
"Lepaskan aku!" teriak Olivia mengamuk, ia menatap bodyguard Alio dengan tatapan marah dan masih saja berjuang keras untuk memberontak.
Namun, dua bodyguard yang menahan lengan Olivia memiliki tenaga yang sangat kuat hingga membuat Olivia tak bisa melepaskan dirinya dari mereka.
Olivia menoleh ke arah Alio dan menatapnya dengan tatapan tajam lalu berkata. "Cepat suruh mereka untuk melepaskan aku! Kau masih memiliki urusan yang masih belum selesai denganku, Tuan kaya yang ter-hor-mat!"
Semua orang sangat terkejut saat melihat tingkah bar-bar Olivia.
Alio menatap Olivia dengan tatapan yang sangat dingin, seolah-olah ia ingin mengubur wanita itu hidup-hidup.
Olivia merasakan hawa dingin yang menusuk-nusuk dan langsung merinding saat melihat mata biru Alio.
Seketika Olivia merasa sangat takut, tetapi ia tetap memaksakan dirinya agar terlihat baik-baik saja dan menyembunyikan perasaannya.
Saat Olivia melihat Alio, entah apa hanya perasaannya saja ... tapi ia merasa kalau—pria didepannya ini terlihat sangat familiar!
Dimana aku pernah melihatnya? batin Olivia bertanya.
"Bawa dia ke dalam!" titah Alio dengan suara dinginnya yang membuat lamunan Olivia pun langsung buyar.
Ekspresi semua orang yang ada disana langsung menegang, Olivia terkejut saat mendengarnya dan tak lama kemudian, ia diseret dengan paksa oleh bodyguard pria itu.
__ADS_1
...-oOo-...
Di dalam ruang kerja yang lumayan besar, hanya ada Alio dan Olivia.
Alio memerintahkan semua bodyguardnya untuk berjaga di luar karena ia ingin berbicara empat mata dengan Olivia.
Kini, kedua tangan Alio mengantongi saku celananya dan ia bersandar di depan meja kerjanya sambil menatap Olivia dengan tatapan dingin.
Karena tersulut emosi, Olivia tak tahu lagi bagaimana ia harus menghadapi pria itu, ia bahkan merasa sangat sesak karena harus berada di dalam ruangan yang sama dengan pria itu.
Olivia meneguk salivanya sambil menatap pria di depannya, bahkan ia membutuhkan waktu yang lama untuk membuka suaranya.
Olivia adalah orang pertama yang memecahkan keheningan, ia memang sengaja bersikap kurang ajar, tak peduli seberapa kaya dan berkuasanya pria itu.
Karena ... pria itulah yang sudah menghancurkan hidupnya!
Namun, Alio hanya diam saja dan tak bereaksi, membuat Olivia semakin kesal dengan pria itu karena reaksinya tak seperti apa yang ia harapkan.
Awalnya, Olivia ingin mengatakan keluhannya selama lima tahun terakhir karena malam panas waktu itu!
Namun, setelah melihat reaksi pria itu, Olivia malah semakin membencinya.
__ADS_1
Olivia berjalan mendekati Alio lalu ia melambungkan tangannya dan ingin menampar wajah pria itu lagi.
Tamparan sebelumnya adalah tamparan untuk lima tahun yang lalu dan tamparan yang sekarang karena pria itu sudah seenak jidat menculik putranya!
Namun, sebelum tangan Olivia berhasil mendarat di wajah Alio, pria itu langsung menahan pergelangan tangannya!
Tangan Olivia tak punya kesempatan untuk menampar wajah pria itu lagi.
"Lepaskan aku! Kau menyakitiku!" seru Olivia yang berjuang keras melepaskan tangannya dari cengkraman Alio, tapi kekuatannya dan pria itu bagaikan gajah dan semut.
Olivia sangat kesal kemudian ia menundukkan kepalanya dan menggigit pergelangan tangan pria itu.
— Bersambung —
***
Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~
Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~
Thankyou so much and see you next chapter~
__ADS_1