
Olivia tidak bisa mengontrol dirinya sendiri di dalam mimpinya dan bahkan ia tidak mau!
Saat itu, Alio merasa ciuman mereka semakin lama semakin menghanyutkan. Dan perasaan yang saat itu Alio rasakan—membuat jantung Alio berdebar kencang. Tapi tunggu...
Sialan! Olivia pasti mengira, kalau aku adalah Yuta! batin Alio yang merasa sangat frustasi.
Apakah wanita ini selalu menanggapi ciuman Yuta seperti ini?
Alio merasa sangat kesal saat memikirkannya kemudian ia mencium Olivia, seolah mencoba menghapus semua jejak yang ditinggalkan Yuta.
Untungnya, bus sudah dekat dengan terminal. Tidak ada orang di dalam bus kecuali mereka.
Keadaan didalam bus sangatlah gelap—tanpa pencahayaan. Tempat ini, adalah tempat yang bagus untuk bercinta.
Dan pasangan muda sangat menyukai tempat seperti ini.
Olivia setengah sadar atau lebih tepatnya, dia sudah bangun, tapi dia tidak berani membuka matanya.
Ini seperti mimpi dan Olivia tak percaya, kalau Alio akan benar-benar muncul dihadapannya!
Alio membawa Olivia ke pangkuannya lalu dia menyentuh payudara Olivia lembut—sehingga membuat wanita itu terbangun.
"Berhenti," lirih Olivia mengerang pelan, lalu ia mencoba bergerak mundur. Namun, tubuhnya malah menghantam kursi yang di depannya—sehingga tidak ada ruang bagi Olivia untuk bergerak.
Apa yang terjadi? Kita sedang berada didalam bus sekarang!
__ADS_1
"Apa maksudmu mengatakan berhenti, Olivia? Apa kau bercanda!?" tanya Alio, yang tak akan membiarkan Olivia pergi begitu saja.
Kalau Olivia setengah sadar tadi, sekarang ia benar-benar sadar dengan apa yang barusan bukanlah mimpi.
Alio sudah pulang dan dia sekarang berada di dalam bus bersamanya!
"Alio, apa kamu gila?!" teriak Olivia. "Ja-jangan disini! Ki-kita berada di dalam bus sekarang!"
Musim dingin memang sudah tiba, tapi Olivia malah berkeringat di musim dingin ini.
"Siapa yang gila, kau atau aku?" tanya Alio lalu mencengkram dagu Olivia erat.
"Olivia kau juga menikmati ciuman tadi," lanjut Alio sambil menatap Olivia intens.
Olivia dapat merasakan, jantungnya yang saat ini berdebar dengan sangat kencang.
Olivia tidak berani menoleh ke belakang untuk memastikan, apa sopir bus melihat mereka di belakang?
Olivia berpikir, lebih baik mati, daripada harus ketahuan oleh orang lain!
Olivia tak tahu kalau kini bus sudah diparkir di tempat yang paling gelap.
Sopir bus sudah keluar dari tadi, di antar oleh Arnold dengan sopan.
Sekarang, di dalam bus tidak ada orang selain mereka berdua, sedangkan di luar bus banyak sekali orang yang berjaga.
__ADS_1
Olivia menggigit bibirnya, lalu berkata, "A-aku pikir ... itu hanya mimpi."
"Mimpi? Mimpi apa!? Apakah mimpi itu mimpi basah dengan Yuta? '' tanya Alio menggertak.
Tatapan Alio berubah menjadi semakin dingin seolah-olah ... pikirannya mengganggu dirinya sendiri.
Rasa bahaya tiba-tiba menghampiri Olivia dan ia merasa malu saat tubuhnya gemetar.
Olivia tersentak, lalu dia mencoba mendorong tubuh besar Alio.
"Alio, aku tak akan membiarkanmu melakukan itu! Kamu itu pemerkosa!" seru Olivia marah.
Alio pun menyipitkan matanya, lalu menggigit telinga Olivia.
"Jika Yuta memintamu untuk tidur dengannya, kau pasti tidak akan menolaknya, kan!?" tanya Alio sarkas.
"Aku bukan hewan peliharaanmu! Kamu tidak bisa memperlakukanku seperti ini, Alio!" seru Olivia dengan tubuh yang bergetar hebat.
— Bersambung —
***
Kalau kalian suka dengan cerita ini, jangan lupa like, komen dan tambahkan ke favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya :)
Thankyou so much and see you next part~
__ADS_1