
"Oke, aku ingin curhat juga padamu," ucap Rena sebelum menutup telepon.
Mungkin, ini masih berkaitan dengan Dr. Lay?
Olivia menuju ke lemari pakaian dan melihat banyak pakaian yang tersusun rapi.
Namun, itu bukanlah pakaian miliknya. Ketika Olivia memutuskan untuk pergi meninggalkan kediaman Presiden, ia membawa semua barang-barangnya sehingga tak ada barang yang tersisa.
Pakaian yang ada di sana sekarang adalah pakaian yang dibeli oleh Alio untuk mengisi lemari Olivia jika suatu saat ia kembali.
Hal ini didengar oleh Olivia dari maid yang suka bergosip. Setelah berganti pakaian karena cuaca yang sangat dingin, Olivia mengambil jaket tebal dan keluar dari kamarnya.
Namun, tangan Olvi menarik kaki Olivia dan bertanya. "Mama, Papa bilang untuk menunggu sampai Papa pulang, kan? Kenapa Mama pergi sekarang?"
"Mama dan Tante Rena ingin bertemu di luar sebentar saja, tapi Mama akan pulang sebelum malam," jawab Olivia sambil menggendong Olvi. "Kamu harus menyelesaikan tugas PR-mu dengan baik dan Mama akan memeriksanya nanti malam."
Topik pribadi antara kedua wanita tak selalu nyaman ketika membawa Olvi. Sebenarnya, Olivia tak berencana untuk membawa Olvi bersamanya.
Namun, Olvi merangkul leher Olivia dengan cemas dan berkata. "Mama bilang akan datang untuk memeriksa PR-ku, kan? Aku akan menunggu Mama. Jika Mama tidak datang, aku tidak bisa tidur."
__ADS_1
"Oke," jawab Olivia sambil tersenyum hangat.
Kemudian, Olivia mencium dan mencubit pipi Olvi yang menggemaskan sebelum meninggalkannya. Setelah menurunkan Olvi, Olivia masuk ke mobil dan memberi perintah pada sopir pribadinya untuk mengantarnya dengan aman dan selamat.
Setelah tiba di restoran, Olivia segera masuk. Seperti biasa, restoran tersebut sangat ramai meskipun ukurannya tak terlalu besar, tapi rasanya memang luar biasa enak sehingga menjadi salah satu restoran favorit.
Olivia mencari-cari Rena di sekitarnya, berusaha menemukannya. "Olivia! Di sini!" Rena langsung memanggilnya dengan meneriakkan namanya dan melambaikan tangannya, sehingga Olivia tak perlu lama-lama mencarinya.
Setelah sampai di tempat Rena, Olivia duduk di sebelahnya dan menatapnya. Dia melihat ada lingkaran hitam di bawah mata Rena.
"Ini nggak benar!" ucap Olivia terkejut ketika melihat kondisi sahabatnya.
"Apa ini ada kaitannya dengan Dr. Lay?" bisik Olivia.
Ternyata Olivia benar.
Rena menggigit bibirnya dan tak mengatakan apapun. Ia sulit mengungkapkan keluhannya untuk waktu yang lama.
Olivia mengenal Rena sejak SMA, jadi ia sudah hafal karakter Rena saat ini. "Kamu tidak tidur tadi malam, bukankah itu karena Dr. Lay?" tanya Olivia.
__ADS_1
"Tidak ada yang terjadi antara kami," Rena cepat-cepat menyangkal. Tatapan matanya terlihat seperti ingin menutupi sesuatu.
Olivia tak banyak berbicara, ia hanya diam sambil menatap Rena. Ia menunggu Rena untuk bisa mengatakannya sendiri.
Setelah Rena mulai tenang, Olivia menghela napas.
Terlihat kesedihan dan penyesalan di matanya saat Rena menatapinya lalu dengan lembut ia mengungkapkan. "Kami berciuman."
Meskipun ada banyak orang di sekitarnya, suara Rena yang lembut berhasil menarik perhatian mereka.
Rena terlihat sangat sedih dan bingung dengan perasaannya sendiri. "Aku minum anggur tadi malam, biasanya aku kuat minum, tapi entah kenapa hanya segelas saja aku langsung tumbang! Sialan! Lelaki hidung belang di bar itu sangat menjijikkan! Mereka pasti memasukkan obat ke minumanku! Agh, hanya membayangkannya saja membuatku kesal. Jika bukan karena Lay Hason yang menyelamatkanku, mungkin aku sudah diperkosa sekarang."
— Bersambung —
***
Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~
Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~
__ADS_1
Thankyou so much and see you next chapter~