
Olivia juga ingin menyapa putranya, jadi ia menelepon kembali.
Tapi kali ini, telepon berdering hanya sekali dan kemudian langsung ditolak oleh seseorang tanpa ragu-ragu.
Olivia sedikit terkejut, ia tahu itu pasti Alio yang menolak panggilannya, jadi ia menyerah untuk menelpon lagi agar tak mempermalukan dirinya sendiri.
...—oOo—...
Keesokan harinya...
Olivia menghabiskan sepanjang malamnya tidur di samping tempat tidur Yuta, ia terbangun saat orang tua Yuta datang dan selimut yang menutupi dirinya terjatuh ke lantai tanpa sadar.
"Ah, aku telat bangun?" ucap Olivia langsung melihat ke arah jam, sudah lewat jam 8. "Kamu akan segera dioperasi."
Olivia mengambil selimut itu dan menyadari kalau Yuta lah yang meletakkannya.
"Apakah kamu tidak apa-apa tidur seperti itu sepanjang malam?" tanya Yuta.
__ADS_1
Olivia melipat selimut dan menyisihkannya, kemudian ia menggelengkan kepalanya. "Lebih baik seperti ini, daripada berbaring di tempat tidur dan tidak bergerak."
Setelah beberapa saat, Dokter dan perawat yang menangani Yuta masuk ke dalam ruangan.
Dokter memeriksa kondisi Yuta dengan hati-hati, setelah memastikan bahwa semuanya normal, Dokter itu meminta beberapa perawat untuk membawa Yuta ke ruang operasi.
Setelah itu, Dokter mendiskusikan prosedur operasi Yuta dengan ayah Yuta, sementara Olivia dan ibu Yuta mendengarkan di dekat mereka.
Kemudian, Dokter itu memasuki ruang operasi, Olivia memeriksa jam tangannya dan berpamitan pada ibu Yuta. "Tante, karena Yuta sedang dioperasi sekarang, aku pulang dulu, ya?"
Ibu Yuta mengangguk sambil menggenggam tangan Olivia. "Terima kasih banyak untuk semalam, sekarang Yuta sedang dioperasi, kamu bisa pulang dan beristirahat dengan baik. Ngomong-ngomong, apakah kamu ada pekerjaan yang harus diselesaikan hari ini?"
Ibu Yuta menghela nafas dengan ragu-ragu.
"Tante, silakan saja," ucap Olivia.
Mendengarkan perkataan Olivia, ibu Yuta berbicara terus terang. "Tante bukan orang yang egois, tapi ... datanglah ke rumah sakit untuk menemui Yuta jika kamu tidak sibuk! Tante tidak tahu apakah kamu bisa mengetahui apa yang Yuta pikirkan tentangmu, tapi aku Mamanya dan aku percaya kalau kamu bisa datang dan menghabiskan lebih banyak waktu bersamanya, Yuta akan sembuh lebih cepat. Tante sedang tidak cukup sehat, jadi Tante tidak bisa menemani Yuta setiap saat."
__ADS_1
Olivia mengerti dan mengangguk. "Tante tenang saja, karena Yuta sudah menyelamatkanku. Bahkan, jika tante tidak meminta hal-hal ini, aku akan tetap datang ke sini untuk menemaninya begitu aku tidak sibuk. Aku pulang hanya untuk membersihkan diri, menyiapkan beberapa barang dan memasak sup agar Yuta sehat."
Mendengar ucapan Olivia, ibu Yuta merasa lega dan tersenyum senang. "Aku dulu sangat menyukaimu dan sekarang aku tahu aku tidak salah ... meskipun Yuta pernah berhubungan dengan Julia sebelumnya, Julia orang yang tidak sabar dan tidak bisa diandalkan sepertimu. "
Olivia benar-benar ingin menghindari topik ini, terutama hal-hal antara Yuta dan Julia.
Jadi, Olivia hanya tersenyum tipis. "Tante, aku pamit pulang dulu."
Merasa bahwa Olivia tak suka membahas topik ini, ibu Yuta tak melanjutkan dan membiarkan wanita itu pergi.
— Bersambung —
***
Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~
Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~
__ADS_1
Thank you so much and see you next chapter~