Melahirkan Anak Untuk Presiden

Melahirkan Anak Untuk Presiden
Part 208


__ADS_3

Alio masih merasa marah saat memikirkannya.


"Hmmmmmm?" Olivia bingung.


Jadi ... itu saudarinya Alio yang menjawab telepon malam itu.


Entah bagaimana akhirnya Olivia merasa lega.


"Aku berkencan dengan wanita lain? Itu omong kosong! Kau tahu dengan jelas kalau itu omong kosong," ucap Alio menatap Olivia dengan seksama.


Penjelasan Olivia tentang tinggal bersama Yuta malam itu masih tersangkut di tenggorokannya.


Bukan keinginan Olivia disalahpahami dan dihina oleh Alio, entah bagaimana Olivia kesal tapi ia masih ingin menjelaskan pada pria itu.


Tapi ... Alio tak pernah memberinya kesempatan untuk melakukannya.


Dan juga, apa yang Alio katakan hari itu memang menyakitinya.


Olivia menghela nafas. "Aku tidak datang di malam ulang tahunmu karena kecelakaan mobil dan aku menghabiskan sepanjang malam di rumah sakit."


Alio menatap Olivia tanpa sepatah kata, seolah-olah pria itu berusaha mencari tahu apakah itu benar atau tidak.


"Yuta membawaku untuk mengunjungi ayahku hari itu, tapi kami ditabrak truk. Dia menyelamatkan hidupku dengan memutar paksa mobilnya sehingga aku tidak terluka parah, jadi aku harus merawatnya, kau bisa percaya atau tidak."


Melihat tatapan Alio yang curiga padanya, Olivia merasa sedikit marah.


Tapi kemudian, Olivia menyadari wajah pria itu semakin suram saat ia terus berbicara dan membuat Alio agak menakutkan di bawah cahaya redup.


"Di mana yang sakit?" tanya Alio dengan tulus sambil menatap Olivia.

__ADS_1


"Maksudmu Yuta? Beberapa tulangnya patah tapi dia sudah keluar dari kondisi kritis sekarang dan—,"


"Maksudku, kau!" potong Alio tiba-tiba.


Pria itu mengerutkan keningnya, siapa yang mau peduli dengan Yuta? Patah tulang tidak terlalu serius bagi seorang pria.


Olivia menyadari bahwa Alio tampaknya percaya dengan apa yang ia katakan.


"Tidak ada yang serius, aku hanya mengalami memar di pergelangan kaki dan sudah tidak apa-apa, tapi Yuta yang terluka parah."


"Tarik kembali kalimat terakhirmu!" sahut Alio menghentikannya.


Sebelum Olivia tahu apa yang terjadi, pergelangan kakinya yang terluka diraih oleh pria itu.


Olivia kaget dan hampir tak bisa berdiri.


"Ada sedikit bekas luka."


Olivia menatap Alio, ia merasa semuanya tak nyata. Pria itu adalah Presiden negara ini dan semua orang menghormatinya.


Tapi sekarang, Alio berlutut di depan Olivia dan pria itu tak peduli apa yang akan dikatakan orang.


Olivia tak tahu bagaimana perasaannya, pergelangan kakinya tampak lebih hangat.


Olivia ingin menghentikan Alio. "Tidak apa-apa."


Alio berdiri perlahan, Olivia menarik tangannya kembali dan berusaha menghindari tatapan pria itu.


"Kenapa kau tidak mengatakan itu sebelumnya?" tanya Alio

__ADS_1


"Kamu tidak memberiku kesempatan untuk menjelaskan," jawab Olivia membantah pria itu dengan lembut.


Olivia ingin menjelaskan hari itu, tapi ternyata ... ia diusir dengan dingin.


Alio sama sekali tak merasa menyesal. "Jadi, apakah itu berarti tidak terjadi apa-apa malam itu?"


Pria itu sangat penasaran.


Olivia benar-benar terdiam. Apakah pria ini harus bertanya dengan suara keras di depan banyak orang? batinnya menjadi geram.


Wanita itu mengulurkan tangannya tanpa menjawab pertanyaan Alio. "Berikan handphoneku!"


"Apakah kau tidur dengan Yuta?" tanya Alio lagi sambil menatap Olivia seolah-olah ia tak akan berhenti sebelum ia mendapat jawaban.


Olivia merasa sangat sulit berbicara dengan orang yang kurang ajar seperti Alio.


Wanita itu mencoba mengambil handphonenya kembali, tapi pria itu meraih tangannya dan mendorongnya ke tiang lampu.


"Apa yang kamu bicarakan? Apa lagi yang bisa kita lakukan setelah kecelakaan itu? Sudah kubilang aku merawatnya di rumah sakit, bukankah itu yang seharusnya kamu pikirkan?" jawab Olivia agak marah.


— Bersambung —


***


Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~


Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~


Thankyou so much and see you next chapter~

__ADS_1


__ADS_2