Melahirkan Anak Untuk Presiden

Melahirkan Anak Untuk Presiden
Part 340


__ADS_3

Olivia menyeringai dan air mata menetes dari matanya.


"Kamu itu, nggak punya hati nurani, Alio!" seru Olivia tajam.


"Dulu, kamu membeliku yang nggak tahu apa-apa ini ... dengan harga yang sangat mahal! Lalu, aku hamil dan melahirkan anakmu!"


"Aku jatuh cinta padamu tanpa sadar Ali, meski aku tahu, kamu akan bertunangan dan menikahi wanita lain aku masih saja terpikat padamu dan kehilangan akal sehatku!"


"Apa kamu senang, melihatku menderita seperti ini? Kamu tahu nggak, sih? Kalau kamu itu sangat egois!?"


"Aku juga manusia yang punya perasaan dan hatiku bisa terluka!"


"Oleh karena itulah, aku mohon padamu. Sebagai balasan atas melahirkan anakmu, tolong hormati perasaanku, dan biarkan aku pergi! Aku nggak bisa main-main sama kamu."


Permohonan Olivia membuat dada Alio terasa nyeri! Dan Olivia yang menangis, membuat Alio merasa iba. Semakin Alio merasa iba, semakin ia tak ingin melepaskan Olivia!


Saat Alio bersama Olivia, ia merasa tenang, nyaman dan bahkan sangat bahagia!


Namun, saat Alio tidak bersama wanita itu, ia merasakan hampa, kehilangan dan merasakan suatu kekosongan … yang sulit untuk dijelaskan. Perasaannya yang tak menyenangkan itu hadir secara terus-menerus, membuatnya merasa kehilangan arah hidupnya.

__ADS_1


Alio mengangkat dagu Olivia lalu melihat wajah wanita itu yang sedang menangis dan mereka berdua saling bertatapan satu sama lain untuk waktu yang lama.


 Lalu, Alio pun berkata, "setelah kau mengatakan itu, bagaimana mungkin aku melepaskanmu, Olivia?"


Mendengar itu, Olivia sangat marah, sampai ia sendiri tidak tahu bagaimana cara melepaskan emosinya.


Lalu, Olivia pun mengepalkan tangannya, dan meninju dada pria itu!


Alio tidak menghentikan Olivia, ia hanya membiarkan wanita itu mengeluarkan semua unek-uneknya dan melampiaskan amarahnya kepadanya.


Dan pada akhirnya Alio memeluk Olivia erat sambil meletakkan dagunya di kepala Olivia.


Sampai-sampai, membuat jantung siapapun yang mendengarnya, berdebar tak karuan!


Setelah mendengar itu, Olivia langsung berhenti sembari menggigit bibirnya sendiri dan ia terlihat sangat kesal.


"Dasar b*jing*n! Aku membuat seribu kesalahan malam ini, tapi kesalahan terbesarku adalah kembali ke tempat ini bersamamu!"


Olivia sadar—kalau niat Alio sebenarnya, bukan untuk memahami Olivia namun ia malah membuat Olivia semakin bingung atas perlakuan pria itu terhadapnya.

__ADS_1


Olivia pun melepaskan diri—dari pelukan Alio—lalu berdiri dan pergi meninggalkan taman menuju ruang tamu.


Dari luar—sinar bulan pun memancarkan keheningan.


Sementara dari dalam, lampu menerangi kediaman Wilson—dan para maid masih sibuk membersihkan kediaman itu.


Melihat Olivia pergi, Alio tak terburu-buru mengejarnya—tapi ia menyeruput tehnya dengan santai, sebelum menyusul Olivia dengan langkah lebar.


Alio pun berhasil menyusul Olivia, lalu ia melihat wanita itu yang sedang menaiki tangga.


Tanpa pikir panjang ... Alio pun memeluk pinggang Olivia, lalu Alio memutar tubuh Olivia—sambil menekan tubuh wanita itu ke pegangan tangga dalam sekejap.


— Bersambung —


...***...


...Kalau kalian menyukai cerita ini … jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment dan tambahkan cerita ini ke favorit kalian agar mendapatkan notifikasi updatenya, ya~...


...Support juga penulis dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah, biar semakin semangat, ya!...

__ADS_1


...Thankyou so much and see you next chapter~...


__ADS_2