Melahirkan Anak Untuk Presiden

Melahirkan Anak Untuk Presiden
Part 256


__ADS_3

Olivia tak menyembunyikannya, ia hanya mengangguk. "Aku pikir Alio tidak tidur nyenyak akhir-akhir ini, jadi aku membiarkan dia tidur lebih lama. Apakah aku harus membangunkannya sekarang?"


Arnold menatap arloji di pergelangan tangannya. "Akan ada konferensi  yang sangat penting dalam waktu sekitar dua puluh menit."


Olivia langsung memahami maksud dari perkataan Arnold. "Baiklah, aku akan membangunkannya."


Arnold mengangguk. "Terimakasih Kakak ipar!"


Olivia hanya tersenyum, kemudian ia naik ke atas.


Ketika Olivia membuka pintu kamar dan masuk ke dalam, Alio masih tertidur nyenyak dengan nyaman.


Olivia melihat ada lingkaran hitam samar di bawah mata pria itu. Olivia merasa hatinya tak nyaman membangunkan Alio, tapi itu tak membuat Olivia menunda tujuannya untuk datang ke sini.


Olivia membungkuk dan menepuk pundak Alio, pria itu selalu waspada dan ketika ia merasakan sentuhan itu, ia langsung terbangun.


Ketika Alio mendongak dengan ngantuk dan melihat bahwa itu adalah Olivia, perasaannya menjadi tenang. Alio kemudian merebahkan tubuhnya dan meletakkan satu tangan di belakang kepalanya. "Jam berapa sekarang?"


"Delapan lewat sepuluh." Olivia mengambil remote control dan bertanya. "Apakah aku harus menutup tirainya lagi? Kamu masih terlihat mengantuk."

__ADS_1


Alio menjawab, "Tidak, aku sudah bangun."


Alio mencoba duduk lagi, meskipun ia masih sangat mengantuk.


Cahaya silau matahari yang memancar masuk melalui jendela memaksa Alio untuk membuka matanya, ia berhasil meskipun ia melakukannya dengan malas.


Alio bersandar di tempat tidur dan bertanya tanpa menatap Olivia. "Kapan kau bangun?"


"Sudah satu jam yang lalu," jawab Olivia. "Arnold sudah menunggu di bawah dan meminta tolong padaku untuk membangunkanmu karena ada pertemuan penting yang tidak dapat ditunda lagi dalam dua puluh menit."


Sambil tetap bersandar dan memejamkan matanya, Alio merasa masih saja mengantuk.


Olivia memanggil Alio dengan lembut dan sedikit protes, "Alio, masa iya kamu tidur lagi? Aku harus membangunkanmu, apa pun yang terjadi."


"Aku akan menunggumu di luar kamar," ujar Olivia yang merasa canggung, segera keluar dari kamar, seolah-olah ia ingin menyelamatkan dirinya dari Alio.


Di luar kamar, Olivia menunggu sambil berdiri. Alio keluar dari kamar dengan langkah santai, melewati Olivia tanpa menoleh, terlihat keren dengan kedua tangannya dimasukkan ke saku celananya.


Olivia mengikuti Alio dengan canggung dari belakang. Pria itu memiliki kaki yang panjang dan langkah yang besar sehingga Olivia merasa sedikit kelelahan dan hanya bisa melihat punggung Alio karena tak bisa mengejarnya.

__ADS_1


Tiba-tiba, Alio berhenti dan bertanya, "Apa yang kamu lakukan?"


Sekarang Olivia telah mengikuti Alio keluar dari kamarnya dan ada beberapa maid yang lewat di sini.


Para maid menyambut mereka dengan hormat saat melihat keduanya.


Olivia merasa cemas bahwa orang lain mungkin salah memahami hubungan mereka.


Wajah Olivia memerah dan tanpa sadar ia menatap Alio.


Alio yang melihat reaksi Olivia, memutuskan untuk sedikit bermain-main dengan situasi ini.


Pria itu tersenyum dan menggenggam tangan Olivia, ia tak membiarkan wanita itu pergi dengan mudah.


Lalu, Alio menyeret Olivia ke kamarnya dengan genggaman tangan yang erat.


— Bersambung —


***

__ADS_1


Kalau kalian suka dengan cerita ini, jangan lupa like, komen dan tambahkan ke favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya :)


Thankyou so much and see you next part~


__ADS_2