Melahirkan Anak Untuk Presiden

Melahirkan Anak Untuk Presiden
Part 388


__ADS_3

King Hotel.


Terlihat, Alio berjalan melewati jalan khusus-yang langsung menuju ke lantai 88.


Setelah Alio memindai sidik jarinya, pintu kamar hotel terbuka secara otomatis.


Lalu, Alio memasuki ruangan yang gelap gulita sambil melangkahkan kakinya dengan perlahan menuju dapur tanpa menyalakan lampu.


Namun, Alio tidak mencium bau masakan sedikitpun dari dapur, yang menandakan ketiadaan sosok Olivia.


Alio terpaku sejenak di dapur, lalu ia pun membalikkan badannya dan memandang sekeliling ruangan yang sepi.


Tanpa Alio sadari, ia teringat kembali dengan perkataan Arnold dalam mobil tadi, dan itu membuatnya sangat kesal.


Alio melepas dasinya dengan kasar, lalu melemparkannya ke samping dan berjalan mengambil sebotol miras yang tergeletak di atas meja.


Alio membuka tutup botol miras tersebut, lalu menuangkan secangkir minuman untuk dirinya sendiri.


Langkah kaki Alio terasa sangat berat, saat ia berjalan melintasi ruang tamu menuju balkon dan pikirannya menjadi kacau seketika.

__ADS_1


Tiba-tiba, handphone Alio berdering dan Alio langsung mengeluarkan handphonenya dari saku celananya.


Setelah itu, Alio melihat deretan nomor yang sangat ia kenali, di layar handphonenya. Yaitu, nomor Angela Scarlett.


Yang membuat Alio sangat heran, bagaimana Angela bisa mengetahui nomor handphone pribadinya padahal hanya anggota keluarganya saja yang tahu? Mungkinkah, ini adalah ulah si tua bangka itu?


Ekspresi Alio langsung berubah dingin. Setelah berpikir sejenak, Alio memutuskan untuk mengangkat panggilan telepon tersebut.


Alio menempelkan handphonenya ke telinga tanpa mengatakan apapun dan Angela di seberang sana juga sama diamnya dengan Alio.


Setelah beberapa saat kemudian, barulah Angela berbicara. "...Ini aku," ucapnya terdengar campur aduk antara kagum, malu-malu, dan berhati-hati.


Alio tetap diam, membuat Angela semakin deg-degan. Lalu, beberapa saat kemudian, ia berkata, "Aku sudah baca beritanya."


Setelah mendengar itu, Angela hanya bisa menggigit bibirnya, hatinya benar-benar tidak rela, tapi ia juga takut bertanya pada Alio.


Angela takut salah ngomong dan membuat pria itu membencinya, jadi ia hanya menyampaikan sesuatu yang ingin ia sampaikan.


"Ayah bilang, kita akan langsung menikah, dan tanggalnya juga sudah dimajukan," ucap Angela.

__ADS_1


"Jadi, kau masih ingin menikah denganku, walaupun aku lagi terkena skandal, ya?" tanya Alio sambil memainkan gelasnya dan ekspresinya malam itu sangat sulit dibaca.


Jantung Angela langsung berdebar kencang, lalu ia menjawab dengan sangat yakin, "iya!"


Lalu, Alio bertanya lagi, "do you like me?"


Angela langsung tersipu malu saat mendengar itu, lalu berkata, "kamu adalah pria yang sangat aku kagumi dan aku sangat-sangat menyukaimu!"


"Aku tidak mencintaimu, aku mencintai wanita lain. Apakah kau tetap bersikukuh menikah denganku?" tanya Alio.


Suara Alio tak terdengar buru-buru, malah bisa dibilang sangat santai, tapi setiap kata yang diucapkannya terdengar sangat kejam bagi Angela.


Namun, pria yang tegas seperti Alio, malah membuat Angela semakin kagum padanya dan semakin ingin menaklukkannya.


"Ya, aku akan tetap menikah denganmu! Walaupun, kamu hanya ingin memanfaatkanku ... aku juga akan menerimanya."


— Bersambung —


***

__ADS_1


Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~


Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~ Thank you so much and see you next chapter~


__ADS_2