
Olivia mengambil selembar handuk, lalu ia mengeringkan tubuhnya yang basah. Setelah itu, ia mengenakan bathrobe—untuk menutupi pakaiannya yang tembus pandang sambil menoleh ke arah sang putra yang masih asyik berendam di dalam bak mandi bersama sang ayah.
"Olvi sayang, kalau kamu udah puas mandinya, ayo kita bilas badanmu," ucap Olivia dengan nada lemah lembut.
Olvi mendongak, lalu melihat ekspresi galak ibunya, karena takut sang ibu akan marah besar, ia langsung menjawab, "oke."
Setelah mendapatkan persetujuan dari anaknya, Olivia pun langsung berjalan ke arah putranya.
Melalui ekor matanya, Olivia tak sengaja melihat Alio yang sedang menatapnya dengan tatapan tajam. Meski Olivia tak tahu, apa yang sedang Alio pikirkan saat ini, ia tetap mengangkat sang anak dari dalam bak mandi, lalu meletakkannya di bawah shower. Olivia menyalakan air hangat, lalu membersihkan semua busa yang menempel di tubuh anaknya.
Setelah itu, Olivia mengusap setiap tetesan air di tubuh sang anak menggunakan handuk dengan lembut, lalu ia membalut tubuh anaknya yang te*an*ang dengan handuk.
Beberapa saat kemudian—Olivia keluar dari kamar mandi sambil menggandeng putranya, lalu memakaikan piyama pada putranya.
"Tunggu sebentar, Nak. Mama mau ngambil hairdryer buat ngeringin rambutmu dulu," ucap Olivia, lalu berjalan menuju kamar mandi untuk mengambil hairdryer.
__ADS_1
Saat Olivia memasuki kamar mandi, ia berpapasan dengan Alio, yang kebetulan keluar dari kamar mandi. Alio sudah mengenakan bathrobe dan pria itu terlihat sibuk menerima telepon.
...—oOo—...
Olivia terlihat melamun saat mengeringkan rambut anaknya, lalu bertanya, "um, Nak. Malam ini kamu mau tidur sama Mama atau Papa?"
Setelah mendengar itu, Olvi langsung melihat ranjang berukuran king size yang saat ini ia duduki, lalu menjawab, "loh, bukannya kita bertiga bisa tidur bareng? Tempat tidurnya luas banget loh, Ma?"
Olivia terlihat sangat terkejut saat mendengar itu sampai tangannya yang sedang mengeringkan rambut anaknya terhenti saat itu juga.
"Oke, rambutmu udah kering. Oh iya, Nak, kamu udah ngerjain PR-mu, kan? Kalau udah, bawa PR-mu sini biar Mama periksain," ucap Olivia mencoba mengalihkan topik pembicaraan setelah berhasil menenangkan dirinya.
Namun, tiba-tiba terdengar suara tabrakan yang cukup keras, saat Olivia hendak mengembalikan hairdryer ke kamar mandi.
Disisi lain, Olvi berlari terlalu cepat, sampai-sampai menabrak kaki Alio dengan sangat keras dan hal itu membuat anak itu mundur kesakitan sambil mengusap hidungnya dengan lembut.
__ADS_1
"Kau mau kemana?" tanya Alio, saat ia melihat sang putra hendak keluar kamar.
"Aku mau ngambil PR-ku, Pa," jawab Olvi cepat, lalu Alio menganggukkan kepalanya sambil menggeser tubuhnya, mempersilahkan anak itu keluar.
Lalu, Olvi pun melanjutkan perjalanannya yang sempat tertunda karena insiden kecil.
Setelah Olvi pergi, Alio langsung menoleh ke arah Olivia, yang saat ini berpura-pura tak sadar akan kedatangan Alio dan sibuk dengan hairdryer yang ia pegang.
Kamar Alio sangatlah besar, tapi begitu Alio masuk entah kenapa Olivia merasa sangat tertekan berada di kamar itu.
— Bersambung —
***
Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~
__ADS_1
Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~
Thankyou so much and see you next chapter~