Melahirkan Anak Untuk Presiden

Melahirkan Anak Untuk Presiden
Part 212


__ADS_3

Untungnya, tak ada yang bisa mempengaruhi mood anak-anak secara permanen.


Olvi menjadi bahagia dan positif lagi setelah memakan ayam asam manis dan kentang goreng.


Di luar sudah gelap saat mereka sudah selesai makan malam.


"Olvi sayang, kamu nonton TV dulu, nanti Mama akan mengajakmu berbelanja," ucap Olivia memberitahu putranya sambil membersihkan bekas mereka makan.


"Oke, apakah aku boleh membeli snack di sana?"


"Tentu saja."


"Dan buah strawberry?"


"Iya."


Olivia bisa membelikan apapun yang putranya inginkan selama anak itu bahagia.


Setelah itu, Olivia membantu Olvi memasang sepatu usai membersihkan dapur.


Saat Olivia membuka pintu apartemennya, ada seorang pria yang berdiri di depan sana dan membuat Olivia terkejut.


Pria itu tak lain dan tak bukan adalah Alio Wilson!


Alio mengenakan setelan jasnya dengan ekspresi dingin seperti biasanya.


Arnold tak ikut bersamanya atau mungkin dia menunggu di bawah.


Bagaimana mungkin pria itu bisa ada di sini? batin Olivia yang sangat terkejut.

__ADS_1


"Papa?" ucap Olvi yang juga ikut terkejut, lalu Olvi mengajukan pertanyaan yang ingin Olivia tanyakan. "Apa yang Papa lakukan di sini?"


Tatapan Alio beralih dari Olivia kepada putra kecilnya.


"Apalagi, kalau bukan menjemputmu pulang? Kepala pelayan bilang kalau kamu ada di sini."


Olvi mengerutkan keningnya usai mendengar itu. "Big no! Aku tidak mau pulang! Aku sudah berjanji pada Mama kalau aku akan menginap disini malam ini!" seru Olvi sambil memeluk kaki Olivia dengan sangat erat.


"Tidak, kau tidak bisa menginap disini malam ini, kau ada kelas besok!" balas Alio menolak.


Olvi cemberut dan meminta tolong kepada Olivia.


"Aku akan mengantarnya pulang besok pagi, biarkan dia menginap di sini malam ini, dia bahkan membawa perlengkapan mandi," ucap Olivia membujuk pria itu.


Alio tak mengatakan apa-apa dengan mulut yang tertutup, Olivia tak  tahu apakah pria itu setuju atau tidak.


Olvi berharap ayahnya tak akan membuat masalah.


"Kencan? kemana?" tanya Alio kepada Olivia.


"Kami akan pergi berbelanja, aku ingin membelikannya piyama dan makanan ringan."


Alio berpikir dengan hati-hati. "Aku akan ikut bersama kalian."


"Hah?" Olivia pikir dia pasti salah dengar.


Alio masih terlihat acuh tak acuh. "Aku akan membawa anak itu pulang setelah berbelanja."


Pria itu langsung berjalan ke lift usai mengatakan itu.

__ADS_1


Alio tak peduli apakah mereka menginginkannya ikut atau tidak.


Olivia masih kaget, ia tak bergerak sampai mendengar pria itu berbicara lagi. "Kenapa kau masih berdiri di sana?"


Alio berjalan ke lift sambil menggendong putra mereka.


Olivia tak bisa tak bertanya. "Apakah Anda bercanda?"


"Apakah aku terlihat seperti bercanda?"


"Anda tidak bisa pergi ke sana!" seru Olivia lalu melanjutkan. "Akan ada kekacauan jika Anda pergi ke sana, orang-orang tahu siapa Anda."


Alio melebihi seorang selebriti, semua orang pasti mengenalnya.


Alio tak menjawab, ia meletakkan tangannya di kepala Olvi. "Kau mendapat sikap yang menyebalkan dari Mamamu."


"..." Olivia terdiam.


"Aku tidak menyebalkan sama sekali!" Olvi menyingkirkan tangan Alio dari kepalanya. "Papa merusak rambutku!"


Olvi pikir ia harus membantu mengatasi masalah orangtuanya.


— Bersambung —


***


Kalau kalian suka dengan cerita ini, jangan lupa like, komen dan tambahkan ke favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya :)


Thankyou so much and see you next part~

__ADS_1


__ADS_2