Melahirkan Anak Untuk Presiden

Melahirkan Anak Untuk Presiden
Part 33


__ADS_3

Olivia menghela nafas bosan, sudah lama ia mengetahui sifat asli Julia dan ia juga sangat memahami saudara tirinya itu.


"Selama lima tahun, kemunafikanmu itu tidak pernah berubah sedikitpun!" sinis Olivia dengan wajah dingin.


Olivia ingin segera mengakhiri pertemuan yang menurutnya hanya membuang-buang waktunya. 


Julia tertawa, ia memandang Olivia dengan tatapan mengejek. 


"Lebih baik begitu, daripada bertingkah sok suci! Tapi ternyata ... hamil dengan pria lain yang tidak jelas asal usulnya, aku mengingatkanmu agar kau itu tahu malu! Kak Yuta tunanganku sekarang, jadi jauhi dia! Lagian, dia tidak pantas untuk orang sepertimu!" ucapnya penuh peringatan.


Olivia tak marah dan hanya melirik Julia sekilas. "Sebaiknya kamu yang menjaga tunanganmu! Setelah lima tahun mengajar cinta Yuta mati-matian, sepertinya … dia masih tidak mencintaimu. Apakah karena Yuta masih mencintaiku?" cibir Olivia sambil tersenyum penuh arti.


"A-apa!?" pekik Julia merasa sangat emosi saat diremehkan oleh Olivia.


Julia yang sudah sangat marah, tiba-tiba mengambil kopi panas dari pelayan yang melewati mereka dan menyiramnya ke dada Olivia.


"Akhh Julia … apa kamu gila!?" ringis Olivia saat suhu panas dari kopi menyentuh kulit putihnya.


Olivia menahan nafas, gaun yang ia kenakan model desainnya terbuka di bagian dada, sehingga kopi panas itu langsung mengalir di dadanya dan meninggalkan jejak kemerahan.

__ADS_1


Sialan! batin Olivia kesal bukan main.


Beruntung kopi itu disiram di area dadanya bukan di wajahnya, tapi tetap saja itu sangat menyakitkan!


Julia tersenyum lalu berkata dengan wajah polos tanpa dosa. "Ups sorry, jangan pernah memakai gaun dengan model seperti itu di depan pacar orang lain! Karena orang lain akan merasa cemburu."


Sebelum Olivia bisa protes, Julia dengan tak tahu malu berbalik dan beranjak pergi meninggalkannya.


Disaat bersamaan, Olivia merasa marah dan juga malu, sekarang ia berada di kementerian luar negeri, sebagai staf magang ia harus menjaga imagenya. 


Jadi, Olivia tak bisa menghampiri Julia dan mencari ribut dengannya.


"Pak … Presiden!?" jerit Julia kaget bukan main.


Saat Olivia mendengar itu, dengan bingung ia langsung menoleh ke arah sumber suara dan melihat Alio Wilson. 


Olivia tak menyadari dan bahkan … ia sendiri tak tahu kapan pria itu berdiri disana. 


Aura Alio tampak sangat kuat dan berkuasa, Olivia melihat antek-antek pria itu mengikutinya di belakang.

__ADS_1


Ketampanan pria ini, mampu membuat hampir semua wanita menggila!


Namun, sekarang ini dada Olivia terasa sangat sesak saat melihat Alio. Ditambah lagi, hatinya juga terasa sangat sakit saat melihat kebersamaan Yuta dan Julia.


Seandainya saja, Alio tak memilih Olivia untuk melahirkan anaknya. Mungkin, Olivia tak akan kehilangan cintanya dan ia tak akan terpengaruh oleh provokasi dari Julia.


Presiden Alio Wilson mulai melangkahkan kakinya perlahan, Julia hampir lupa caranya bernafas dan hampir pingsan karena sangat senang saat pria sempurna itu berjalan mendekatinya.


Tapi … Alio hanya berjalan melewati Julia dan malah berjalan menuju Olivia. Pria itu bahkan tak melirik Julia sama sekali, seolah-olah Julia itu tak ada. 


Julia berbalik dan menatap Olivia tak percaya. "Kenapa ... kamu?"


— Bersambung —


***


Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit Untuk mendapatkan notifikasi updatenya~


Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~

__ADS_1


Thankyou so much and see you next chapter~


__ADS_2