Melahirkan Anak Untuk Presiden

Melahirkan Anak Untuk Presiden
Part 38


__ADS_3

Saat Olivia sibuk melakukan pekerjaannya, handphonenya tiba-tiba berdering.


Ternyata, yang menelponnya adalah sekretaris ayahnya.


"Nona Olivia, nanti malam Nyonya Jesi mengundang anda ke acara makan malam keluarga Stein, Anda harus datang!"


Olivia menghentikan aktivitasnya dan bertanya. "Apakah acara itu untuk Julia?"


"Benar, saya akan mengirimkan alamat tempatnya kepada Anda."


Olivia berpikir sejenak kemudian mengangguk. "Baiklah, aku akan datang kesana tepat waktu."


...-oOo-...


Ada banyak tamu yang hadir di acara makan malam keluarga Stein.


Olivia sengaja tak membawa Olvi dan sekarang, ia berdiri sendirian di sudut ruangan sambil memakan cemilan.


Satu-satunya alasan Olivia datang ke sana malam ini adalah untuk menemui ayahnya.


Tapi nyatanya, acara itu hanya makan malam kalangan kelas atas dan Olivia tak ada gunanya berada disana.


"Nyonya Jesi, Anda sangat beruntung memiliki putri seperti Julia!"

__ADS_1


"Terimakasih atas pujiannya," balas Jesi yang berdiri di tengah kerumunan istri para pejabat, tersenyum lebar sambil menikmati semua pujian.


"Sekarang, Julia sudah menjadi model internasional, saya dengar … Julia menjadi model di acara malam puncak kementrian luar negri?"


"Wah, putri Anda sangat hebat bisa tampil di depan Presiden dan juga pejabat tinggi dari negara lain."


"Itu benar, beberapa hari yang lalu … Julia baru saja tampil di depan Presiden! Dan Presiden sangat terkesan dengan dia! " Jesi membual dan bercerita dengan bangga.


"Karir Julia sangat bagus, apalagi mendapatkan pria sebaik Yuta … sebagai calon menantu, putri Anda benar-benar cerdas."


Pujian terus berdatangan kepada Jesi.


"Yuta yang dimaksud … apakah putra dari keluarga Shiro?"


"Shiro yang itu? Keluarga yang memiliki aset kekayaan no 5?"


"Dengar-dengar kalau keluarga Shiro tidak hanya memiliki bisnis department store dan hotel saja, tapi katanya mereka mulai berbisnis perhiasan dan elektronik?"


"Yap, itu benar sekali Nyonya-nyonya." Jesi dengan bangga memamerkannya.


"Astaga … jadi itu benar?"


"Kalian terlalu menyanjung saya, sebenarnya … itu adalah bisnis orangtuanya Yuta dan keluarga kami tidak terlalu memperdulikannya," ucap Jesi sok rendah hati.

__ADS_1


"Lebih baik kita membicarakan Yutanya saja, dia adalah anak yang berbakat. Sekarang, dia menjadi lead translator untuk kementrian luar negri. Apalagi, setelah pertemuan terakhirnya dengan Presiden, Yuta sangat di butuhkan di mana-mana!" lanjut Jesi mau tak mau pamer.


Istri-istri pejabat bersorak heboh saat mendengar cerita Jesi, mereka sangat iri!


"Tidak mudah bekerja untuk presiden, sepertinya Yuta akan mengabdi pada presiden dan juga negara seumur hidupnya."


Tak sengaja, Olivia mendengarkan perbincangan itu dari samping, hatinya tak bisa mengatakan apa yang ia rasakan saat ini.


Olivia tersenyum pahit sambil mengambil segelas wine lalu meminumnya, ia tak akan mendengar nama Yuta jika itu tak disangkut pautkan dengan Julia.


Dan sekarang, apakah Olivia sanggup melihat Yuta dan Julia bahagia?


Semuanya akan baik-baik saja, karena sekarang … Olivia memiliki Olvi.


Saat Olivia larut dalam pikirannya, pemeran utama acara malam ini akhirnya tiba.


Julia bergelayut manja di lengan Yuta sambil tersenyum bahagia dan berjalan dengan perlahan di tengah-tengah tamu undangan.


— Bersambung —


***


Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~

__ADS_1


Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~


Thankyou so much and see you next chapter~


__ADS_2