Melahirkan Anak Untuk Presiden

Melahirkan Anak Untuk Presiden
Part 137


__ADS_3

Mata Yuta yang penasaran dan ingin tahu membuat Julia merasa merinding, wanita itu buru-buru menahan emosinya dan kembali berubah menjadi sosok Julia yang lembut, ramah dan baik hati di depan Yuta.


Julia tersenyum pada Jesi. "Ma, Kak Olivia selalu lebih baik daripada aku, aku tidak bisa dibandingkan dengannya."


Yuta masih menatap mata Julia, seolah-olah ia ingin melihat apakah ada kebohongan?


Karena itu, Julia menjadi gugup, tak lama kemudian ... si nenek menarik perhatian Yuta.


"Yuta, kamu kan bekerja di istana Presiden. Pernahkah kamu memperhatikan kalau Pak Presiden dan Olivia…"


Yuta merasa pahit karena ia tahu apa yang ingin ditanyakan wanita tua itu.


Jesi langsung menyela mertuanya dengan suara cemberut. "Ma, Mama jangan bercanda! Pak Presiden dan Olivia? Tidak mungkin! Selain itu, Pak Presiden mengundang anggota keluarga kita untuk di promosi di TV, Olivia hanya dipilih karena dia beruntung."


Yuta tanpa sadar menolak kemungkinan yang dipikirkan wanita tua itu, lalu membuka suara. "Iya, saya setuju dengan Tante Jesi. Sejauh yang saya tahu, sama sekali tidak ada hubungan khusus antara Pak Presiden dan Olivia."


Jika mereka mengenal satu sama lain secara pribadi, mereka akan saling menyapa saat terakhir kali mereka bertemu di Lapangan Golf Gomes.


"Tuh kan apa kataku."


Jesi merasa cukup puas dan menghela nafas panjang secara bersamaan saat mengira ia benar.


Bagaimana bisa Jesi membiarkan Olivia lebih unggul dan melebihi Julianya!

__ADS_1


...—oOo—...


Ketika Olivia tiba di pintu ruang ganti, ia melihat sekelompok orang mengenakan setelan jas hitam berjaga baik di dalam maupun di luar ruangan.


Olivia mendorong pintu dan hendak masuk kedalam, namun … saat ia melihat Alio sedang mengenakan pakaian pelindung, ia merasa dilema saat ini.


Presiden sedang berganti pakaian di dalam, haruskah Olivia terus melangkah masuk atau melangkah mundur?


Tiba-tiba Alio melihat ke samping dan berkata. "Masuk!"


Setelah itu, Alio mengangguk pada staf medis di sampingnya.


Staf medis itu segera mengeluarkan satu set pakaian pelindung. "Nona Olivia, ini untukmu."


"Terima kasih."


Dalam sekejap, hanya ada Olivia dan Alio yang tersisa di ruang ganti.


Olivia menatap Alio dengan rasa terima kasih, lalu pria itu berkata. "Pakai APD mu dulu!"


Jadi Olivia mengenakan pakaian APD sesuai yang Alio suruh, pria itu menatap Olivia dan perlahan berjalan ke arah wanita itu.


Alio berhenti di hadapan Olivia dan mengangkat tangannya.

__ADS_1


Saat jari-jari Alio yang panjang hampir menyentuh leher wanita itu, Olivia merasa seperti tercekik dan melangkah mundur tanpa sadar.


Alio mengerutkan kening. "Kemari!"


"..." Olivia menggigit bibirnya sambil menatap Alio.


Dua kali, Olivia hampir dimangsa oleh Alio, jadi ia agak takut pada pria itu.


Alio menyipitkan matanya. "Apakah ini caramu berterima kasih padaku?"


Olivia menggeleng, meskipun tak mau, ia masih berjalan dengan patuh.


Alio melirik Olivia, meraih kerah wanita itu dan mengencangkannya.


Ternyata...


Alio hanya ingin membantu membenarkan pakaian wanita itu.


— Bersambung —


***


Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~

__ADS_1


Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~


Thankyou so much and see you next chapter~


__ADS_2