku tidak--" ucap Angela tersipu, menyadari bahwa ia telah salah mengartikan dukungan Alea terhadap Olivia.
__ADS_1
"Sudahlah, mari kita akhiri saja ini! Jika Anda terus bertahan di sini, itu bisa merusak reputasi Anda sebagai calon istri Presiden," ucap Alea sambil menepuk bahu Angela dengan senyum.
Mendengar kata-kata 'calon istri Presiden', wajah Angela yang tadinya masam menjadi lebih baik.
Di satu sisi, Olivia menghela nafasnya. Ia mencoba untuk menyembunyikan perasaannya, seolah-olah ia tak peduli dan mengambil segelas jus lalu menyesapinya.
Calon istri Presiden ya...
Alea melangkah perlahan dan menatap Olivia sambil tersenyum.
"Terima kasih telah membantu saya, Nona Alea," ucap Olivia
Alea mengambil segelas jus. "Panggil aku saudari Alea, kamu adalah ibu dari keponakanku, kita bukan orang asing."
"Baik sa-sa-saudari," jawab Olivia masih terdengar sedikit gugup dan tak terbiasa dengan panggilan tersebut.
— Bersambung —
***
Kalau kalian suka dengan cerita ini, jangan lupa like, komen dan tambahkan ke favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya :)
__ADS_1
Thankyou so much and see you next part~