Melahirkan Anak Untuk Presiden

Melahirkan Anak Untuk Presiden
Part 61


__ADS_3

"Aku … saya tidak bermaksud melakukan itu," balas Olivia tergagap.


Kemudian, Olivia akhirnya menyadari kalau dirinya berada dalam pelukan Alio.


Selain itu, saat mereka berbicara, bibir mereka sangat dekat!


Hanya dengan satu gerakan kecil, bibir mereka akan bersentuhan satu sama lain.


Sambil menahan napas, Olivia mengangkat pandangannya dan menatap mata Alio.


Tapi Olivia memalingkan wajahnya dengan buru-buru dan akhirnya terfokus pada bibir pria itu.


Oh my god!


Bahkan bibirnya sangat seksi.


Dan aku baru saja mencium pria ini, rasanya ... not bad.


Tunggu! Apa yang sedang aku pikirkan dalam situasi seperti ini?!


Olivia merasa malu atas pikirannya sendiri.


Tangan Olivia bergerak menyentuh lengan Alio yang kuat, berniat untuk melepaskan diri darinya.


Namun, detik berikutnya...


Alio mengencangkan pelukannya dan menyegel bibir Olivia dengan tiba-tiba, membuat wanita itu gemetar ketakutan.


"Hum..."

__ADS_1


Semua pikiran Olivia benar-benar kosong karena terpana dan tangannya di lengan pria itu langsung melemah.


Seolah-olah semua tenaganya telah diserap dalam sekejap, bahkan ujung jarinya juga bergetar.


Olivia tak pernah mencium siapa pun kecuali pria di depannya, bahkan ketika ia masih pacaran dengan Yuta, berpegangan tangan saja bisa membuat wajahnya memerah.


Selain itu, Olivia tak memiliki pengalaman dalam berciuman seperti kejadian terakhir lima tahun lalu.


Karena itu, saat ini … ciuman benar-benar asing baginya.


Olivia menutup rapat kedua matanya dan hampir lupa caranya bernafas.


Tak lama kemudian, wajahnya dipenuhi dengan keringat.


Alio tiba-tiba menciumnya lebih panas dan Olivia dikejutkan oleh keganasannya. Tapi, pria itu tak berbuat sesuatu lebih dari ini dan hanya menyipitkan matanya.


"Apakah kau masih berani bertingkah lagi?"


...—oOo—...


Olivia masih merasakan perasaan panas yang menyelimuti dirinya.


Gila! Benar-benar gila!


Bagaimana Olivia bisa sangat pikun sampai mencium Alio berkali-kali ?! Olivia takut pria itu akan berpikir kalau ia melakukan hal itu dengan sengaja.


Olivia merasa sangat kesal, setelah merengek ia menenggelamkan wajahnya ke dalam selimut.


Saat bernafas, Olivia masih bisa mencium aroma tubuh Alio. Kemudian, Olivia meletakkan tangannya di depan dada hanya untuk memastikan bahwa jantungnya sudah berhenti berdebar tak karuan.

__ADS_1


Perasaan ini benar-benar mengerikan!


...—oOo—...


Keesokan harinya.


Olivia mendandani Olvi di atas tempat tidur, sementara Olvi masih merasa sangat mengantuk, anak itu menguap dan bertanya. "Mama, dimana Papa? Kenapa Papa tidak ada di sini? "


"Dia sudah bangun dan pergi tadi pagi, kamu harus tahu bahwa tidak semua orang bisa kesiangan seperti kamu."


Saat menyindir Olvi, tanpa sadar Olivia teringat dengan kejadian semalam dan ia merasa sangat malu.


Apakah Olivia perlu menjelaskannya pada Alio?


"Jadi, apakah Mama membuat bayi tadi malam?" tiba-tiba Olvi bertanya.


"Beraninya kamu membahas hal itu lagi? Jika bukan karena kamu, kami tidak akan..."


Olivia mengeluh, tapi saat membicarakan hal ini ia tak sengaja keceplosan.


Olvi seperti merasakan sesuatu, ia memiringkan kepalanya dan menatap Olivia dengan mata besarnya yang berbinar-binar. "Tidak akan … ada apa, Ma?"


— Bersambung —


***


Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~


Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~

__ADS_1


Thankyou so much and see you next chapter~


__ADS_2