Melahirkan Anak Untuk Presiden

Melahirkan Anak Untuk Presiden
Part 97


__ADS_3

Olvi menopang wajahnya dengan kedua tangannya di bawah rahangnya sambil berpikir serius. "Ngomong-ngomong, Papa tidak mau menikahi Mama dan Papa juga tidak akan peduli dengan pendapat Mama. Setelah Mama menikah dengan pria lain, Mama akan meninggalkan Papa. "


"..."


Sebaliknya, wajah seseorang menjadi lebih dingin. Alio melirik putranya, lalu Olvi mengambil dua cheesecake untuk menyembunyikan kedua matanya yang besar sambil berharap.


Papa tidak bisa melihatku! Tidak bisa melihatku! Tidak bisa melihatku!


Olivia tak mengerti interaksi antara ayah dan anak itu dan hanya merasa kalau mereka berdua terlihat sangat aneh.


"Olvi, keluarlah bersamaku!" Alio meletakkan sendok di tangannya, meringkuk jari-jarinya dan menepuk meja.


"Ahhh ~" Wajah Olvi tampak muram, anak itu memegang pakaian Olivia dan tak bergerak sama sekali.


Alio terlihat sangat mengerikan, apakah Papa akan menghukumku?


Ohhhh tidak bisa ferguso, Olvi tak ingin dihukum oleh Ayahnya!


Alio berbalik dan melihat kalau putranya tak mengikutinya, sebaliknya … Olvi menyusut ketakutan di lengan Olivia.


Kemudian, Alio menunjukkan kelembutannya yang jarang sebagai seorang ayah. "Aku akan mengantarmu ke sekolah."


Namun, tampang Alio membuat Olvi menjadi lebih ngeri. Kemudian, tentu saja, Alio memerintahkan Arnold dengan suara yang dalam. "Arnold, angkat anak itu dan bawa dia pergi!"


"Mama! Mama! Aku tidak ingin Papa yang mengantarku! "

__ADS_1


Digendong paksa oleh Arnold, Olvi masih berjuang untuk memberontak.


Olivia merasa lucu. "Oke, ikut saja dengan Papamu. Jika kamu terus menahan kami di sini, kita semua akan terlambat."


...—oOo—...


Olvi merasa bahwa dia sebenarnya telah diculik oleh orang jahat!


Mobil yang mereka tumpangi bergerak maju dengan mulus di jalanan.


Olvi duduk di mobil dengan pipinya yang menggembung.


Sebaliknya, Alio duduk dengan postur elegan, tumpang tindih kaki kanannya diatas kaki kiri.


Kemudian, Alio melihat putranya dengan tatapan yang dalam.


Olvi menggelengkan kepalanya yang kecil dengan keras dan bertanya dengan wajah polos tanpa dosa. "Apa aku sudah melakukan kesalahan?"


"Apa yang Papa minta untuk kamu katakan? Dan apa yang kamu katakan?" jelas Alio bertanya-tanya.


"Papa memintaku agar Mama berhenti pergi ke kencan buta dan aku sudah mengatakannya!" Olvi merasa tak bersalah.


"Tapi Papa tidak..." Alio menghentikan ucapannya dengan ekspresi yang agak menahan malu.


Pria itu melirik putranya yang nakal itu, terbatuk-batuk dan membuka beberapa kancing atas kemeja jasnya sebelum ia menjadi normal kembali.

__ADS_1


Kemudian, Alio melanjutkan. "Tapi Papa tidak meminta kamu untuk mengatakan kata-kata lain!"


"Oh … maksud Papa saat aku bilang Mama tidak menginginkanmu?"


Alio mendengus dan tak mengatakan sepatah kata pun.


Olvi menyeringai. "Papa, kamu menyukai Mama, kan?"


Alio mengerutkan bibir dan keningnya, "Omong kosong!"


"Yah, Papa tidak suka Mama. Bagaimanapun, banyak pria yang menyukai Mamaku. Aku akan memanggil siapa saja Papa jika aku senang," kata Olvi sambil menggoyangkan kedua kaki kecilnya dengan gembira.


Alio jadi kesal. "Tentang merakit senjata, batal!"


"Yah…" Olvi tak merasa kesal tapi melepas tasnya yang besar. Kemudian, anak itu mengeluarkan permen lolipop dan memasukkannya ke dalam mulutnya yang kecil. "Kalau begitu aku akan memberi tahu Mama kalau Papa yang menyuruhku meminta Mama agar berhenti pergi ke kencan buta. Beberapa hari lagi, Mama akan bertemu dengan Om yang di kencaninya dan aku juga akan bertemu dengan Om itu. Jika dia cocok dengan Mama, aku akan langsung memanggilnya Papa!"


"..."


— Bersambung —


***


Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~


Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~

__ADS_1


Thankyou so much and see you next chapter~


__ADS_2