Melahirkan Anak Untuk Presiden

Melahirkan Anak Untuk Presiden
Part 209


__ADS_3

Melihat ekspresi Alio melembut, Olivia akhirnya merasa lega dan santai, wanita itu tahu Alio merasa puas usai mendengar jawabannya.


"Bisakah kamu mengembalikan handphoneku sekarang?" tanya Olivia setelah mengikuti Alio sebentar.


"Apakah ada sesuatu yang berharga di handphonemu?" jawab Alio sambil memandang wanita disampingnya.


Olivia langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat.


Pasti ada sesuatu di handphonenya! batin Alio merasa curiga.


"Masuk ke dalam mobil sekarang! Nanti aku akan mengembalikannya kepadamu. "


...—oOo—...


Alio mengusir semua orang-orangnya dan mengantar Olivia pulang.


Sebelumnya, Olivia hampir tak punya kesempatan untuk masuk ke mobil Alio. Duduk di samping pria itu, Olivia merasa malam itu seperti mimpi.


Mereka tak berbicara satu sama lain sepanjang jalan, meskipun mereka menyelesaikan semua kesalahpahaman yang ada, masih ada sesuatu yang tak menyenangkan di antara mereka. 


Alio menghina Olivia dan mengusirnya hari itu.


Olivia selalu berpikir itu adalah keputusan yang bijak untuk pindah dan hidup sendiri.


Alio benci menarik kata-katanya dan ia tak akan pernah meminta Olivia untuk pulang ke kediaman Presiden.


Tak lama kemudian, mereka tiba di daerah apartemen tempat Olivia tinggal.


"Kita sudah sampai," ucap Olivia membuka sabuk pengamannya. 


Sudah larut malam sekarang, seluruh area sunyi, sepertinya ... semua orang sudah tertidur nyenyak.


"Oke," balas Alio mengembalikan handphone Olivia.


Wanita itu membuka pintu, ia berpikir sejenak dan berucap pada Alio. "Jika Olvi masih bangun saat kamu tiba di rumah, beri dia ciuman selamat malam untukku."

__ADS_1


Alio mengerutkan kening. "Jika kau benar-benar ingin, lakukan sendiri."


"..." Olivia terdiam sejenak.  "Oke, saatnya mengucapkan selamat tinggal sekarang," ucap Olivia menunjuk ke apartemennya.


Alio mengerutkan kening, mengawasi Olivia yang menghilang masuk ke dalam gedung apartemen. 


Pria itu mengeluarkan handphonenya dan menelepon dokter Lay. "Kirim salep bekas luka ke kantorku besok!"


...—oOo—...


Di dalam apartemen, Olivia berdiri di dekat jendela sambil mengawasi Alio pergi. 


Wanita itu tak menyalakan lampu sampai mobil Alio benar-benar menghilang dari pandangannya. 


Kemudian, Olivia pergi mandi.


Olivia tak bisa tidur, ia menghempaskan dirinya ke tempat tidur usai mandi.


Olivia memang tak tinggal begitu lama di kediaman Presiden, tapi ia sudah terbiasa meminta Olvi tidur di sampingnya.


Sekarang, Olivia sangat merindukan putranya.


Mungkin aku benar-benar harus membicarakan tentang Olvi dengan pria itu. 


Alangkah baiknya jika Olivia bisa bersama putranya selama beberapa hari dalam seminggu.


Olivia terus memikirkannya. 


Kejadian di bus tiba-tiba terlintas dalam pikiran, yang membuatnya merasa malu. 


Olivia tak tahu bagaimana hal itu bisa terjadi.


...—oOo—...


Alio pergi ke kamar Olvi setelah sampai di mansion. 

__ADS_1


Olvi berada di tempat tidurnya, tapi anak itu belum tertidur.


"Papa, Papa sudah pulang!" ucap Olvi sambil tersenyum saat Alio membuka pintu. 


Mata anak itu tampak terbuka lebar dan bersemangat.


"Iya," balas Alio dingin seperti biasanya.


Olvi langsung duduk, ia menatap lurus ke belakang Alio, seolah-olah anak itu sedang menunggu seseorang muncul. 


Alio tahu persis apa yang dicari putranya. 


"Mamamu tidak pulang."


"..." Olvi tampak kesal dan kecewa. "Papa, ini semua salahmu! Mama tidak akan pergi jika Papa tidak membentaknya! Sekarang ... Mama tidak akan pernah pulang!"


Alio mengerutkan kening. "Tidurlah sekarang!"


Olvi mengerang dan berbaring tapi masih belum bisa tidur. 


Anak itu duduk lagi sambil menatap Alio. "Papa, kenapa Papa sangat buruk dalam mengejar wanita?"


"Kamu menyebalkan!" sahut Alio merasa kesal.


"Papa harus menghibur Mama saat Mama sedang down, tapi kenapa Papa memarahi Mama? Mama tidak sepertiku, dia tidak tahan dengan sifat Papa yang buruk."


Perasaan Alio benar-benar di singgung oleh seorang bocah berusia 4 tahun. 


Alio merasa putranya itu sangat menjengkelkan akhir-akhir ini!


— Bersambung —


***


Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~

__ADS_1


Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~


Thankyou so much and see you next chapter~


__ADS_2