
Memikirkan kejadian terakhir kali, Olivia mengumpati Alio tanpa rasa takut.
Alio menunjukkan wajah muram, pria itu mengabaikan umpatan Olivia dan hanya melangkah maju untuk memeluk pinggang Olivia dengan satu lengan panjangnya, lalu menggendong wanita itu ke belakang.
Dasar pria bajingan! batin Olivia marah.
Tapi, sekarang luka Alio belum sepenuhnya sembuh. Bagaimana pria ini bisa menahan bebanku di pundaknya?
Tunggu sebentar! Apa yang aku pikirkan? Sudah waktunya untuk mengkhawatirkan diri sendiri sekarang!
Alio langsung menuju ke mobil.
Olivia menggertakkan giginya, mengepalkan tinjunya dan memukuli pria itu secara acak, wanita itu memberontak karena sangat marah, bahkan emosinya tak tertahankan. "Alio, lepaskan aku! Aku tidak akan pernah masuk ke dalam mobilmu bahkan sampai aku matipun tidak akan pernah!"
"Jika kau berani bergerak lagi! Aku akan…," Alio menggerakkan giginya juga sambil memberikan peringatan pada Olivia.
"Apa yang akan kamu lakukan padaku? Apa yang bisa kamu lakukan? Hah?! Kau pikir aku takut?!" Olivia memprovokasi Alio dengan meronta dan memukul.
Tapi fisik Alio sangat kokoh, tangan Olivia yang meninju dan memukuli punggung pria itu seperti marshmellow yang memukul batu.
Alio baik-baik saja, tapi tangan Olivia memerah. Pria itu kesal dengan Olivia.
Tiba-tiba ... SNAP!
Alio langsung memegang bokong Olivia yang sexy.
__ADS_1
"Kau ... kau cabul!" Olivia marah karena merasa terhina.
"Karena kau berani membuat masalah, aku akan menunjukkan padamu apa sebenarnya bajingan itu!" Alio memperingatkan Olivia.
Setelah itu, wanita di bahunya tiba-tiba diam.
Olivia sangat cemas sehingga ia bahkan tak berani bernapas, terakhir kali di toilet pria, ia hanya menuduh pria itu melakukan pelecehan, akibatnya…
Alio benar-benar melakukannya!
Olivia takut pria itu akan melakukan hal yang sama seperti terakhir kali.
Olivia menggigit bibirnya dan membiarkan Alio berjalan menggendongnya di bahunya. Wanita itu merasa ada sesuatu yang menumpuk di matanya, ia tak tahu apakah itu disebabkan oleh pusing karena posisi kepalanya sekarang terbalik atau kesedihan.
Olivia mengangkat matanya yang dingin dan menatap langsung ke mata Alio, air mata yang mengalir dari mata Olivia mengejutkan pria itu.
Alio mengerutkan kening.
Olivia menarik nafas dan memalingkan wajahnya, lalu melihat keluar jendela, wanita itu berusaha untuk setenang mungkin.
"Kenapa kau menangis?" tanya Alio.
"Bukan urusanmu!" jawab Olivia ketus.
Alio mendengus dan benar-benar tak bertanya lebih jauh lagi, pria itu menutup pintu dan pergi ke kursi pengemudi.
__ADS_1
Kemudian, Alio menginjak pedal dan melaju kencang ke depan.
Sepanjang jalan, Alio selalu melirik Olivia tanpa sadar.
Sial!
Wanita keras kepala yang duduk di sampingnya menangis dan meneteskan air mata dengan lebih deras.
Alio resah tapi tak tahu alasannya, itu mungkin karena cara Olivia menangis benar-benar jelek!
Tapi, wanita yang menangis itu benar-benar terlihat … rapuh dan menyentuh hatinya.
Alio mengambil tisu dan menyerahkannya pada Olivia. "Jangan menangis! Kau terlihat sangat jelek!"
Meskipun nadanya galak, tatapan Alio penuh dengan beberapa emosi yang tak ia sadari.
— Bersambung —
***
Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~
Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~
Thankyou so much and see you next chapter~
__ADS_1