Melahirkan Anak Untuk Presiden

Melahirkan Anak Untuk Presiden
Part 154


__ADS_3

"Ya, saya hanya suka membuat orang lain marah dan kesal. Itu bukan urusan Anda!" ucap Olivia meninggalkan Alio dengan marah dan berjalan keluar.


Alio menyusul wanita itu dalam satu langkah.


Dan detik berikutnya...


Tubuh Olivia terangkat dan kemudian pria yang dominan ini mengangkatnya ke dalam pelukannya.


"Lepaskan aku!"


"Diam!"


"Aku pantas mendapatkannya, pantas ditampar dan pantas sakit, jadi tinggalkan aku sendiri!" oceh Olivia karena kesal.


Meskipun Alio tak bermaksud untuk menenangkan Olivia sama sekali, tapi pria itu malah berkata dengan suara dingin dan mematikan. "Kau sekarang adalah tersangka pembawa virus wis, jika kau berkeliaran dan membuat lebih banyak orang tertular, aku akan mengikatmu dengan rantai!"


Begitu…


Jadi, pria ini datang ke sini untuk mencariku hanya karena dia takut dengan penyebaran virus epidemi, kan?


Olivia tak ingin berdebat dengan Alio lagi. Pada akhirnya, ia dimasukkan ke mobil oleh pria itu.


Yuta turun bersama mereka, setelah Alio menenangkan wanita itu, ia berjalan menuju Yuta.

__ADS_1


"Beritahu tunanganmu Julia, suatu hari untuk meminta maaf padanya. Kalau tidak, dia akan menerima konsekuensinya!" ucap Alio penuh peringatan, suaranya sangat pelan dan dalam sehingga hanya mereka berdua yang bisa mendengarnya.


Kemudian tanpa berhenti, Alio berbalik dan melangkah menuju mobilnya.


Arnold dengan cepat menghentikan Alio. "Kak, bagaimana kalau naik mobil yang lain?"


Arnold sudah mencoba yang terbaik untuk berbicara dengan hati-hati.


"Jangan ikut campur!"


Alio memperingatkan adiknya, lalu membuka pintu dan masuk ke dalam mobil.


Pria itu duduk di sebelah kanan dan Olivia di sebelah kiri.


Alio tampaknya tak punya niat untuk berbicara dengan Olivia dan hanya berfokus berurusan dengan dokumennya.


"Kau merasa sedih karena tamparan ini?"


Ketika Olivia mengira Alio tak akan pernah berbicara lagi, pria itu mulai berbicara perlahan.


"Saya tidak merasa sedih, Anda bilang saya pantas mendapatkannya, maka saya akan tahu diri," balas Olivia agak sarkasme dan sangat mengganggu pendengaran pria itu.


Tapi Alio tak marah, ia hanya mengangkat alisnya dan menatap Olivia. "Apakah kau tahu mantan pacar seperti apa yang paling dibenci?"

__ADS_1


"..." Olivia tak ingin menanggapi Alio.


"Mantan pacar seperti kau!" Alio menatap Olivia dengan tajam. "Sudah berapa tahun kalian putus? Kenapa sampai sekarang masih saling mencampuri urusan satu sama lain?"


Olivia terkejut kalau sekarang Alio mulai memberinya nasihat! Dan pria itu bahkan melakukannya dengan cara yang arogan!


Olivia merasa kesal dan marah. "Jika bukan karena Pak presiden, kenapa kita bisa putus?"


"Sekarang kau menyesal dan ingin kembali pada mantan pacarmu, kan?" ucap Alio dengan suara yang sedikit lebih pelan.


"Tentu saja saya menyesalinya!" balas Olivia menatapnya dengan wajah keras kepala. "Anda pernah bilang kalau Anda akan mencari cara untuk membuatnya menikah dengan saya, sekarang saya sudah siap, apakah kita akan merencanakannya sekarang?"


Tatapan Alio sangat tajam, seperti harimau yang ganas. "Begitu … satu tamparan tidak cukup untuk membangunkanmu dari khayalanmu."


— Bersambung —


***


Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~


Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~


Thankyou so much and see you next chapter~

__ADS_1


__ADS_2