Melahirkan Anak Untuk Presiden

Melahirkan Anak Untuk Presiden
Part 94


__ADS_3

Namun, dari punggung pria itu, Olivia bisa tahu kalau pria itu terluka parah.


Alio melangkah dengan berat dan susah payah saat menaiki tangga.


Olivia berhenti di ambang pintu kamarnya, melirik punggung Alio, ia ragu-ragu tapi tak mengatakan apa-apa dan kemudian ia membuka pintu.


"Olivia!"


Alio tiba-tiba berbalik dan memanggil namanya, pria itu berkata dengan gigi yang terkatup seolah dia menggigitnya dan tatapannya yang tajam tertuju pada Olivia.


Kali ini, Olivia sangat yakin kalau ia telah menyinggung perasaan pria itu.


Olivia tanpa sadar berdiri tegak dan menatap Alio dengan bingung. "Ada apa?"


Pria itu hanya beberapa langkah darinya, tatapan Alio yang suram membuat Olivia merasakan tekanan berat.


"Bagaimana kau bisa memiliki selera buruk pada pria?" Alio tiba-tiba bertanya..


"Ah? Apa?" Olivia benar-benar bingung.

__ADS_1


Alio melangkah ke arahnya dan mereka semakin dekat sekarang, pria itu cukup tinggi dan bayangannya menutupi Olivia di bawah cahaya lampu.


Sebelum Olivia menyadarinya, Alio mengangkat dagunya, mata mereka berdua saling bertemu dan pria itu menatap mata Olivia sangat dalam.


"Kau jatuh cinta dengan guru sekolah menengah yang sudah bercerai? Apakah kau begitu haus akan laki-laki sehingga kau jadi gampangan dan dekat dengan sembarangan pria?"


Haus…


Gampangan…


Suara Alio terdengar berat dan sarkasme, seperti pedang yang menusuk gendang telinga dan jantung Olivia.


Wanita itu tersenyum lemah, wajah Alio yang suram membuatnya merasa sangat tertekan.


"Apakah kamu tahu apa yang dikatakan nenekku sebelum aku pergi kencan buta? Dia bilang aku tidak berhak pilih-pilih soal pria. Selama seorang pria, meskipun dia adalah seorang pria yang bercerai, asalkan ingin menikah denganku, aku harus sangat berterima kasih padanya. Apa kamu tahu alasannya?"


Alio diam, pria itu menggertakkan giginya dan menunggu Olivia untuk melanjutkan.


Olivia menarik napas dalam-dalam, senyum di wajahnya benar-benar menyakiti mata Alio.

__ADS_1


"Aku hamil di luar nikah pada usia 18 tahun, bahkan ayah dari anakku tidak diketahui, aku adalah aib dari seluruh keluarga Stein. Jadi, jika aku tidak berkencan dengan guru sekolah menengah biasa yang bercerai, pria seperti apa yang harus aku cari? Apakah kamu pikir aku bisa memilih berkencan dengan seseorang yang aku suka di antara para pria dalam situasi ku saat ini? "


Setelah Olivia menyelesaikan kata-katanya, Alio menatap matanya dalam-dalam.


Alio diam untuk waktu yang lama, hanya untuk merasakan kalau ia tak bisa mengendalikan perkataannya dan hampir tak bisa bernapas karena emosi.


Pria itu benar-benar tak berpikir tentang seberapa besar pengaruhnya terhadap hidup Olivia.


Olivia sama diamnya dengan Alio dan tak ingin mengatakan apa-apa lagi, ia mendorong pintu kamarnya dan hendak masuk.


Namun, Olivia baru saja berbalik sebelum Alio tiba-tiba memegang pergelangan tangannya.


— Bersambung —


***


Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~


Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~

__ADS_1


Thank you so much and see you next chapter~


__ADS_2