
Olivia bangkit dari tempat tidur dengan marah.
"Saya bisa menggoda siapapun sesuka saya!" balas Olivia menggertakkan gigi. "Menjadi murahan di depan belahan jiwa itu wajar dan itu bukan urusan Anda! Kembalikan handphone saya!"
Olivia menarik infus hingga terlepas dari tangannya dan bangkit dari tempat tidur untuk mengambil handphonenya.
Mendengar ungkapan 'belahan jiwa', Alio merasa semakin kesal.
Pria itu melemparkan handphone Olivia ke tempat tidur, jadi Olivia berbalik untuk mengambilnya.
Sementara itu, tubuh Alio yang tinggi menuju ke arah wanita itu. Saat Olivia berbalik, ia didorong dan ditekan oleh Alio ke tempat tidur, terlebih lagi jarak mereka sangat intim dan pria itu sangat kuat sehingga Olivia hampir kehabisan napas.
"Pak Presiden, apa yang Anda lakukan?" tanya Olivia gemetar dan bernapas dengan susah payah.
Tindakan Alio benar-benar membuat Olivia takut.
Kedua tangan pria itu mengunci tubuh Olivia di tempat tidur, tatapan mata Alio semakin rumit, membuat wanita itu menarik napas dalam-dalam dan tak berani bergerak. Pria bajingan ini!
Olivia benar-benar bingung sekarang dan ia bisa merasakan kalau nafas pria yang ada di hadapannya menjadi semakin tak stabil.
Kita tidak bisa terus seperti ini, terlalu berbahaya! Sesuatu yang buruk bisa terjadi! batin Olivia panik.
Olivia tersipu dan mengumpulkan keberanian untuk berteriak. "ALIO, BRENGSEK! MINGGIR!"
Bravo! batin Alio lalu menyentuh perlahan bagian paha Olivia.
__ADS_1
"Olivia, jika kau bergerak lagi, aku akan memangsamu sekarang, mau mencobanya?" jawab Alio penuh peringatan.
Suara pria itu sangat dalam sehingga terdengar menakutkan.
"Anda … Anda pemerkosa!" ucap Olivia dengan suara gemetar.
"Kau benar! Coba saja!" sahut Alio dan tersenyum penuh arti.
"..." ****! Hooligan! Brengsek! Bajingan!
Olivia hanya berani mengumpat Alio di dalam hatinya, ia mencengkram erat selimut dengan tangannya dan telapak tangannya basah karena keringat.
Kenapa aku selalu merasa tidak berdaya di hadapan pria ini? batin Olivia mulai menangis.
"Apakah kau akan terus menggoda Yuta?" tanya Alio dengan suara dingin.
Ini bukan pertanyaan tapi ancaman!
Olivia merasa kesal karena ia tak berdaya sekarang, tapi bagaimana ia bisa menyerah dengan mudah seperti ini?
"Itu terserah saya! Jadi, tolong menyingkir dari saya!" jawab Olivia dengan keberanian entah dari mana.
Pria ini benar-benar suka ikut campur dengan urusan orang lain!
"Aku tidak puas dengan jawabanmu!" ucap Alio dengan nada mengancam dan tangannya perlahan bergerak naik dari paha Olivia.
__ADS_1
"Tunggu! Tunggu sebentar!" sahut Olivia menjadi panik dan histeris.
Wanita itu mencengkram tangan Alio dan hendak mendorongnya menjauh.
Namun, Alio segera menggenggam kedua tangan Olivia dan meletakkannya di atas kepala wanita itu.
Alio semakin mendekatkan wajahnya tepat setelah itu, jadi mereka hanya menatap mata satu sama lain.
Mata Olivia berkaca-kaca, sementara mata Alio penuh dengan ketidaksabaran dan intimidasi.
Emosi mereka sepertinya akan meledak kapan saja.
Olivia menjilat bibir bawahnya yang kering.
Pupil mata Alio semakin gelap hingga terlihat lebih berbahaya dan lebih seksi.
— Bersambung —
***
Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~
Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~
Thankyou so much and see you next chapter~
__ADS_1