Melahirkan Anak Untuk Presiden

Melahirkan Anak Untuk Presiden
Part 382


__ADS_3

Mengingat hal itu, Olivia menyentuh bibirnya.


Kemudian, tanpa sadar Olivia tertidur lagi, ia benar-benar sangat lelah. Sepertinya, sepanjang malam tadi sudah menebus tidur yang ia lewatkan selama dua hari ini.


"Okey, sekarang kamu lagi di mana?" tanya Rena.


"Aku lagi di Hotel King."


"Hotel King? Aku nggak salah dengar, kan?" ucap Rena langsung jadi tertarik. "Kamu menginap di sana semalam? Itu bukan tempat untuk orang biasa tinggal, kan! Ya iyalah, kamu kan melahirkan anaknya Presiden, jelas bukan orang biasa."


"Ssstt!" Olivia mengingatkan dengan hati-hati.


Rena dengan cepat menutup mulutnya. "Ups, aduh dasar mulut ember, saat kritis seperti ini nggak boleh ngomong ngaco!"


"Anakmu bilang kamu pergi sama Arnold. Eh, kamu masih di sana?" sambung Rena dengan suara pelan.


"Hmmm," balas Olivia bergegas sarapan. "Tolong bawakan laptop kerjaku ya, Ren. Sepertinya, aku nggak akan pulang lagi. Oh iya, Olvi udah berangkat sekolah belum?"


"Udah berangkat, tenang aja."

__ADS_1


"Oke, kita ketemu nanti ya."


"Oke, see you."


...—oOo—...


Sesampai Olivia di gedung kantor, ia langsung diseret Rena ke tempat sepi di balkon dan dipaksa untuk menjelaskan apa yang terjadi semalam sehingga ia tak pulang ke apartemen.


Olivia menjelaskan seluk beluknya dengan suara pelan, hingga sangat detail.


Rena tercengang sampai kedua matanya melotot sambil berkata dengan pelan. "Kalian berdua beneran ... di saat begini, masih aja bisa kencan sembunyi-sembunyi, kalian berdua terlalu nekat!"


Olivia memanyunkan bibirnya. "Apaan sih, 'kencan sembunyi-sembunyi', terdengar aneh banget!"


"Kita berdua juga nggak saling bercinta," bantah Olivia, matanya terfokus ke jalan di bawah gedung.


Antara Alio dan dirinya, sebenarnya ... mereka belum bisa dianggap sedang berkencan, kan?


Meskipun, sepertinya mereka sudah melakukan semua yang harus mereka lakukan dan bahkan ... sudah melanggar larangan itu lima tahun yang lalu, tapi... tampaknya tak ada yang ingin mengungkap tabir di antara mereka.

__ADS_1


Dan sekarang, Alio dan Angela Scarlett mungkin akan menikah.


Olivia tetap tak memiliki keberanian untuk bertanya apakah Alio punya niat seperti itu. Sepertinya, Olivia tak bisa menemukan waktu yang tepat untuk mengajukan pertanyaan apa pun.


"Aduh, dari nada bicaramu kok terdengar pahit dan kecewa gitu, ya?" ejek Rena sambil menyipitkan matanya. "Jangan-jangan karena semalam kalian berdua tidur bersama, tapi ... nggak ada yang terjadi, kan?"


Olivia pura-pura marah dan memukul lengan Rena. "Kamu cuma mikirin hal itu doang."


"Kan udah dewasa, mikirin itu gak melanggar hukum. Lagi pula, kalian udah tidur bersama berapa kali, Alio masih bisa tahan, memang hebat banget!"


Olivia tak menjawab, ia menghindari topik tersebut, tapi ia teringat sesuatu dan berkata. "Malam ini, aku nggak bisa makan malam bareng kamu dan Olvi, tolong beri tahu putraku."


"Kamu mau mana?" tanya Rena melirik Olivia sekilas, tiba-tiba ia mengerti dan langsung mengangguk. "Oke, aku paham. Aku akan menjaga putramu, nggak masalah kalau kamu pulang agak larut."


— Bersambung —


***


Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~

__ADS_1


Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~


Thankyou so much and see you next chapter~


__ADS_2