
Sekarang, tatapan semua tamu yang hadir di acara itu tertuju kepada mereka berdua.
Olivia berdiri di tengah kerumunan orang yang agak jauh dari Yuta dan Julia.
Mereka terlihat sangat serasi dan bahagia…, batin Olivia yang sangat iri dan ia langsung memalingkan wajahnya.
Jesi berdiri di depan mikrofon. "Hari ini, saya berdiri disini ingin mengumumkan hal penting kepada kalian semua, Julia dan Yuta secara resmi telah bertunangan!" ucapnya sambil melihat ke seluruh ruangan dengan wajah bahagia.
Saat mendengar itu, seluruh tamu undangan tampak terkejut dan ikut bahagia.
"Selamat, mereka memang sangat cocok!"
"Congratulations, pasangan yang sempurna!"
"Mereka berdua sangat serasi."
Terdengar tepuk tangan yang meriah dan sorakan heboh dari para tamu undangan.
Sedangkan Oliva, ia ingin bertepuk tangan juga, tapi ... tangannya terasa kaku dan tubuhnya bergetar menahan sesak di dadanya.
Olivia sama sekali tak bisa.
Yuta seperti merasakan tatapan Olivia, tiba-tiba ... tanpa diduga ia melihat Olivia.
__ADS_1
Dari jarak yang jauh, mata mereka saling bertemu dan bertukar pandang.
Seingat Yuta, Olivia tak diundang dan seharusnya tak hadir dalam acara ini. Tapi sekarang, ia terlihat seperti orang jahat!
Yuta masih tak bisa berpaling dari Olivia untuk waktu yang lama dan ia teringat dengan masa lalu mereka.
Saat menatap mata Yuta, Olivia juga kembali mengingat kenangan indah mereka.
Menyadari hal itu, wajah Julia tiba-tiba berubah menjadi kesal dan ia langsung menarik lengan Yuta. "Kak Yuta, apa yang sedang kamu lihat?" tanya Julia pura-pura tak tahu.
"Aku melihat Olivia, mari kita pergi kesana dan menyapanya," jawab Yuta tak menyembunyikannya dari Julia.
Olivia hanya bisa tersenyum hambar, untuk tersenyum pun sangat sulit baginya.
Jujur saja, saat ini ... perasaan Olivia benar-benar hancur!
Dalam hatinya yang kacau, Olivia tak menyangka kalau Yuta dan Julia akan menghampirinya.
"Kak Olivia, terimakasih telah datang ke acara ini, sekarang kami bertunangan dulu dan setelah kami memantapkan hubungan, kami akan menikah," ucap Julia sambil memberi Olivia segelas wine.
"Itu rencana yang bagus, aku akan mendukung hubungan kalian." Olivia menerima wine dari Julia dan melirik Yuta sejenak.
Kemudian, Olivia mengangkat gelas winenya dan memimpin mereka untuk minum.
__ADS_1
Yuta ingin berbicara juga, tapi pada akhirnya ia tak bisa mengatakan apa-apa.
"Terima kasih kak Olivia karena sudah merestui hubungan kami, sekarang aku dan Kak Yuta bisa bersama, aku menghormatimu, Kak." Julia masih tersenyum begitu bahagia.
Olivia mengernyitkan alisnya, tapi tanpa ragu-ragu, ia meminum segelas wine lagi sampai habis.
"Olivia!" panggil Yuta sedikit panik.
Seingat Yuta, toleransi terhadap alkohol mantan kekasihnya itu sangat buruk!
Olivia mendengar suara rendah itu, ia melihat tatapan khawatir Yuta, tapi ia pura-pura tak peduli.
Sedangkan tangannya yang memegang gelas wine mengerat, tapi wajahnya tetap tersenyum.
"Kak Olivia, sekarang aku bertunangan dengan Kak Yuta. Bagaimana dengan kamu?" tanya Julia tiba-tiba.
— Bersambung —
***
Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~
Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~
__ADS_1
Thankyou so much and see you next chapter~