Melahirkan Anak Untuk Presiden

Melahirkan Anak Untuk Presiden
Part 15


__ADS_3

"Olvi Stein, nama yang bagus. Apakah tampangku terlihat seperti seorang penculik?" akhirnya pria itu bersuara dengan wajah yang masih dingin.


Olvi mengamati pria disampingnya, wajah tampan, setelan jas mahal, mobil mewah dan beraksi di siang bolong.


Olvi mulai yakin kalau pria ini bukanlah penculik. "Terus, Om siapa? Kenapa Om tahu namaku?"


"Bukankah kau sudah mulai bersekolah? Meski baru berusia 4 tahun, minimal kau sudah diajari siapa presiden negara ini, kan?"


Olvi langsung mengangguk meski awalnya ia sempat lupa.


Pantas saja wajah Om ini terlihat tidak asing, aku sering melihatnya di TV! batin Olvi agak bersemangat.


"Apakah Anda Presiden Alio Wilson yang memimpin negara ini?" tanya Olvi memastikan dengan wajah polos.


Alio mengangguk tanpa bersuara sebagai jawaban


"Ada urusan apa Pak Presiden sampai menculik saya?" tanya Olvi tanpa rasa takut dan tiba-tiba jadi sopan.


"Aku tidak menculikmu," bantah Alio.


"Terus ... apa kalau begitu? Apakah Anda hanya meminjam saya dari Mama?" tanya Olvi lagi dengan wajah polos, ia sungguh tak mengerti dengan situasi ini.


Bukannya menjawab dan menjelaskan, Alio malah langsung to the point tanpa basa-basi. "Aku akan membawamu ke rumahku."


"Hah? Memangnya Pak Presiden mau apa membawa saya kesana?" heran Olvi.


Bagaimana tidak? Seorang presiden yang super sibuk, tiba-tiba membawa seorang anak kecil ke rumahnya.

__ADS_1


Apakah ini sudah bisa disebut sebagai penculikan?


Apakah seorang Presiden boleh menculik anak kecil? Batin Olvi bertanya dengan bingung.


"Aku hanya ingin melihatmu lebih lama lagi."


Mendengar itu, Olvi merinding dan tak habis pikir, anak itu hanya bisa pasrah saat Alio membawanya pergi ke rumahnya.


Tidak, lebih tepatnya ... Pak Presiden menculiknya!


Olvi tak punya kekuatan untuk melawan, ia takut kalau sampai memberontak pada orang berkuasa nomor 1 di negara ini.


Bisa-bisa ngek—kepalanya langsung terlepas dari tubuhnya.


Olvi juga takut kalau mereka akan melukai ibunya.


Kediaman Alio Wilson.


Di dalam sebuah mansion mewah bergaya Eropa, suasananya sangat menegangkan.


Di sofa yang terlihat mahal, duduk seorang pria dan juga seorang anak laki-laki saling berhadapan dan saling bertatap-tatapan.


"Apakah Anda sudah puas melihat saya? Kalau Anda sudah puas, tolong pulangkan saya sekarang juga!"


Olvi adalah orang yang pertama kali berbicara memecahkan keheningan, anak itu duduk dengan tenang dan tak panik seperti telah diculik.


"Kalau Anda tidak memulangkan saya sekarang, apakah Anda tahu? Mama saya akan sangat marah!"

__ADS_1


Olvi mencoba menakut-nakuti Alio yang kini sedang menatapnya tajam.


Padahal, saat ini Olvi juga sangat ketakutan, tapi ia berusaha dengan sekuat tenaga mengendalikan dirinya agar tak terlihat panik dan tetap tenang.


"Kalau Mama sudah mengamuk, apakah Anda tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, Om?" lanjut Olvi bertanya kepada pria yang duduk dihadapannya, anak itu sengaja menjeda kalimatnya.


Jika terus seperti ini, Olvi sedikit khawatir dan berpikir kalau ibunya pasti akan mengomelinya selama tiga hari tiga malam berturut-turut.


Lebih parahnya lagi, ibunya juga tak mau menuruti permintaannya selama satu bulan penuh!


Merakit mainan dan pesawat model terbaru hanyalah kenangan.


Membayangkannya saja ... sudah membuat Olvi bergidik ngeri.


Tidak, tidak! batin Olvi yang tak ingin itu terjadi sambil menggelengkan kepalanya.


Malahan, Olvi lebih takut dengan ibunya daripada orang-orang yang sudah menculiknya.


Karena bagi Olvi, ibunya itu lebih menyeramkan dari apapun yang ada di dunia ini!


— Bersambung —


***


Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~


Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~

__ADS_1


Thankyou so much and see you next chapter~


__ADS_2