Melahirkan Anak Untuk Presiden

Melahirkan Anak Untuk Presiden
Part 185


__ADS_3

"Olivia, apa maksudmu?" ucap Angela dan wajahnya berubah kesal.


"Saya menyukainya dan saya mampu membelinya, jadi saya membayarnya ... itulah yang saya maksud," jawab Olivia dengan suara dingin.


"Aku tidak mengizinkanmu untuk menjualnya kepadanya!" ucap Angela menatap penjaga toko dengan tajam, memerintah seperti gadis kaya yang sombong. "Aku akan membayar sepuluh kali lipat dari harganya, sekarang berikan kemeja itu padaku!"


"Maaf, Nona. Toko kami menetapkan bahwa kami tidak boleh mengambil uang ekstra dari costumer kami tanpa izin. Kami hanya boleh mengenakan biaya seharga baju ini saja," jelas staf toko merasa tak nyaman.


"Kak Olivia, dengarkan aku ... jangan membeli baju ini! Angela adalah orang yang pantas mendapatkannya. Kakak terlalu memaksakan diri Kakak untuk membelinya, biarkan saja sebelum Kakak terlihat bodoh!"


Olivia mengerti semua makna dari kata-kata yang baru saja diucapkan Julia.


Tapi ... Olivia menatap ke arah Julia dengan dingin. "Aku tidak yakin apakah aku akan mempermalukan diriku sendiri, tapi aku pikir kamu sudah membuat lelucon sekarang. Kamu baru saja kembali bekerja, sekarang kamu merasa lelah dan ingin istirahat lagi, adikku tersayang?"


"..." Itu benar-benar ancaman, Julia menjadi pucat karena marah.


Angela tak bisa mengerti apa yang sedang mereka bicarakan karena sangat membingungkan, tapi ia dengan tak sabar mendesak staf toko.


"Apa yang kau tunggu? Cepat pergi bungkus kemeja ini untukku!"

__ADS_1


"Tapi ... Nona...," ucap staf toko menatap Angela dan Olivia secara bergantian.


Julia menahan amarahnya dan membujuk wanita disampingnya. "Angela, aku pikir ... kamu sebaiknya tidak mengambil punya orang lain, Kakakku inging membeli kemeja ini untuk kekasihnya."


"Terus, apa hubungannya denganku? Tidak peduli apapun itu, aku tetap akan membeli baju ini!" Angela bersikeras.


"Maaf, saya tidak akan berkompromi," sahut Olivia juga keras kepala. 


Andai saja Angela bernegosiasi dengan cara yang sopan, mungkin Olivia bisa melepaskan kemeja ini.


"Angela, apakah kamu tahu siapa kekasihnya?" tanya Julia sambil menatap Olivia dengan sikap bermusuhan.


Olivia sudah tak tertarik mengarang cerita, jadi ia tak peduli apa yang akan dikatakan Julia kepada Angela.


"Dia membelikannya untukku."


Suara pria yang familiar tiba-tiba menyela Julia.


Julia sangat terkejut sehingga napasnya menjadi sulit.

__ADS_1


Olivia menoleh ke arah suara itu setelah mendengar suara yang familiar dan melihat Yuta berjalan ke arah mereka.


Angela melihat Yuta beberapa kali. "Bukankah ... kita bertemu tadi malam? Kamu adalah penerjemah pribadi Pak Presiden."


"Halo, Nona Scarlett. Saya tidak menyangka akan bertemu Anda di sini," balas Yuta sedikit mengangguk dan menyapa wanita itu dengan elegan. 


Setelah itu, Yuta melirik wajah pucat Julia, lalu menatap Olivia. Pada akhirnya, pria itu menoleh kepada Angela dan menjelaskan. "Olivia bermaksud memberikan kemeja ini kepada saya sebagai hadiah."


"Aku mengerti, kamu adalah...," ucap Angela menunjuk Olivia dengan jari telunjuknya." Apakah kamu kekasihnya? "


"Tidak!" sela Julia menjawab dengan nada melengking, wanita itu sedikit gelisah. "Yuta bukan pacarnya! Dia adalah TUNANGANKU!"


Angela terkejut dan terhibur hanya dengan melihat ketiga orang ini.


— Bersambung —


***


Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~

__ADS_1


Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~


Thankyou so much and see you next chapter~


__ADS_2