Melahirkan Anak Untuk Presiden

Melahirkan Anak Untuk Presiden
Part 296


__ADS_3

Hansel tidak banyak berbicara dan setelah itu, dia menutup sambungan telepon tanpa peduli dengan situasi Lucas saat ini.


Lucas melihat layar handphonenya, kemudian mendengus sembari menggelengkan kepala.


Lalu, Lucas memaki Hansel karena dia sangat kesal dengan pria itu. "Dasar monyet!"


Lucas meletakkan handphonenya ke sakunya, lalu membuka pintu mobilnya dan pria itu pun masuk ke dalam mobilnya.


Di dalam mobil, Lucas teringat sesuatu, ketika dia melihat polwan.


Lucas tersenyum kecil, lalu ia dengan sengaja menekan klakson mobilnya.


Polwan itu berbalik lalu menatap Lucas tegas. "Tuan muda kedua, saat malam hari tak boleh mengganggu ketenangan berkendara dijalan!"


Lucas pun menurunkan kaca mobilnya sambil melepaskan kacamata hitamnya.


"Maafkan saya, karena terlalu gelap saya tidak bisa membedakan yang mana setir mobil dan yang mana klakson...," jelas Lucas terkekeh.


Polwan itu pun tersenyum pada Lucas lalu dia berkata, "Tuan muda kedua, ingat! Saya sudah mencatat nomor plat Anda!"


"Benarkah!? Kalau begitu, tolong ingat dengan baik ya dan jangan sampai lupa!" balas Lucas, lalu ia tersenyum bak malaikat.


"Lain kali, saat Tuan muda kedua mengemudi, jangan lupa membawa surat-surat berkendara yang lengkap, ya!"


Polwan itu berpesan kepada Arnold, lalu nada bicaranya terdengar tegas.


Tapi, tiba-tiba—polwan itu mengubah ekspresi wajahnya bagaikan membalik halaman buku.


"Siapa tahu kita akan bertemu lagi kalau Anda sampai melupakan itu," lanjut polwan sembari tersenyum bagaikan malaikat juga.


Tapi malaikat maut!


...—oOo—...

__ADS_1


Saat Lucas kembali ke acara amal, dia melihat Nyonya Obella yang sedang berbicara dengan Dion Scarlett di luar.


"Nyonya, Anda harus bergabung dengan kami malam ini," ajak Dion Scarlett—dengan sangat ramah.


Namun, Nyonya Obella tak tertarik dengan itu, lalu beliau menolak dengan sopan.


"Terima kasih, tapi saya tak berminat." Nyonya Obella pun mengungkapkan alasannya, "Maaf, saya sudah terlalu lelah."


Setelah penolakan itu Dion tidak lagi bertanya pada Nyonya Obella.


Saat itulah Lucas datang tepat pada waktunya untuk menjemput Nyonya Obella.


"Nyonya, saya minta maaf atas keterlambatan saya."


Lucas meminta maaf dengan sopan karena ia terlambat—tapi Nyonya Obella merasa sangat lega dengan kedatangannya.


"Tuan Scarlett, kalau begitu, saya mohon izin pamit undur diri terlebih dahulu," ucap Nyonya Obella lalu tersenyum ramah dan ingin pulang secepat mungkin dari sini.


Lalu, Lucas menuntun Nyonya Obella, menuju mobilnya.


Lucas pun membukakan pintu—untuk Nyonya Obella, lalu ia mempersilakan beliau masuk.


Senyuman hangat Lucas, mampu meluluhkan hati siapapun yang melihatnya!


Setelah Nyonya Obella dan juga Lucas, masuk ke dalam mobil, mobil Lucas melaju kencang.


Nyonya Obella pun mengeluarkan berlian 'The Incomparable' dari kotaknya.


Lalu, beliau memandang keindahan berlian itu dengan tatapan takjub.


Lucas pun melihat ke kaca spion mobil, lalu ia bertanya karena penasaran. "Apa Anda sangat menyukai berlian itu?"


Nyonya Obella tersenyum lalu dia menyimpan kembali berlian tersebut ke dalam kotaknya.

__ADS_1


Lucas pun mencoba mencari tahu lebih lanjut tentang itu. "Mungkinkah, berlian itu berkaitan dengan putri Anda yang hilang?"


Saat Nyonya Obella mendengar itu, beliau pun tertawa.


"Berlian ini tak ada hubungannya dengan putri saya yang hilang."


Lucas masih penasaran tapi dia sadar dengan tugasnya saat ini, yaitu mengantarkan Nyonya Obella pulang dengan aman.


"Andai saja putriku tidak menghilang mungkin kamu sudah menjadi menantuku Lucas," ucap Nyonya Obella sambil menghela nafas.


"Sebelum itu, Anda pasti akan menikahkannya dengan pria lain selain saya!" sambung Lucas lalu terkekeh.


"Tidak, menurutku kamulah yang paling cocok untuknya, bagaimana?" tanya Nyonya Obella—yang semakin ingin menggoda Lucas.


"Tolong jangan menggoda saya, Nyonya. Saya kan jadi malu," ucap Lucas yang tersipu malu.


Melihat reaksi Lucas, Nyonya Obella memberi pujian pada Lucas.


"Kamu manis sekali, mungkin itulah sebabnya kamu bisa menarik perhatian Nona Olivia."


Lucas tersenyum senang dan ia merasa kalau dirinya sudah melangkah maju lebih dari Yuta atau Alio.


Lucas pun mengeluarkan sebuah catatan dari sakunya lalu ia menyerahkannya pada Nyonya Obella. "Nyonya, ini untuk Anda," ucapnya.


"Apa ini?" tanya Nyonya Obella penasaran.


...— Bersambung —...


...***...


...Kalau kalian suka dengan cerita ini, jangan lupa like, komen dan tambahkan ke favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya :)...


...Thankyou so much and see you next part~...

__ADS_1


__ADS_2