Melahirkan Anak Untuk Presiden

Melahirkan Anak Untuk Presiden
Part 67


__ADS_3

Bulu mata Olivia hampir menyentuh hidung Alio, mata pria itu berwarna biru terang.


Tiba-tiba, Olivia merasa kehabisan oksigen dan tanpa sadar tubuhnya bergerak mundur mengikuti instingnya mendekati rak.


Olivia menjaga jarak aman dengan Alio. Karena ... pria itu sangat berbahaya! Hanya bertatapan sebentar saja Olivia akan kecanduan.


Namun, Olivia terjebak di antara Alio dan rak buku, sekarang usahanya tampak sia-sia.


Olivia pikir, Alio akan memundurkan langkahnya. Tapi ... ternyata tidak!


"Apa pendapatmu tentang dia?" Alio tiba-tiba bertanya.


Dengan sebuah buku di tangannya, pria itu menjepit Olivia di rak buku sambil membungkukkan tubuhnya dan memandang mata Olivia.


Alio sangat tinggi, karena itulah perawakannya membuat Olivia merasa terintimidasi.


"Siapa yang ... kamu bicarakan?" Olivia menjawab dengan takut dan tergagap.


"Pria yang kau kencani."


Suara Alio terdengar jelas dan sedikit dingin, namun Olivia tak bisa mengidentifikasi emosi lain dari ekspresinya.

__ADS_1


Olivia terkejut karena pria itu mengetahui tentang kencan butanya. Sepertinya, Olvi yang sudah memberitahunya.


Dengan jari-jari yang memegang erat rak buku, Olivia berkata dengan suara lembut dan pelan. "Dia ... cukup baik."


"Apakah kau berencana untuk terus bertemu dengannya?" tanya Alio lagi.


Olivia mengangguk. "Hm, karena dia baik kepadaku. Jadi, mungkin aku akan terus berkencan dengannya."


Alio menatap Olivia lalu mundur selangkah, napas pria itu mulai melonggar dan perasaan intimidasi yang dibawanya juga ikut menghilang.


Olivia merasa cukup lega, Alio berbalik dan berjalan menjauhinya.


"Yuta?"


Ketika Alio menyebutkan nama itu, Olivia merasa sedikit sakit didalam hatinya. Bagaimanapun, Yuta adalah cinta pertamanya.


Tapi, Olivia langsung menggelengkan kepalanya. "Lima tahun yang lalu, ketika aku hamil Olvi, hubungan kami sudah berakhir. Mengapa sekarang kamu membahas tentang aku mencintai Yuta atau tidak?"


Alio mendengus. "Kau sangat cepat berubah pikiran, beberapa hari yang lalu kau membuat masalah karena dia. Tapi sekarang, kau malah melepaskan dia."


"Aku mabuk hari itu dan aku tidak akan melakukannya lagi," jelas Olivia merasa malu.

__ADS_1


Kemudian, Olivia teringat sesuatu, meski awalnya ragu sebelum akhirnya ia memutuskan untuk bertanya. "Kamu dan Nona Scarlett, apakah kamu benar-benar akan menikah dengannya?"


Alio meliriknya, Olivia takut pria itu salah paham dan buru-buru menjelaskan. "Jangan salah paham! Aku tidak mencoba menanyakan tentang kehidupan pribadimu. Aku hanya ingin tahu kapan kamu akan menikah? Setelah kamu menikah, aku pasti akan pindah. Jika kamu memberitahuku sekarang, aku bisa mempersiapkan diri secara mental lebih awal."


Alio mengerutkan kening, tampak pria itu sangat tak menyukai penjelasan Olivia, kemudian pria itu keluar dari perpustakaan dengan langkah berat.


Olivia tanpa sadar mengikuti Alio di belakangnya. Tak lama kemudian, suara dingin pria itu terdengar. "Kau tidak bisa pergi kemanapun sebelum aku membiarkanmu pergi!"


Alio berbalik dan melototi Olivia. "Kau juga tidak diizinkan menikah dengan pria yang berkencan buta denganmu!"


"Hah? Kenapa?" Olivia tak mengerti dan ingin protes.


- Bersambung -


***


Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~


Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~


Thankyou so much and see you next chapter~

__ADS_1


__ADS_2