
Saat itu, Olivia tahu kalau ia tak bisa menyimpan rahasia itu lagi dari Rena.
Namun, tak masalah kalau Olivia memberi tahu Rena semua tentang rahasianya, karena Rena pasti akan merahasiakannya.
Olivia berhasil lulus penilaian, pewawancara mengumumkan langsung di tempat kalau ia dipekerjakan.
"Nona Olivia, saya akan menghargai kinerja baik Anda di masa depan."
Dengan hormat, kepala departemen personalia sendiri yang berjabatan tangan langsung dengan Olivia.
Olivia merasa tersanjung, ia menduga ini semua karena Lucas. Sekarang … ia bahkan sangat ingin tahu tentang identitas Lucas.
Apakah Lucas adalah seorang pejabat senior?
Olivia mengambil kontraknya dan pergi, Rena menunggunya di sana, ia dengan bangga menunjukkan kontraknya dan Rena dengan penuh semangat memeluknya. "Kamu harus mentraktir aku! Ini kabar baik!"
"Oke." Olivia langsung mengangguk setuju.
"Tapi, sebelum itu … kamu harus menjelaskan semua ini kepadaku!" Rena sudah memikirkan apa yang Olivia katakan tadi.
Olivia melirik orang yang berlalu lalang di koridor dan sekelilingnya. Semakin banyak orang, semakin banyak mata, jadi … ia dengan hati-hati menarik Rena ke balkon di lantai paling atas.
Di musim ini, mereka merasa sedikit kedinginan saat angin bertiup.
__ADS_1
Olivia membisikkan semua rahasianya di telinga Rena dan yang terakhir membuat Rena sangat terkejut sehingga mulutnya terbuka lebar.
"Olivia, Olivia, cubit aku!" ucap Rena, "cubit aku! Apakah aku bermimpi?" lanjut Rena kemudian.
Olivia merasa terhibur oleh sahabatnya, kemudian ia mencubit Rena di pipinya.
Rena berteriak karena dia bahagia. "Aku tidak bermimpi! Anak sahabatku ternyata adalah putra seorang Presiden? Oh my god, this so amazing. Aku sangat beruntung bisa memiliki hubungan dekat dengan istri Pak Presiden! "
"Ssstt ... stop Rena, kata-katamu terlalu berlebihan!" Olivia memegang lengan Rena dan memelankan suaranya." Istri Pak Presiden? Hubunganku dengan pria itu tidak seperti apa yang kamu pikirkan. "
"Kenapa tidak? Kamu melahirkan seorang putra untuknya! Bukankah seharusnya dia yang bertanggung jawab untuk itu?"
Olivia melihat jauh ke depan dan melamun, lalu ia berkata. "Aku tidak berharap dia bertanggung jawab. Jika dia mencintai atau menikahiku karena tanggung jawab, aku tidak akan menerimanya. Selain itu ... sekarang dia memiliki tunangan yang jauh lebih baik dariku."
"Wakil Presiden Scarlett, apakah kamu mengenalnya?"
"Tentu saja."
"Putri wakil presiden, Nona Scarlett. Mereka berdua sangat cocok dan setara untuk bersanding karena berasal dari kelas yang sama."
Rena melirik Olivia tanpa kata-kata, kebahagiannya sudah lenyap sekarang.
Pak Presiden seperti bintang yang menggantung di langit dan bagi orang-orang seperti mereka, pria itu jauh dari jangkauan, sangat tak mungkin! Jika seseorang benar-benar ingin menyentuhnya, dia benar-benar harus berusaha sangat keras.
__ADS_1
Rena membuka suara. "Olivia, jika kamu tidak ingin terlalu kesal di masa depan, maka jangan sampai mencintai, Pak Presiden!"
Olivia tersenyum. "Percayalah, aku tahu itu dan sadar akan posisiku."
"Itu akan lebih baik." Rena menepuk pundak Olivia dan menyemangati sahabatnya.
...—oOo—...
Saat malam hari.
Di istana putih Presiden, dokter Lay diam-diam datang dan mengganti perban baru untuk luka Alio.
"Kamu sudah pulih dengan cukup baik, sepertinya nona Olivia adalah obat yang mujarab."
— Bersambung —
***
Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~
Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~
Thankyou so much and see you next chapter~
__ADS_1