Melahirkan Anak Untuk Presiden

Melahirkan Anak Untuk Presiden
Part 49


__ADS_3

Alio dengan dingin menjawabnya. "Suruh dia datang ke ruangan saya."


"Siap!"


"Sepertinya dia sudah tahu tentang pembangunan markas tentara militer," kata Arnold.


"Hal semacam ini pasti akan diketahuinya dengan mudah." Alio mengerutkan kening dan ia tampak tak terkejut.


"Masalah senjata rahasia…" Arnold tiba-tiba terdiam. "tidak ada yang berani mengungkapkan setengah dari kalimat itu, tiga kata terakhir dari kalimat itu sangat kejam."


Lanjut Arnold karena mulutnya tak bisa menyebutkan kata tersebut.


...-oOo-...


Ketika Alio mulai memasuki ruangannya, Dion Scarlett sudah menunggu dan duduk di dalam.


Dion Scarlett—pria berusia 52 tahun yang menjabat sebagai Wakil Presiden bersama Alio Wilson.


Pria tua itu langsung bangkit dari tempat duduknya saat melihat kedatangan Alio.

__ADS_1


Dion menyambut Alio dengan hormat. "Selamat pagi, Presiden Alio."


Meskipun itu adalah sikap hormat, Alio tak yakin bahwa itu benar-benar sebuah kehormatan, ia ingin tahu niat pria tua ini sebenarnya.


"Ada masalah apa sampai wakil Presiden datang ke sini?" Alio duduk di kursi utama dan Dion tampak tersenyum cerah.


"Tentu saja ini bukan masalah tapi yang pasti ini adalah hal baik, bisakah kita membicarakannya?" Wakil presiden Dion tertawa.


"Ya, lanjutkan."


"Putri saya Angela Scarlett baru saja kembali ke negara ini, dia adalah wanita yang bisa dibilang sempurna, cantik, cerdas dan juga berpendidikan."


"Lalu?" balas Alio malas dan tak peduli, namun ia tetap tersenyum menanggapi Dion.


Alio juga tersenyum, ia sudah tahu niat Dion yang sebenarnya. "Saya tersanjung, karena Nona Scarlett sudah mengagumi saya sejak lama. Tapi ... karena saya sangat sibuk, saya akan menemui putri Anda sebentar."


Untuk saat ini, Alio terpaksa menyetujui niatan Dion Scarlett karena Alio sadar hubungannya dengan pria tua itu selaku Wakil Presiden harus terjalin dengan baik.


"Terimakasih Pak Presiden, saya akan memberitahunya bahwa Anda telah berjanji untuk menemuinya, jika dia mengetahuinya dia pasti akan sangat bahagia."

__ADS_1


Dion Scarlett langsung tersenyum senang.


Alio mengangguk, ia mengambil sebuah kotak kecil dari laci dan menyerahkannya kepada Wakil Presiden Dion. "Ini adalah hadiah untuk Nona Scarlett, tolong berikan ini padanya! Saya juga meminta tolong pada Anda sebagai Wakil Presiden untuk membantu saya."


Wakil Presiden Dion semakin tersenyum lebar saat menerima kotak kecil itu. "Terimakasih atas kebaikan Anda, Pak Presiden."


Dion Scarlett diusir dengan senyum Alio yang begitu cerah.


Di ruangan Presiden, tak lama setelah Dion Scarlett pergi jauh, Arnold membuka suara. "Si pria tua itu, dia tidak membahas tentang pembangunan markas tentara militer tetapi malah hanya membicarakan tentang putrinya, Nona Scarlett?!"


"Tenanglah Arnold! Pria itu mencoba memainkan trik pernikahan, ia ingin membuat putrinya menjadi ibu negara," sahut Alio dengan nada dingin.


Arnold tak tahu harus berkata apa dan ia juga tak bisa mengatakan apapun sementara Alio menatapnya.


— Bersambung —


***


Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~

__ADS_1


Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~


Thankyou so much and see you next chapter~


__ADS_2