
Saat sampai di lantai bawah, Olivia mengambil majalah yang ada di atas meja lalu duduk di sofa, ia membolak-balik tak jelas halaman majalah tersebut lalu berhenti saat mendengar suara mobil dari luar.
Olivia juga melihat kalau semua maid yang ada di kediaman ini berhamburan keluar dengan tergesa-gesa.
Ada apa dengan mereka semua? Kenapa mereka keluar dengan terburu-buru begitu? Apa yang terjadi? batin Olivia bertanya-tanya karena penasaran.
"Nona, mari ikut keluar bersama kami, Tuan sudah pulang!" ajak maid paruh baya yang tadi melayaninya.
Olivia langsung meletakkan majalah yang ada di tangannya kembali ke tempat asalnya.
Awalnya, Olivia memang sangat bersemangat bertemu pria bajingan itu karena sangat penasaran. Tapi sekarang, ia malah merasa sangat gugup!
Ada apa denganku?
Olivia meletakkan tangannya didepan dada guna meredakan ketegangannya.
Sampai saat ini, Olivia masih mengingat dengan jelas mimpi buruk lima tahun yang lalu dan juga ... perasaan yang tertinggal di dalam mimpi itu.
Olivia mengikuti maid itu keluar dari mansion, dari kejauhan ia bisa melihat ada beberapa mobil mewah yang berhenti di depan pintu mansion.
Saat pintu mobil terbuka, seorang pria berperawakan tinggi muncul dari dalam sana dan tingginya sekitar ± 188 cm.
Di bawah terik sinar matahari, pria itu mengenakan setelan jas berwarna putih dan di kawal oleh lima orang dibelakangnya.
__ADS_1
Olivia merasa kagum dan hampir tak bisa berkata-kata saat pertama kali melihat pria itu.
Aura yang sangat kuat, batin Olivia.
Pria itu berjalan dengan percaya diri dan berwibawa menuju ke arahnya, kemudian semakin mendekat dan mengikis jarak diantara mereka.
Olivia pikir, pria itu tak akan pernah muncul dalam hidupnya, tapi sekarang ... pria itu berdiri di hadapannya.
Olivia tercekat kala tinggi pria itu hampir menutupi tubuh mungilnya saat mereka berhadapan secara langsung.
Dan untuk pertama kalinya, Olivia terlihat pendek dengan tinggi badannya yang hanya 165 cm.
Jadi, Olivia harus mendongakkan kepalanya agar bisa melihat pria itu.
Suara ini! Dalam mimpinya, Olivia pernah ...
Hati Olivia mulai goyah, ia merasakan emosi yang tak bisa dijelaskan lalu ia pun berjinjit dan melayangkan tangannya ke udara dan—
PLAK!!!
Sebuah tamparan yang sangat keras pun berhasil mendarat di wajah pria itu dengan mulus.
Para maid yang ada di lokasi kejadian sangat terkejut saat mereka melihat pemandangan itu, wajah tampan Pak Presiden telah ditampar!
__ADS_1
Seketika semua orang pun langsung berkeringat dingin dan suasananya berubah menjadi tegang.
Ya Tuhan! Wanita itu, apakah dia sudah gila atau dia tidak tahu siapa pria yang baru saja ditamparnya?
Untuk pertama kalinya, wajah dingin pria itu menunjukkan ekspresi terkejut
Saat itu, para maid langsung bergidik karena mereka tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.
Dua bodyguard dari lima orang yang tadinya berada di belakang Alio pun langsung maju dan menahan kedua lengan Olivia dengan erat.
Sebas segera menghampiri Alio dengan wajah cemas. "Tuan, apakah Anda baik-baik saja?"
Alio melambaikan tangannya bahwa itu bukan apa-apa, tetapi—ekspresi terkejutnya yang dingin membuat semua orang yang melihatnya langsung menahan nafas mereka.
— Bersambung —
***
Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~
Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~
Thankyou so much and see you next chapter~
__ADS_1