Melahirkan Anak Untuk Presiden

Melahirkan Anak Untuk Presiden
Part 204


__ADS_3

Tak ada satupun dari mereka yang menyadari, kalau dari kejauhan—ada sebuah mobil warna hitam yang sedang mengawasi mereka dalam kegelapan malam.


Salah satu pria dalam mobil tersebut ternyata salah paham kemudian ia menatap dua orang yang sedang berpelukan didepan itu—dengan tatapan tajam dan juga dingin.


...—oOo—...


Beberapa menit kemudian ... Olivia keluar dari apartemen Yuta, lalu ia pulang naik bus.


Dua hari yang lalu ... ia pindah dari apartemen Rena karena ia sudah menemukan apartemen baru.


Namun, Olivia masih belum terbiasa tinggal di apartemen barunya sendirian karena ia sudah terbiasa dengan tempat tinggal lamanya.


Setiap malam ... Olivia selalu kesepian, tapi ia harus terbiasa dengan semua ini.


Di dalam bus, hanya ada beberapa orang saja termasuk Olivia.


Lalu, Olivia mengalihkan pandangannya dan ia menatap keluar jendela dengan perasaan sedih.


Bus yang Olivia tumpangi melaju pelan dan ia semakin lama semakin mengantuk, lalu tidak lama kemudian Olivia pun tertidur.


Rombongan penumpang naik dan juga turun, di setiap halte.


Karena Olivia tidur dengan sangat nyenyak, ia sampai tak sadar kalau ada seorang pria yang duduk di kursi disampingnya.


Pria itu mengenakan setelan serba hitam dan masker hitam lalu pada saat yang bersamaan deretan mobil berwarna hitam mengikuti bus.


Namun, deretan mobil hitam itu tak menyalip bus, melainkan hanya mengikuti bus dengan pelan dari belakang.

__ADS_1


Olivia yang sedang tertidur pulas, tanpa sadar meletakkan kepalanya di bahu pria itu.


Lalu, pria itu pun mengerutkan keningnya saat dia merasa kepala yang bersandar di bahunya dan hembusan nafas wanita itu terasa hangat di leher pria itu.


Pria itu pun mengalihkan pandangannya, lalu pria iru memandang wajah cantik Olivia yang bagaikan bidadari tengah tertidur pulas.


Yuta pasti sering melihat ini…, batin Alio yang entah kenapa tiba-tiba merasa sangat kesal.


Saat ini ... Alio hanya ingin mendorong kepala Olivia menjauh darinya.


Lalu, tanpa sengaja ... Alio mendorong kepala Olivia menjauh.


Dan karena dorongannya sangat kuat, kepala wanita itu terdorong ke sisi lain.


Alio sangat terkejut saat melihat kepala Olivia yang hampir terbentur jendela lalu dia dengan sigap melindungi kepala Olivia menggunakan tangannya.


Sehingga kepala Olivia tidak terbentuk jendela dan hanya menabrak tangannya.


Alio malah semakin kesal saat melihat wanita itu yang masih tertidur pulas. Bagaimana bisa dia masih tertidur pulas? batin Alio heran.


Tak lama kemudian, Olivia membuka matanya sedikit dalam keadaan setengah sadar.


Sekarang, Olivia tidak tahu dimana dia berada, lalu samar-samar, ia melihat ada seorang pria yang duduk di sampingnya.


Olivia mengira kalau pria itu adalah Yuta, lalu dia berbisik dengan suara yang sangat pelan.


"Yuta?" panggil Olivia yang berpikir, dia sudah mengucapkan selamat tinggal pada Yuta, tapi entah mengapa, ia malah melihat sosok Yuta di sampingnya? Apakah ia bermimpi?

__ADS_1


Lalu, Olivia menutup matanya kembali dan dia tertidur lagi karena sangat kelelahan.


Akhir-akhir ini, Olivia sangat sibuk sampai dia sulit sekali tidur nyenyak.


Nama seorang pria, yang baru saja dibisikkan oleh Olivia, terdengar sangat jelas oleh Alio di sampingnya.


Alio merasa sangat kesal dan tatapannya pun berubah menjadi semakin dingin.


Alio melepaskan maskernya dan pada saat itu juga ia mencium bibir Olivia.


Ciuman ini ... kenapa rasanya seperti ciuman Alio? batin Olivia yang merasa sedang dicium oleh Alio, tapi ia malah merasa kalau ciuman itu seperti mimpi.


Olivia kira, Alio sedang berada di Istanbul saat ini karena turnya selalu disorot oleh media.


Bahkan, jika Alio tak ada di Istanbul sekarang, tak mungkin pria itu bisa berada di dalam bus ini!


Pernahkah pria itu mencium Olivia seperti ini? Dan apakah lidah wanita ini slalu menanggapi ciuman pria itu? batin Alio bertanya-tanya.


Ada begitu banyak pertanyaan tentang Yuta—yang bersarang dalam benak Alio.


Namun, sebelum Alio menemukan jawaban atas pertanyaannya, ia sadar kalau ia sudah melakukan sesuatu yang salah karena rasa cemburu.


— Bersambung —


***


***Kalau kalian suka dengan cerita ini, jangan lupa like, komen dan tambahkan ke favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya*** :)

__ADS_1



***Thankyou so much and see you next part***~


__ADS_2