
"Kenapa reaksi kamu biasa aja?" Rena agak kecewa, ia pikir … berita itu cukup mengejutkan.
"Terus aku harus bereaksi bagaimana?" balas Olivia dengan wajah polos.
Rena tak terlalu memikirkan itu, ia pikir … mungkin Olivia lagi badmood karena Yuta.
"Aku merasa sangat gugup saat membayangkan akan bertemu dengan Pak Presiden, di TV dia terlihat sangat tampan. Apakah dia jauh lebih tampan jika dilihat secara langsung?" ucap Rena dengan gembira dan bersemangat.
"Percuma tampan, kalau dia saja dingin seperti kutub utara." Olivia menggerutu dengan suara pelan.
"Kamu ngomong apa? Siapa yang dingin seperti kutub utara?" celetuk Rena sambil menatap Olivia dengan wajah bingung.
"Tidak ada, lupakan saja. Nanti … kamu juga akan tahu," balas Olivia gugup karena hampir keceplosan.
Setelah itu, Olivia tak melihat Yuta lagi, karena pria itu adalah lead translator Perdana Menteri Inggris, makanya dia harus selalu mengikuti Perdana Menteri.
...-oOo-...
Akhirnya, malam pun tiba … seperti kata Rena, Presiden Alio sungguh datang ke acara malam puncak!
Dan seperti biasa, semua staf kementrian luar negeri berdiri di dekat pintu masuk untuk menyambut sang Presiden.
Di belakang kerumunan, Olivia hanya menatap pria superior itu dan tak berani mendekatinya.
__ADS_1
Alio tampak seperti berlian yang berkilau dan Olivia tampak seperti batu kerikil.
Perbedaan mereka berdua sangat jauh, meskipun …. mereka berdua memiliki seorang putra.
Untungnya, keduanya tak saling mencintai, Olivia bertekad tak akan pernah jatuh cinta dengan pria itu.
Kalau tidak, hidup Olivia pasti akan lebih menderita dan menyedihkan lagi.
Olivia masih melamun dan larut dalam pikirannya sendiri, tapi ... Rena tiba-tiba menyenggol tangannya, ia menoleh dan melihat kalau wajah Rena sudah merah merona.
Rena tampak sangat senang saat melihat Presiden Alio secara langsung.
Astaga, tidak bisakah dia mengontrol dirinya di saat seperti ini? batin Olivia tak habis pikir.
Olivia berdiri dengan bingung di tengah kerumunan, sepertinya … ia sudah salah tempat.
Pesona Alio Wilson benar-benar berbahaya!
Alio baru saja memasuki gedung, pria itu bahkan tak melirik ke arah Olivia sama sekali.
Rena tampak kecewa. "Yah … Pak presiden bahkan tidak melihat ke arah kita!"
"Disini ada banyak orang, lagian Pak Presiden tidak datang kesini untuk bertemu dengan kita. Yaudah, ayo kita ganti baju dan pergi ke pesta malam puncak!" jelas Olivia lalu menarik tangan Rena dan menyeretnya pergi.
__ADS_1
...-oOo-...
Beberapa menit lagi, pesta akan dimulai, Olivia mengenakan gaun biru galaxy dan keluar dari ruang ganti.
Kemudian, Olivia pun bergegas pergi ke tempat pesta, tangan kirinya memegang gaunnya yang kepanjangan dan tangan satunya lagi membawa tas kecil yang menyerupai dompet.
Tapi, Olivia tiba-tiba berhenti ditempat karena melihat sosok yang ia kenali.
Hanya dengan satu pandangan, seketika detak jantung Olivia jadi kacau dan tak beraturan.
Yuta Shiro.
Yuta berjalan mendekat ke arah Olivia, pria itu dengan santai menghampirinya lalu membuka pembicaraan. "Lama tidak bertemu."
— Bersambung —
***
Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~
Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~
Thankyou so much and see you next chapter~
__ADS_1