Melahirkan Anak Untuk Presiden

Melahirkan Anak Untuk Presiden
Part 178


__ADS_3

Sebagai peran utama malam ini, Alio duduk di kursi utama, dikelilingi oleh utusan atau pemimpin negara lain dan berbicara berdampingan.


Saat Olivia memandang Alio dari jauh, ia hanya bisa melihat samping wajah pria itu.


Dalam cahaya terang, Alio tampak bermartabat dan elegan, kemewahan pria itu sangat mempesona sehingga orang-orang di sekitarnya tak bisa mengalihkan pandangan mereka.


Meski begitu, Olivia agak khawatir dengan Alio, sebab pria itu belum pulih dari sakitnya dan suhu tubuhnya akan terus meningkat malam ini.


Terlebih lagi, Alio tak makan apa pun sepanjang malam karena pria itu sangat sibuk.


Pesta berhenti sejenak dan Alio memasuki ruangan lain yang lebih privacy untuk beristirahat.


Akhirnya, semua tamu mulai makan.


Wakil presiden—Dion Scarlett dan dan perdana menteri agung—Hansel Taylor bertanggung jawab atas semua keadaan.


Sementara para tamu sedang menikmati fasilitas yang ada di pesta, Olivia membawa piring dan berjalan di tengah ruangan, tapi ia tak punya nafsu makan sama sekali.


Olivia berjalan mengitari meja dan mengambil beberapa hidangan ringan.

__ADS_1


Rena datang menghampiri sahabatnya, ia tertawa saat melihat Olivia. "Apakah hanya ini yang akan kamu makan? Makanan sedikit seperti ini tidak seperti kamu yang biasanya, apakah kamu sedang diet?"


"Aku hanya tidak nafsu makan," balas Olivia lalu berpikir sejenak. Kemudian, ia pergi ke tempat duduk sambil membawa piringnya saat tak ada yang memperhatikannya.


... —oOo—...


Di sebuah ruangan yang tampak minim cahaya


Alio bersandar di sofa karena lelah, pria itu merasakan sakit di kepalanya dan mengambil dua tablet obat lalu menelannya dengan air, tapi rasa sakit itu tak kunjung hilang.


Sementara itu, pintu didorong hingga terbuka dari luar, pria itu membuka matanya dengan hati-hati dan hanya dengan cahaya dari luar, Alio bisa melihat wajah wanita yang cantik.


"Bagaimana kau bisa sampai di sini? Malam ini tempat ini dijaga ketat, bahkan seekor lalat pun tidak bisa masuk ke sini," tanya Alio dengan nada dingin.


"Aku kebetulan bertemu Arnold di luar, sebenarnya … aku tidak ingin mengganggumu, tapi Arnold bersikeras agar aku membawakan ini kepadamu," jawab Olivia pelan sambil menutup pintu di belakangnya dan seluruh ruangan kembali jadi gelap.


"Membawa apa?" tanya Alio lagi duduk dengan tegak dan mengulurkan tangannya untuk menyalakan lampu di samping sofa.


Cahaya redup hanya menerangi area sofa tempat mereka bisa saling melihat dengan jelas.

__ADS_1


Malam ini, Olivia mengenakan pakaian formal, wanita itu memakai setelan hitam, rambutnya digulung tinggi yang membuatnya tampak dewasa dan pendiam.


"Aku tahu kamu belum makan apa-apa malam ini, jadi aku membawakanmu makanan. Makanlah sekarang! Atau makanannya akan dingin nanti."


Olivia meletakkan piring di atas meja di depan pria itu.


Alio melihat hidangan di piring yang dibawakan Olivia, lalu menatap wanita itu sambil tersenyum samar. Pria itu mengambil alat makan dari Olivia dan mencicipi hidangan itu.


"Kenapa kau tiba-tiba sangat peduli padaku?" tanya Alio pada Olivia.


— Bersambung —


***


Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~


Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~


Thankyou so much and see you next chapter~

__ADS_1


__ADS_2