
Alea tertawa. "Saya tidak menyangka Anda berani menyinggung Nona Angela Scarlett."
Alea tertawa. "Aku tidak menyangka kamu berani menyinggung Nona Angela Scarlett."
"Saya hanya tidak tahan," ucap Olivia. "Saya tidak tahu apakah itu akan menimbulkan masalah untuk Pak Presiden? Tapi jika saya membiarkannya bertindak seenaknya, maka di masa depan perilakunya akan semakin buruk."
Terakhir kali, jika bukan karena Alio, Olivia mungkin sudah dihancurkan oleh orang-orang itu.
Ketika Olivia teringat dengan kejadian terakhir kali, ia tak bisa tenang di hadapan Angela Scarlett.
"Saya mendengar tentang insiden terakhir Anda. Itu memang keterlaluan! Nona Angela Scarlett yang terkenal berpendidikan tinggi dan lemah lembut, Jika masyarakat tahu ini, Mereka tidak akan pernah percaya bahwa Nona Angela Scarlett melakukan trik kotor seperti itu," ucap Alea lalu memandang Olivia dari atas ke bawah.
Olivia tampak cantik dan cerah berkat gaun biru yang dikenakannya, Olivia memiliki tubuh yang bagus dan anggun, serta terlihat menawan dengan kalung berlian di lehernya yang membuatnya terlihat elegan dan berkharisma.
"Tidak heran Nona Angela Scarlett akan iri padamu," ujar Alea. "Gaun ini tak ternilai harganya. Sudah sepuluh tahun sejak gaun ini diberikan oleh ibuku kepada Alio untuk diberikan pada mempelai wanita di hari pernikahannya. Kamu sangat beruntung bisa memakainya."
Olivia merasa tak nyaman saat mengetahui bahwa gaun yang dikenakannya memiliki makna yang penting. "Aku tidak tahu kalau gaun ini sangat berharga. Aku akan menggantinya..." ujarnya dengan tergesa-gesa.
Alea langsung memahami pikiran Olivia dan memotongnya. "Jangan merasa gelisah atau bersalah! Gaun ini telah diberikan oleh Alio untukmu, kamu harus menghargainya dengan merawatnya dengan baik."
__ADS_1
Olivia merasakan intimidasi di hatinya saat menyadari maksud Alea. Ketika jarinya menyentuh permata di kalung itu, ia merasakan ujung jarinya menjadi dingin.
Olivia merasa bingung. Mengapa Alio memberikan gaun ini padanya, yang seharusnya dimiliki oleh Angela Scarlett karena Alio akan segera menikah dengan Angela Scarlett?
"Ayo, jangan bicarakan hal-hal yang membosankan seperti itu," ucap Alea seraya meletakkan gelas minumannya. "Mereka tak akan mengganggumu lagi. Dan jika Angela Scarlett masih datang menggagumu, ingatlah untuk memberitahuku!"
Olivia tersenyum dan menganggukkan kepalanya. "Baiklah."
Meski Olivia mendapatkan perhatian khusus dari Alea, tapi tampaknya Alea tak membutuhkan Olivia untuk saat ini.
Dengan mengambil undangan yang sudah Olivia terima, ia memutuskan untuk beristirahat sejenak di ruangan VIP dan pergi ke kamar di lantai atas.
Rena mengirimi Olivia pesan untuk menanyakan informasi tentang kasusnya dengan Angela.
Olivia hanya memberi tahu Rena bahwa ia baik-baik saja di sini. Namun, Olivia menyadari bahwa dengan kepribadian unik Angela, wanita itu mungkin merencanakan sesuatu untuk membalas malu yang dialaminya hari ini.
Oleh karena itu, Olivia harus tetap waspada.
Tiba-tiba, ada ketukan di pintu kamarnya.
__ADS_1
"Nona Olivia," seseorang memanggilnya dari luar.
Olivia meletakkan handphonenya dan berjalan menuju pintu.
Saat dilihat, ternyata itu adalah seorang pria besar dengan pakaian formal.
"Ada apa?" Oliviaa saling memandang dengan tenang, dan waspada.
"Kata Tuan Scarlett, silahkan turun! Acara amal di lantai bawah akan segera dimulai, Tuan Scarlett sudah memesankan tempat untuk Anda."
Meskipun nada bicaranya sopan, Olivia dapat melihat dari tampilannya bahwa pria tersebut tidak akan menerima penolakan. Dia merasa bahwa jika dia menolak, maka dia mungkin akan dipaksa untuk pergi bersamanya.
— Bersambung —
***
Kalau kalian suka dengan cerita ini, jangan lupa like, komen dan tambahkan ke favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya :)
Thankyou so much and see you next part~
__ADS_1