Melahirkan Anak Untuk Presiden

Melahirkan Anak Untuk Presiden
Part 191


__ADS_3

"..." Alio berdiri dan menyaksikan adegan itu, pria itu tak mampu berkata-kata.


Jika mereka terus seperti ini, anak itu pasti akan dimanja oleh Kakek dan Neneknya!


...—oOo—...


Ketika mereka memasuki rumah, para chef dan maid sudah menyajikan hidangan di atas meja makan.


"Dimana Alea?" tanya Alio menatap kursi kosong di seberang mejanya.


Alea Wilson, saudara kembar Alio yang sudah menjadi kepala departemen keamanan nasional selama bertahun-tahun.


"Dia bilang kalau dia akan mengerjakan beberapa tugas penting malam ini dan akan pulang nanti," jawab Nyonya Wilson.


Alio mengangguk, ia bisa menebak apa yang di maksud dengan tugas penting malam ini.


"Ini dia, apa yang disukai baby kita? Apakah cucuku suka paha ayam? Nenek akan mengambilkan paha ayam untukmu."


Semua perhatian wanita tua itu ditujukan pada cucunya yang lucu.


Olvi hanya mengambil semua yang ditawar Neneknya padanya, anak itu mengangguk dan berkata dengan semangat. "Aku suka semuanya!"


Dibandingkan dengan keaktifan Nyonya Wilson, Tuan Wilson tak banyak bicara, tapi diam-diam menaruh hidangan favoritnya ke atas piring anak itu.

__ADS_1


Olvi mendongak dan tersenyum manis. "Terima kasih, Kakek!"


Mendengar itu, Tuan Wilson tak bisa mempertahankan sikap serius dan berwibawanya tapi menyipitkan matanya karena senyum.


Ini sungguh keluarga yang bahagia dengan adanya cucu laki-laki!


...—oOo—...


Setelah makan, Alio telah memeriksa handphonenya untuk yang ketiga kalinya.


Wahh ... luar biasa, tidak ada pesan atau telpon dari Olivia sampai sekarang! Wanita itu pasti belum pulang ke kediaman Presiden.


"Apa yang kamu lihat, Nak? Dari tadi kamu terus menatap handphonemu dengan wajah bingung dan frustasi," tanya Nyonya Wilson memalingkan wajahnya dan berbicara dengan putranya.


"Tidak perlu," sahut Mama Alio. "Tidak peduli jam berapa sekarang, kamu dan cucu kecilku akan menginap di sini malam ini, Pah menurutmu juga begitu, kan?" lanjutnya kemudian sambil menatap suaminya.


"Ya, Mamamu mengalami kesulitan saat menunggumu pulang dan semua kamar sudah dirapikan," jawab Tuan Wilson.


"Cucuku tersayang akan menginap di kamar anak-anak," ucap wanita tua itu tersenyum dan memberi makan buah pada Olvi. "Kamar Nenek ada di sebelah kamar anak-anak. Bagaimana kalau Nenek menceritakan sebuah dongeng malam ini sampai kamu tidur?"


"Ide yang sangat bagus, aku akan mandi dan menunggu Nenek."


...—oOo—...

__ADS_1


Ibu Yuta merasa tak enak badan, jadi setelah istirahat di ruangan Yuta sebentar, Ayah Yuta mengantarnya pulang ke rumah.


Olivia menemani Yuta dan memberinya bubur yang di sediakan rumah sakit, pria itu tak punya nafsu makan yang baik dan makan sangat sedikit, tapi setelah makan beberapa suap, Yuta mendapatkan energi dan kemudian pria itu tertidur lagi.


Olivia meminjam charger dari perawat untuk mengisi baterai handphonenya di atas nakas samping tempat tidur.


Setelah menyalakan handphonenya, Olivia menyadari sudah lewat jam 11 malam.


Alio pasti sangat marah padanya.


Olivia sedikit membalikkan tubuhnya dan menelepon Alio.


Telepon berdering beberapa kali dan tak ada yang menjawab, Olivia menjadi sangat cemas.


— Bersambung —


***


Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~


Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~


Thankyou so much and see you next chapter~

__ADS_1


__ADS_2