
Alio mengerutkan keningnya dan tanpa sadar membungkuk memeluk pinggang Olivia dengan satu tangan.
Lalu, menarik wanita itu ke belakang dengan sedikit kekuatan hingga jatuh kedalam pelukannya.
Telapak tangan Alio yang besar masih berada di pinggang Olivia, membuat wanita itu tersentak saat tersadar.
Olivia bisa merasakan telapak tangan Alio yang panas dapat membakar tubuhnya.
Mereka berdua sangat intim hingga bisa mendengar suara nafas masing-masing.
Tatapan Alio kepada Olivia sangat dalam seperti lautan dan hanya dengan satu pandangan Olivia merasa kalau ia akan tenggelam.
Jantung Olivia berdetak sangat kencang dan tak karuan saat tangannya bertumpu kepada bahu Alio dan dadanya menyatu dengan dada bidang pria itu.
Pria ini sangat berbahaya! batin Olivia.
"Tuan," tiba-tiba terdengar suara Sebas. "Apakah Anda baik-baik saja? Saya tadi mendengar keributan, jadi ..." ucapan Sebas tiba-tiba terhenti saat ia menoleh ke belakang dan melihat pemandangan disana.
Oh? Apa yang terjadi? Tuan dan Nona Olivia ... mereka berdua..., batin Sebas bertanya-tanya.
Lalu Sebas tersenyum lebar karena salah paham dan itu benar-benar damn bagi Alio dan Olivia!
Di mata Sebas, wajah Olivia memerah menahan malu dan bergegas bangun dari Alio.
Namun, Alio enggan melepaskannya!
__ADS_1
"Lepaskan aku!" gumam Olivia memohon.
"Jangan bergerak!" tolak Alio dengan nada memerintah dan wajahnya berubah jadi tak enak dipandang.
Lalu, Alio melemparkan tatapan dingin pada Sebas. "Jangan memalingkan kepalamu jika aku tidak memanggilmu!"
“Baik, Tuan.”
Dengan cepat dan patuh Sebas kembali memutar kepalanya.
Sebas tak menyangka kalau Alio dan Olivia adalah pasangan yang cukup serasi, namun sayangnya mereka berdua tak bisa bersatu karena…
Perbedaan status!
Beberapa saat kemudian.
"Maaf ... saya … agak kasar," ucap Olivia dengan nada lirih karena merasa bersalah.
Olivia melirik bekas gigitan yang ada di leher Alio dan melihat bahwa luka pria itu masih mengeluarkan darah.
Lalu, Olivia pun merutuki dirinya yang bodoh karena baru saja melakukan hal yang gila karena mabuk.
"Apakah kau sangat menyukai pria itu?" tanya Alio dingin sambil menatap Olivia cukup dalam.
"Jika itu masalahnya, aku akan mencari cara untuk membuatnya menikahimu. Ini adalah kompensasi yang dapat aku berikan padamu," lanjut Alio.
__ADS_1
"Apakah maksudmu Yuta?" tanya Olivia dengan ekspresi terkejut.
"Mhmm, lalu siapa lagi?" jawab Alio cepat.
"Siapa bilang? Aku tidak ingin Yuta menikah denganku," tolak Olivia lirih.
"Kenapa?" tanya Alio dingin dengan alis yang berkerut.
"Aku hanya sakit hati dan aku sudah tidak mencintainya lagi," jawab Olivia cepat.
Kalau Olivia sampai menikah dengan Yuta, bisa-bisa Julia mendeklarasikan perang.
Lagipula, perasaan Yuta pada Olivia sudah berubah, Olivia tak bisa memaksa pria itu menikahinya! Olivia tak ingin menjadi orang yang egois.
"Jawaban apa itu?" tanya Alio dengan alis yang semakin mengerut, tak seperti yang ia harapkan.
Alio jelas tak percaya dengan perkataan Olivia, jari-jari pria itu bertumpu pada rahangnya sendiri hingga wajahnya terangkat, menatap Olivia dengan tatapan menyelidik.
— Bersambung —
***
Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~
Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~
__ADS_1
Thankyou so much and see you next chapter~