
"Kamu—" Julia hampir tak bisa berkata-kata karena marah, lalu ia pun mengingat apa yang ingin ia bilang pada Olivia saat Olivia hendak menaiki taksi. "Olivia! Angela Scarlett sudah mengetahui hubunganmu dan juga Pak Presiden. Kita lihat saja nanti, Olivia! Sepertinya Angela sangat marah padamu!" teriak Julia.
Setelah mendengar teriakkan Julia, Olivia pun langsung mengerutkan keningnya.
Apa yang Angela ketahui? batin Olivia. Tapi, aku dan pria itu tidak memiliki hubungan apapun!
Perkataan Julia benar-benar meragukan.
...—oOo—...
Olivia pergi menemui sang ayah. Untungnya, keadaan ayahnya semakin membaik dan ayahnya akan segera sembuh. Olivia merasa jauh lebih baik, ketika ia pulang ke kediaman Presiden, sudah waktunya makan malam.
Olvi sudah belum tidur dan menonton TV di kamarnya, anak itu penggemar berat channel berita.
Olivia akhirnya merasa lega setelah memastikan putranya baik-baik saja sekarang, wanita itu teringat sesuatu dan menyerahkan handphonenya pada Olvi.
"Apa?" tanya anak itu sambil melirik bingung handphone Olivia dan kemudian menoleh ke tv lagi.
"Ubah sekarang!"
"Ubah apa?"
Olivia membuka kontak di handphonenya dan menunjuk 'suami masa depan'.
"Ubah nama itu sebelum Papamu melihatnya!"
Olivia pikir nama itu terlalu berlebihan, jika Alio melihatnya, pria itu pasti berpikir Olivia ingin menggantikan posisi Ibu Negara.
Olvi menggembungkan pipinya.
__ADS_1
Bagaimana mungkin ayahnya masih belum melihat nama itu?
"Apakah Mama tidak menyukainya?" tanya Olvi tak ingin mengubahnya.
"Tidak! Mama tidak suka itu, Mama benci namanya," jawab Olivia tegas.
"Kenapa?"
Olivia duduk di samping anak itu. "Karena dia tidak akan pernah menjadi suamiku dan aku tidak akan menjadi istrinya. Nama itu menyesatkan dan sangat memalukan."
"Oh ya? Oke, baiklah. Aku akan mengubahnya," ucap Olvi meraih handphone Olivia.
Olivia tersentuh, tak mudah bagi anak itu untuk memahami perasaannya.
Tapi…
"Yah ... Mama, aku lupa bagaimana cara melakukannya."
"Tidak Mama," bantah Olvi menggunakan matanya yang polos menatap Olivia. "Mungkin ayam itu merusak ingatanku, aku lupa caranya sekarang."
Olivia mengambil handphonenya kembali. "Menyebalkan!"
Rupanya rasa terharu Olivia tadi menghilang dengan cepat.
Olvi tersenyum melihat Olivia, yang anak itu inginkan adalah memastikan bahwa Papanya melihat nama itu.
Berita malam adalah tentang perjalanan Alio ke Swiss.
Olivia tak bisa berhenti mengutak-atik remot tv, tapi wanita segera berhenti mengganti channel ketika ia melihat wajah yang familiar.
__ADS_1
Swiss mengadakan pertemuan dunia dunia tentang konstruksi energi.
Banyak pemimpin negara lain hadir di sana, berdiri di antara yang terbaik dari para Presiden, Alio menjadi pusat perhatian di TV.
Temperamennya yang luar biasa menarik perhatian semua orang di bawah sorotan flash kamera.
Olivia bertanya-tanya apakah janji yang belum selesai itu masih berlaku.
Setelah diingat lagi, malam itu merupakan guncangan yang cukup bagus baginya, seperti terbakar dalam api.
Tapi…
Orang tua Alio dan saudara perempuan pria itu sangat menyayangi Olvi.
Haruskah Olivia berubah pikiran? Haruskah Olivia membiarkan Olvi tinggal di sini? Setidaknya Alio bisa mengajari Olvi bagaimana menjadi lebih gigih dan berani.
Orang-orang bilang bahwa anak laki-laki membutuhkan kehadiran ayah mereka.
Handphone Olivia berdering saat memikirkan pria itu, ia terkejut saat melihat nama di layar handphonenya yang membuat jantungnya berdetak lebih cepat.
Setelah menenangkan dirinya, Olivia langsung mengangkat telepon dan menempelkannya ke telinga.
"Kenapa sangat lama kau mengangkat telpon, apa tadi kau sedang tidur?"
— Bersambung —
***
Kalau kalian suka dengan cerita ini, jangan lupa like, komen dan tambahkan ke favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya :)
__ADS_1
Thankyou so much and see you next part~