Melahirkan Anak Untuk Presiden

Melahirkan Anak Untuk Presiden
Part 206


__ADS_3

Olivia takut, saat melihat Alio yang bersikap kasar seperti binatang buas.


Olivia tidak bisa membayangkan—apa yang akan terjadi pada dirinya kalau Alio membaringkannya saat ini juga.


Mungkin saja, pria itu akan menerkamnya!


Alio terengah-engah dan tangannya masih berada di pinggang Olivia dan memeluk Olivia erat, tapi ia tak melakukan lebih dari itu.


Alio berusaha keras menahan dirinya, untuk tidak melakukan hal itu.


Saat ini, hp Olivia tiba-tiba berdering.


Tadi, Olivia menjatuhkan handphonenya tanpa sadar dan saat handphone itu berdering, layarnya terus berkedip dan secercah cahaya menyinari mereka.


Olivia tersipu dan ia merasa lega karena Alio tak mengetahuinya karena ia membelakanginya.


Tapi…


Beberapa detik kemudian, saat Olivia melihat nama di layar handphonenya, kelegaannya langsung menghilang, karena orang yang menelponnya ternyata adalah Yuta!


Olivia merasa kalau Alio sangat tak menyukai Yuta, mungkin karena ia meninggalkan Alio di hari ulang tahunnya dan tinggal bersama Yuta.


Karena itu, setiap kali Olivia membahas Yuta, Alio akan menjadi sangat kesal.


Apalagi saat melihat nama Yuta, Olivia takut kalau Alio akan marah lagi!


Olivia sedikit panik dan mengulurkan tangan untuk mengambil handphonenya.


Namun, Alio juga meraih handphone Olivia pada saat bersamaan.

__ADS_1


Pria itu menatap Olivia, tapi wanita itu tak mau melepaskan handphonenya.


"Lepaskan!" perintah Alio dengan nada penuh peringatan.


"Jika kau tidak mau melepaskan, aku akan membuatmu menyesal sekarang!" lanjut pria itu karena Olivia tak bergeming.


Olivia menggigit bibirnya sambil bertanya-tanya apakah Alio berani melakukannya atau tidak.


"Satu!" ucap Alio sembari menatap Olivia dan mulai menghitung.


Olivia sedikit melonggarkan jarinya dan menatap pria itu. Alio acuh tak acuh seperti biasa. "Dua!"


Saat pria itu menghitung sampai tiga, Olivia langsung melepaskan cengkeramannya.


Alio langsung menekan tombol jawab dan meletakkan handphone Olivia di telinganya.


"..." Olivia masih menggigit bibirnya sambil menatap Alio dan bertanya-tanya apa yang sebenarnya ingin pria itu lakukan.


Tapi ... Olivia bisa menebak bahwa pria itu tak akan melakukan sesuatu yang baik.


Mendengar tak ada jawaban, Yuta semakin khawatir dan bertanya dengan tergesa-gesa. "Halo? Olivia? Kamu ada disana, kan?"


"Ya," sahut Alio akhirnya berbicara.


Saat berbicara, Alio menatap Olivia dengan tatapan yang dalam dan dingin hingga sulit untuk ditebak.


Olivia mencoba merebut handphonenya, tapi melihat tatapan Alio yang menakutkan, tangannya tiba-tiba terasa kaku dan kemudian ia langsung mengurungkan niatnya.


Olivia selalu merasa tak berdaya dengan Alio, jadi katakan apa pun yang pria itu suka! Lagi pula, tak ada masa depan antara Olivia dan Yuta.

__ADS_1


Dengan pemikiran itu, Olivia menjadi tenang.


Sementara itu Alio berbicara lagi. "Sekarang dia sedang melakukan latihan dengan saya ... latihan seperti di tempat tidur. Dia sangat lelah, jadi saya rasa dia tidak bisa menjawab telepon Anda. Tapi saya bisa menyampaikan pesan Anda padanya."


"Alio!"


Apa-apaan pria ini!


Olivia tersipu lagi, meskipun ia tak mungkin melanjutkan hubungan cinta dengan Yuta, bagaimanapun ia adalah seorang wanita, tak seperti Alio yang tak tahu malu!


"Jika kau tak ingin satu ronde lagi, cepat kenakan rokmu dan siap-siap turun dari bus!"


Alio mengabaikan protes wanita itu dan berbicara dengan dingin dan juga terang-terangan.


Sangat jelas, Alio mengatakan itu kepada Yuta dengan sengaja.


Olivia sangat marah sehingga matanya menjadi merah dan ia balas menatap Alio penuh protes.


Namun, Alio mengingatkan Olivia dengan situasi memalukan mereka berdua, jadi wanita itu berbalik, merapikan dirinya dan turun dari bus.


— Bersambung —


***


Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~


Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~


Thankyou so much and see you next chapter~

__ADS_1


__ADS_2