Melahirkan Anak Untuk Presiden

Melahirkan Anak Untuk Presiden
Part 132


__ADS_3

Atau di mata wanita itu, Lucas dan Yuta adalah orang spesial, sedangkan Alio hanyalah orang asing?


Semakin Alio memikirkan hal itu, semakin ia merasa marah, meski hanya sesaat, bahkan napasnya menjadi lebih berat.


"Aku tidak mengabaikan kata-katamu, hanya karena tidak ada cara yang lebih baik lagi. Aku ... tidak ingin merepotkanmu," ucap Olivia lagi.


Alio sangat marah sekarang, ia menggertakkan giginya dan membalas. "Siapa yang bilang ini bukan masalah? Kau bilang kau tidak ingin merepotkanku, tapi kau malah berbalik merepotkan Yuta dan Lucas! Olivia, jika kau berutang budi pada mereka, apa yang akan kau bayar nanti?"


"..." Olivia terdiam, ia sudah sangat khawatir, sementara pertanyaan Alio, bahkan mendorongnya pada batas IQ-nya.


"Fokuslah pada pekerjaanmu dulu, aku akan menelpon lagi nanti," lanjut Alio dengan nada serius. "Kalau aku tahu kau pergi menemui Lucas Taylor lagi, kau harus menanggung resikomu sendiri!"


"Aku tahu, aku tidak akan menemuinya."


Olivia menggigit bibirnya dengan setuju, jika bukan karena Alio, ia mungkin tak akan bisa melihat ayahnya, sekalipun kalau ia meminta bantuan pada Lucas.


Tapi...


Jika Alio tak mengizinkan Olivia menghubungi Lucas lagi hanya karena permusuhan politik, maka pria itu sangat egois!


Alio tak mengatakan apa-apa lagi dan menutup telepon.

__ADS_1


Olivia merenung dan menelpon Jesi kembali, meminta agar mereka semua menunggu dengan sabar.


...—oOo—...


Di sisi lain.


Jesi menerima telepon dan dengan cepat melaporkannya dengan anggota keluarga yang lain. "Olivia bilang ... mari kita tunggu saja, mungkin akan segera ada kabar."


"Apakah kamu yakin?" tanya wanita tua—nenek Olivia.


Jesi mengangguk. "Ya, Olivia bilang begitu."


Julia berkomentar dengan julid. "Menurutku, Olivia hanya mengatakan itu tanpa berpikir, Kak Yuta bekerja di istana Presiden dan orang-orang yang berkerja sama dengannya adalah orang-orang yang berkuasa, tapi Kak Yuta tak punya cara, bagaimana Olivia bisa menemukan solusi?"


Setelah beberapa saat, Lucas menyahut. "Jangan khawatir, setelah Olivia bilang akan segera ada kabar, dia tidak akan mengecewakan kita."


Yuta mencoba berbicara mewakili Olivia dan kata-katanya jelas menunjukkan kepercayaannya pada kemampuan wanita itu.


Julia merasa tak senang, tapi ia tersenyum dan berpura-pura bertanya dengan santai. "Kak Yuta, apakah kalian masih saling menghubungi satu sama lain?"


"Tidak," jawab Yuta tegas. Saat mengucapkan itu, tatapan pria itu tampak suram.

__ADS_1


Julia menggertakkan giginya saat ia merasa semakin marah. Apakah Kak Yuta masih memiliki perasaan cinta kepada Olivia?


Tidak! Julia tak akan pernah membiarkan hal itu terjadi!


...—oOo—...


Setelah menutup telepon, Alio langsung meminta Arnold untuk membawanya ke rumah sakit, sementara itu ia juga menelpon dokter Lay.


"Bagaimana penelitian tentang obat anti-Wis?"


"Masih dalam penelitian, tapi satu jam yang lalu kami membuat kemajuan dan terobosan. Aku sedang mempersiapkan materi untuk dilaporkan kepadamu," jawab Dr. Lay.


"Berapa lama untuk menghasilkan obat itu?" tanya Alio lagi.


— Bersambung —


***


Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~


Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~

__ADS_1


Thankyou so much and see you next chapter~


__ADS_2